Sindikat Kriminal Asal Cina Gentayangan, Bagaimana Pengawasannya?

Siswanto | Suara.com

Senin, 25 Mei 2015 | 11:28 WIB
Sindikat Kriminal Asal Cina Gentayangan, Bagaimana Pengawasannya?
Sejumlah WNA beserta barang bukti terkait dugaan 'cyber crime' yang diamankan polisi di kawasan Kemang, Jakarta, Senin (25/5/2015) dini hari. [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Anggota Komisi III dari Fraksi PPP Arsul Sani mempertanyakan kembali kebijakan bebas visa pemerintah Indonesia untuk turis Cina. Hal ini terkait dengan kasus penangkapan 29 warga asing asal Cina dan Taiwan di Jalan Sekolah Duta V Nomor 5, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (24/5/2015) pagi, dan mereka diduga terlibat peredaran narkoba dan sindikat cyber crime di negara asal.

"Kita, kan menerapkan kebijakan bebas visa untuk wisatawan Tiongkok. Menurut saya kebijakan bebas visa itu oke, tapi dalam pelaksanaannya harus selektif. Artinya kebijakan ini, dalam operasional di lapangan, itu tidak disertai dengan screening yang tepat dan benar. Tidak pakai visa its oke, tapi pengawasannya harus ketat," kata Arsul kepada Suara.com, Senin (25/5/2015).

Menurut Arsul turis umumnya datang melalui agen perjalanan. Apabila turis tersebut menyimpang setiba di negara tujuan, maka agen perjalanan harus ikut bertanggungjawab.

"Di negara maju, yang bebas visa, misalnya kalau orang Singapura ke Australia atau Inggris kan bebas visa. Tapi kalau dia rombongan turis, ikut travel agent, kemudian menyimpang, travel agent-nya bertanggungjawab, pengawasan ini yang belum dilakukan pemerintah Indonesia," ujarnya.

Karena kasus penangkapan terhadap warga Cina di Indonesia sudah berkali-kali, Arsul mengusulkan kepada pemerintah untuk membangun lembaga pemasyarakatan khusus untuk kasus kejahatan transnasional.

"Kalau begini, Pemerintah menurut saya perlu juga membangun lapas khusus untuk kejahatan transnasional seperti ini, untuk memberi efek jera. Bahwa di penjara di Indonesia susah. Kan Pulau Seribu kan banyak. Maksudnya bandar narkoba, dan kejahatan seperti ini bikinin aja lapas khusus seperti ini," kata Arsul.

Sebelumnya, polisi juga menangkap 30 warga Cina dan Taiwan dari di rumah toko di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 12 Mei 2015. Mereka terdiri dari empat perempuan dan 26 lelaki. Mereka diduga telah melakukan kejahatan cyber dengan cara menipu dan meretas puluhan kartu kredit milik warga di negara asal.

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan 33 warga Cina dan Taiwan yang sebelumnya dilakukan di rumah mewah Jalan Kenanga, Kav 44, RT 7/RW 2, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis 6 Mei 2015.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ciduk Puluhan WNA di Kemang, Polisi Temukan Narkotika dan Kondom

Ciduk Puluhan WNA di Kemang, Polisi Temukan Narkotika dan Kondom

News | Senin, 25 Mei 2015 | 10:25 WIB

Pengungkapan Kasus 'Cyber Crime' Berlanjut

Pengungkapan Kasus 'Cyber Crime' Berlanjut

Foto | Senin, 25 Mei 2015 | 05:20 WIB

Usai di Pondok Indah, Polisi Kembali Amankan 31 WNA di Kemang

Usai di Pondok Indah, Polisi Kembali Amankan 31 WNA di Kemang

News | Senin, 25 Mei 2015 | 02:47 WIB

Warga Asing di Rumah Mewah Ini Beraktivitas Tengah Malam

Warga Asing di Rumah Mewah Ini Beraktivitas Tengah Malam

News | Minggu, 24 Mei 2015 | 22:37 WIB

Polisi Periksa Intensif 29 WNA asal Cina di TKP

Polisi Periksa Intensif 29 WNA asal Cina di TKP

News | Minggu, 24 Mei 2015 | 22:29 WIB

Terkini

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB

Fakta-fakta  Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan

Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:57 WIB

Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!

Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:33 WIB

Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini

Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:13 WIB

Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana

Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:11 WIB

Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:50 WIB