Saat ini Jenazah Angeline Satu-satunya Barang Bukti Penyidik

Siswanto | Suara.com

Kamis, 11 Juni 2015 | 21:12 WIB
Saat ini Jenazah Angeline Satu-satunya Barang Bukti Penyidik
Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie konferensi pers kasus Angeline di Bali [suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Ronny F Sompie setelah penyelidikan selesai jenazah Angeline (8) akan secepatnya diserahkan kepada orang tua kandung di Banyuwangi, Jawa Timur, agar bisa dimakamkan.

"Ketika semua penyelidikan sudah selesai jenazahnya akan kami berikan kepada orangtuanya," kata Ronny di Mapolresta Denpasar, Kamis malam (11/06/2015). Hal ini untuk menjawab keinginan orang tua kandung Angeline yang menginginkan jenazah segera dikubur, mengingat aturan Islam menyebutkan seperti itu.

Hingga saat ini forensik RSUP Sanglah belum bisa membuktikan Angeline mengalami kekerasan seksual, meski sebelumnya tersangka Agus (orang yang pernah bekerja di rumah korban) mengakui telah memperkosa Angeline.

"Saat ini jenazah itu masih kami titipkan di rumah sakit sanglah untuk diketahui hasil autopsi," katanya.

Di tempat yang sama Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dokter Ida Bagus Putu Alit mengatakan jenazah akan diserahkan setelah proses penyelidikan selesai.

"Saat ini jenazah itu satu-satunya barang bukti yang dijadikan penyidik," katanya. "Hari Sabtu besok kami baru akan menyerahkan redaksional hasil autopsi."

Jenazah Angeline ditemukan, kemarin Rabu (10/6/2015). Dalam kasus ini, polisi baru menetapkan seorang tersangka, yaitu Agus. Ibu angkat Angeline, Margaret, dan dua kakak angkat Angeline sampai saat ini masih diperiksa polisi.

Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orang tua angkatnya, Margaret, hilang pada Sabtu (16/5/2015). Bahkan, Margaret sampai memposting foto Angeline, lalu tersebar di media sosial.

Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah, dekat kandang ayam.

Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.

Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Ia juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Kurang Bukti Tetapkan Ibu Angkat Angeline Jadi Tersangka

Polisi Kurang Bukti Tetapkan Ibu Angkat Angeline Jadi Tersangka

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 20:42 WIB

Khofifah: Angeline Diadopsi Tanpa Izin Kemensos

Khofifah: Angeline Diadopsi Tanpa Izin Kemensos

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 19:50 WIB

Angeline Dikubur Hidup-hidup, Kapolda: Forensik yang Bisa Jawab

Angeline Dikubur Hidup-hidup, Kapolda: Forensik yang Bisa Jawab

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 19:28 WIB

Kapolda Bali: Ibu Angkat Angeline Minta Polisi Tak Curiga

Kapolda Bali: Ibu Angkat Angeline Minta Polisi Tak Curiga

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 19:23 WIB

Doakan Angeline, 1.000 Lilin Dinyalakan di Bundaran HI Malam Ini

Doakan Angeline, 1.000 Lilin Dinyalakan di Bundaran HI Malam Ini

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 19:02 WIB

Terkini

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:43 WIB

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB

Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:21 WIB

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB