Tolak Disuap 5 Triliun, Sofyan Djalil Puji Menteri Susi

Laban Laisila | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2015 | 16:55 WIB
Tolak Disuap 5 Triliun, Sofyan Djalil Puji Menteri Susi
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (1/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil memuji Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti yang menolak tawaran Rp5 Triliun supaya mundur dari jabatannya oleh pengusaha pelaku illegal fishing.

“Pertama saya senang sekali dengan sikap ibu Susi. Tawaran yang begitu menarik ibu Susi tidak tergoda. Semua pejabat harus seperti ibu Susi ini perlu dicontoh,” kata Sofyan saat ditemui dikantornya, Jumat (15/5/2015). 

Yang kedua, lanjut Sofyan,  bahwa konsistensi memerangi illegal fishing ini benar-benar harus dilanjutkan.

“Seperti yang kita lihat sendiri kan. Beliau (Susi) sosok yang tegas terutama dalam memerangi illegal fishing, Ibu Susi sungguh luar biasa. Beliau itu membuat perbedaan yang luar biasa menjadi menteri kelautan,” jelasnya.

Pasalnya menurut Sofyan, Saat ini forum dunia Internasional melihat, Indonesia yang mampu memerenagi illegal fishing dengan cepat, yang menggunakan cara-cara Susi dalam bertindak. Tak heran jika banyak negara yang saat ini telah mengikuti cara Susi dalam menindak praktik illegal fishing.

“Di forum Internasional beberapa negara sudah melihat Ibu Susi bagaimana cara dalam memerangi praktik illegal fishing. Ini kok bisa kenapa kami engga bisa?” jelasnya.

Sofyan mengacungi jempol terhadap tindakan Susi yang menolak dengan tegas tindakan oknum pengusaha nakal tersebut. Dan Dia berharap, ke depannya semua menteri harus mencontoh sikap Susi yang berani menolak suap.

“Harusnya menteri-menteri itu kayak ibu Susi, harus berani menolak. Harus dicontoh. Kalau kata pepatah orang Amerika, “The best man for the job is a woman” cocok ini buat bu Susi,” pungkasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beberapa waktu yang lalu mengeluarkan pernyataan yang menghebohkan di akun twitter miliknya. Dalam kicauannya, Menteri Susi mengaku ditawari uang Rp5 triliun agar dirinya mundur dari kursi menteri.

Namun, tawaran dari pengusaha itu pun ditolak oleh Susi . Pasalnya, nilai Rp 5 triliun tidak berarti dibanding dengan amanah yang diembannya untuk menjadikan Indonesia Hebat.

 “Tapi Nurani dan Kebebasan saya tidak mungkin saya jual, Indonesia terlalu Hebat untuk ribuan Triliun. Kehormatan yg membawa saya ke jabatan ini," kicau Susi dalam akun a kepada netizen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota DPD: Menko Indroyono Kalah Langkah dengan Menteri Susi

Anggota DPD: Menko Indroyono Kalah Langkah dengan Menteri Susi

News | Minggu, 10 Mei 2015 | 18:29 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB