Menteri Agraria Bahas Anggaran dengan Komisi II Malam Ini

Laban Laisila, Bagus Santosa

Kamis, 04 Juni 2015 | 22:24 WIB
Menteri Agraria Bahas Anggaran dengan Komisi II Malam Ini
Menteri Agraria bahas angaran 2016 bersama DPR. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursydan Baldan menggelar rapat dengan Komisi II DPR. Dia datang untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementeran Negara/Lembaga (RKA K/L) dan

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementeran Negara/Lembaga.

"Pagu anggaran tahun anggaran 2016, anggaran kami naik dari Rp5,2 jadi Rp7,6 triliuin. Nah kenaikan itu jangan dibagi rata pada semua bidang program, tapi harus ada prioritas, jadi terasa," ujar Ferry di DPR, Jakarta, Kamis malam (4/6/2015).

Selain membahas anggaran, dia juga akan memaparkan soal program rencana kerja kementeriannya. Salah satu program andalannya adalah penyediaan lahan untuk pelaksanan program pembangunan. Program ini dia sebut reformasi agrariia.

"Program pembangunan ini menggunakan pendekatan segmentasi masyarakat, terutama pada desa. Di mana akan ada penambahan bagi desa dengan program reformasi agraria," papar Ferry.

Selain itu, dia juga tengah mempersiapkan penyediaan lahan untuk percepatan pembangunan infrastruktur.

Program ini, bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk digunakan pembangunan infrastruktur.

"Seperti penyediaan lahan untuk pembangunan jalan. Seperti jalan tol," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Ferry menyampaikan, pemerintah tengah melakukan kajian pemberian pajak progresif untuk lahan kosong di daerah premium. Rencana ini muncul untuk mendorong pemanfaatan lahan untuk menambah meningkatkan pajak.

"Ketika kita melihat lahan yang tidak termanfaatkan di daerah premium, saya pikir ada baiknya kita berikan semacam punishment untuk adanya PBB progresif, dikenakan pajak lima kali misalnya," ujarnya.

Dia menambahkan, telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, kata Ferry, setuju meski belum ada pembicaraan serius.

"Kita sudah bicara dengan menkeu dan setuju, walau kita belum bicara lebih lanjut," kata dia.

Ferry menerangkan, lahan kosong di lokasi premium yang dimanfaatkan ini akan secara otomatis juga akan memberi dampak pada terciptanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

"Jadi semangatnya adalah jangan ada pihak yang menyia-nyiakan. Ketika ada tanah di daerah premium, kita tahu itu mahal tapi tidak dimanfaatkan, itu kan penyia-nyiaan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Agraria: Beras Sintetis Bukti Kita Belum Berdaulat Pangan

Menteri Agraria: Beras Sintetis Bukti Kita Belum Berdaulat Pangan

News | Rabu, 27 Mei 2015 | 05:16 WIB

Menteri Agraria Yakin Sertifikat Digital Atasi Sengketa Lahan

Menteri Agraria Yakin Sertifikat Digital Atasi Sengketa Lahan

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 23:37 WIB

Ini Cara Ferry Bikin Jera 'Penjahat' Hutan

Ini Cara Ferry Bikin Jera 'Penjahat' Hutan

News | Jum'at, 14 November 2014 | 19:46 WIB

Ferry Akui Sistem Tata Ruang Semrawut

Ferry Akui Sistem Tata Ruang Semrawut

News | Jum'at, 14 November 2014 | 19:19 WIB

Terkini

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir

Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 16:46 WIB

×