10 Rekomendasi Partai Demokrat Untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Esti Utami

Rabu, 13 Mei 2015 | 22:27 WIB
10 Rekomendasi Partai Demokrat Untuk Pemerintahan Jokowi-JK
SBY dan Presiden Jokowi saat menghadiri pembukaan Kongres IV Partai Demokrat, Selasa (12/5) di Surabaya. (Antara)

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan  10 rekomendasi agar pemerintahan Presiden Jokowi sukses mengemban tugas-tugasnya.

"Partai Demokrat memberikan 10 rekomendasi kepada negara dan pemerintah, agar pemerintahan Jokowi sukses mengemban tugas dan rakyat dapat terus ditingkatkan kesejahteraannya," kata SBY dalam pidato politiknya pada penutupan Kongres IV Partai Demokrat di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (13/5/2015) malam.

Berikut 10 rekomendasi itu:
1. Terus menjaga dan menghidupkan kembali iklim dan kampanye pemberantasan korupsi, karena rakyat menginginkan Indonesia semakin ke depan semakin bersih dan semakin bebas dari korupsi.
"Utamakan pencegahan, tetap agresif dan tanpa pandang bulu, cermat dan tidak gegabah dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka, tidak ada motif politik, serta putusan pengadilan diharapkan objektif dan adil," kata SBY.

2. Selamatkan KPK-Polri, agar kedua lembaga penegak hukum itu bisa bekerja efektif dan fungsinya tidak terganggu karena benturan perseorangan.

3. TNI-Polri harus terbebas dari lingkar politik kekuasaan, agar tidak mengkhianati reformasi dan tidak terpecah-belah.

4. Partai Demokrat berharap pemerintah mengembalikan dan menghidupkan kembali program prorakyat agar tercipta keadilan sosial bagi masyarakat.

5. Agar APBN dan APBD tidak habis hanya untuk pembangunan infrastruktur, melainkan bisa diutamakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

6. Menjaga dan menghidupkan kembali MP3EI, apapun namanya. MP3EI disusun secara bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dan swasta, yang tentu memerlukan perbaikan.

7. Terkait persoalan ekonomi, perlambatan pertumbuhan, dan masalah di sektor moneter, fiskal, dan riil, maka pemerintah diminta dapat mengelola ekonomi secara sungguh-sungguh dengan kebijakan tepat dan efektif, agar ekonomi tumbuh, pengangguran dan kemiskinan berkurang.

8.Kedaulatan negara dan keutuhan NKRI adalah harga mati, dan Partai Demokrat setuju dengan sikap pemerintah, akan tetapi jangan sampai tindakan taktis di lapangan keliru, sehingga membuat buruk hubungan negara Indonesia dan negara tetangga.
"Tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI dengan terjaganya hubungan internasional, sesungguhnya dapat dicapai bersamaan," kata SBY.

9. Berkaitan kehidupan bernegara yang sehat dengan etika politik dan keinginan baik dari segenap elemen bangsa, Demokrat berharap ke depan terjalin hubungan yang sehat antara negara, pemerintah dengan partai politik dan sesama partai politik dengan prinsip saling menghormati dan saling menghargai.

10. Partai Demokrat berharap semua keputusan, tindakan dan kebijakan pemerintah dapat dikomunikasikan pada masyarakat luas, agar masyarakat tidak salah persepsi, dan bisa ikut mengontrol apakah kebijakan itu sesuai dengan tatanan konstitusi dan perundang-undangan, serta aspirasi rakyat.

"Partai Demokrat berpendapat jika pemerintah berkenan menerima 10 rekomendasi Partai Demokrat yang saya sampaikan tadi, diyakini akan banyak lagi yang dapat dicapai pemerintah dalam memajukan rakyat Indonesia," terang SBY. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Candaan SBY soal Batuk Prabowo: Hati-hati, Saham dan Rupiah Bisa Jatuh

Candaan SBY soal Batuk Prabowo: Hati-hati, Saham dan Rupiah Bisa Jatuh

Video | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29 WIB

SBY Singgung Faktor Kegagalan Bangsa: Kelola Negara Butuh Kerja Sama!

SBY Singgung Faktor Kegagalan Bangsa: Kelola Negara Butuh Kerja Sama!

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

SBY Bilang Tak Semua Mantan Presiden Jadi Negarawan: Biasanya Cuma Mikir Pemilu Saja

SBY Bilang Tak Semua Mantan Presiden Jadi Negarawan: Biasanya Cuma Mikir Pemilu Saja

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×