Khofifah: Angeline Diadopsi Tanpa Izin Kemensos

Siswanto

Kamis, 11 Juni 2015 | 19:50 WIB
Khofifah: Angeline Diadopsi Tanpa Izin Kemensos
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menerima obor perdamaian Hari Toleransi Internasional di Jakarta, Minggu (16/11). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan Angeline (8) diadopsi oleh orang tua angkat, Margaret, tanpa izin Kementerian Sosial. Angeline adalah anak yang semula dilaporkan hilang, tapi ternyata dibunuh dan dikubur di belakang rumahnya oleh pembantu di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali.

"Kita dilewati, karena kalau orang asing mengadopsi anak Indonesia itu harus mengurus izin ke Kemensos, lalu nanti Kemensos akan menyampaikan ke pengadilan untuk penetapan," kata Khofifah yang juga Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah di Surabaya, Kamis (11/6/2015).

Ditanya kemungkinan proses adopsi tidak ketat, ia menyatakan peraturan adopsi sebenarnya cukup ketat yakni proses adopsi antarsesama WNI diurus di Dinas Sosial setempat, namun bila warga asing harus diproses ke Kemensos.

"Dalam kasus Angelina itu, orang tua asuh yang asing itu tidak mengurus izin ke Kemensos, jadi aturan main yang ada sebenarnya ketat, tapi tidak digunakan, karena itu Kapolda Bali harus meneliti dan mengusutnya," katanya.

Apalagi, informasi yang diterima Kemensos menyebutkan bahwa anak itu sering terlambat masuk sekolah dan ada indikasi anak itu dipekerjakan di kandang ayam. "Soal itu masih diverifikasi," katanya.

Selain kekerasan terhadap anak-anak, kekerasan juga dialami orang dewasa, seperti orang yang dipasung. "Mereka bukan psikotik, tapi dipasung," kata Khofifah.

Oleh karena itu, ia mengatakan Kemensos telah mengadakan rakor untuk menyisir kebijakan di daerah yang tidak melindungi anak-anak dan orang dewasa dari kekerasan.

"Pemerintah memiliki keterbatasan untuk melindungi korban kekerasan itu, karena itu saya mendatangi sejumlah pesantren yang memiliki kepedulian untuk mengasuh korban kekerasan," katanya.

Menurut dia, ada banyak pesantren yang memiliki program mengasuh anak-anak terlantar, seperti di Sidogiri (Pasuruan), Malang, Kediri, dan sebagainya.

"Kalau ada pesantren yang mau membantu mereka, maka pemerintah akan membantu biaya jadup (jaminan hidup) untuk korban kekerasan yang ada di sekolah itu," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Angeline Dikubur Hidup-hidup, Kapolda: Forensik yang Bisa Jawab

Angeline Dikubur Hidup-hidup, Kapolda: Forensik yang Bisa Jawab

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 19:28 WIB

Kapolda Bali: Ibu Angkat Angeline Minta Polisi Tak Curiga

Kapolda Bali: Ibu Angkat Angeline Minta Polisi Tak Curiga

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 19:23 WIB

Doakan Angeline, 1.000 Lilin Dinyalakan di Bundaran HI Malam Ini

Doakan Angeline, 1.000 Lilin Dinyalakan di Bundaran HI Malam Ini

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 19:02 WIB

Pembunuhan Angeline, Polda Bali Belum Temukan Tersangka Lain

Pembunuhan Angeline, Polda Bali Belum Temukan Tersangka Lain

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 19:02 WIB

Terkini

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:02 WIB

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:49 WIB

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:37 WIB

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:13 WIB

Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?

Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:06 WIB

MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN

MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:59 WIB

Amnesty Bongkar Dugaan Operasi Sistematis Israel Hapus Jejak Palestina di Tepi Barat

Amnesty Bongkar Dugaan Operasi Sistematis Israel Hapus Jejak Palestina di Tepi Barat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:48 WIB

Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026

Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:14 WIB

Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel

Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:49 WIB

Mahasiswa UI, IPB, hingga Pancasila Bersatu di Depok, Susun Tuntutan untuk Pemerintah

Mahasiswa UI, IPB, hingga Pancasila Bersatu di Depok, Susun Tuntutan untuk Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB