Atletik Lebihi Target, Bulu Tangkis Buat Kejutan

Ardi Mandiri

Sabtu, 13 Juni 2015 | 02:47 WIB
Atletik Lebihi Target, Bulu Tangkis Buat Kejutan
Triyaningsih Pelari Tercepat

Suara.com - Cabang atletik Indonesia berjaya setelah mampu melebihi target yang ditetapkan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) pada SEA Games 2015 dengan meraih total tujuh medali emas, padahal target yang dibebankan enam emas.

Emas terakhir bagi tim atletik Indonesia dipersembahkan oleh Rini Budiarti setelah menjadi yang tercepat pada nomor 3.000 meter halang rintang di lintasan lari Stadion Nasional, Singapura, Jumat. Rini membukukan catatan waktu 10 menit 20,40 detik.

Sebelumnya emas atletik dipersembahkan oleh Hendro dari nomor jalan cepat, Maria Londa pada nomor lompat jauh dan lompat jangkit, Triyaningsih pada nomor 5.000 dan 10.000 meter putri, dan dari nomor 10.000 meter putra melalui Agus Prayogo.

Bagi Rini Budiarti, emas yang diraih di Singapura cukup istimewa karena mampu meraih emas pada kejuaraan dua tahunan itu tiga kali berturut-turut meski tekad memecahkan rekor atas namanya sendiri yaitu 10 menit 00,58 detik belum bisa terwujud.

Peluang untuk memecahkan rekor pada SEA Games dipastikan tidak bisa dilakukan oleh Rini Budiarti karena setelah SEA Games 2015, atlet berusia 32 tahun ini akan pensiun dan berencana mengasuh anak tunggalnya yang saat ini berusia enam tahun.

"Saya akan pensiun setelah ini (SEA Games 2015). Kasihan anak saya yang dari bayi saya tinggalkan. Memang keputusan ini berat. Tapi harus saya jalani," kata atlet kelahiran Gunung Kidul, 22 Januari 1983 itu.

Meski mampu melebihi target, satu peluang emas bidikan harus terlepas setelah Dedeh Erawati hanya mampu merebut medali perak pada nomor gawang 100 meter putri. Pada nomor ini, atlet Thailand yang menjadi rival Dedeh sejak lama yaitu Wallapa Punsoongneun.

Pencapaian manis cabang atletik ternyata diikuti oleh cabang ski air. Pada hari pertama pelaksanaannya, cabang ini langsung meraih hasil terbaik pada nomor tricks lewat Febrianto setelah mengumpulkan 4280 poin. Atlet Indonesia lainnya yaitu Dimas Ridho berada di bawahnya dan berhak atas medali perak setelah mengumpulkan 4130 poin.

Cabang ski air masih berpeluang menambahkan medali karena masih banyak nomor yang dipertandingkan di antaranya nomor slalom putri atas nama Ummu Thoyibhatus Sholikah dan Nur Alimah Prambodo. Sedangkan di sektor putra ada Indra Hardinata dan Ade Hermana.

Taekwondo yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas akhirnya mampu meraih hasil terbaik setelah Reinaldy Atmanegara sukses mengalahkan atlet Malaysia, Muhammad Mohd Azri pada partai final nomor -54 kg putra.

Selain medali emas, cabang taekwondo juga menyumbangkan medali perak dari nomor poomsae individu putra atas nama Haidir Maulana. Medali perunggu juga diraih lewat Mutiara Habiba dari nomor poomsae individu putri serta nomor beregu poomsae putra.

Cabang bulu tangkis juga membuat kejutan dengan meraih emas dari nomor beregu putra. Padahal pada nomor ini hanya ditargetkan medali perak. Pemain muda Ihsan Maulana kembali menjadi penentu setelah menang atas pemain Thailand, 20-22, 21-16, 21-8.

Tim Indonesia akhirnya menang 3-2 atas Thailand. Sebelumnya, tunggal pertama Indonesia yaitu Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Tanongsak Saensomboonsuk dengan skor 17-21, 19-21. Selanjutnya pasangan pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menang atas Bodin/Nipitphon dengan skor 21-15, 21-13.

Indonesia kembali tertinggal setelah Firman Abdul Kholik kalah dari Boonsak Ponsana dengan skor 7-21, 14-21. Namun, Indonesia kembali menyamakan kedudukan lewat Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang mengalahkan Pakkawat Vilailak/Wannawat Ampunsuwan dengan skor 21-19, 18-21, 21-14. Dan Ihsan menjadi penentu medali emas.

Perolehan satu emas dari tim putra ini dipastikan akan menjadi penyemangat bagi atlet yang akan turun di nomor individu. Apalagi semua pemain yang dikirim akan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pada SEA Games 2015, bulu tangkis mendapatkan target meraih dua emas. Ganda putra dan campuran menjadi andalan untuk meraih emas.

Cabang olahraga lain yang sukses menyumbangkan medali untuk Indonesia di antaranya adalah boling dan golf yang menyumbangkan medali perak. Sedangkan squash baru bisa menyumbangkan medali perunggu. Cabang olahraga ini masih akan terus berjuang karena ada beberapa nomor yang belum dipertandingkan.

Hingga saat ini, Indonesia masih tertahan di posisi lima dengan 33 emas 41 perak dan 54 perunggu. Sedangkan posisi teratas yang sebelumnya dipegang tuan rumah Singapura kini digeser oleh Thailand setelah mampu membukukan 71 medali emas, 68 perak, dan 54 perunggu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Taekwondo Jadi Andalan Raih Medali

Hari Ini Taekwondo Jadi Andalan Raih Medali

News | Jum'at, 12 Juni 2015 | 09:38 WIB

Terkini

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus

Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:09 WIB

Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa

Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:07 WIB

Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat

Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:04 WIB

Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen

Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:00 WIB

Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi

Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:56 WIB

Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional

Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:54 WIB

Sepatu Mirip Samba Cuma Rp190 Ribuan? Review Sepatu Lokal Corolla yang Laris Manis di Shopee

Sepatu Mirip Samba Cuma Rp190 Ribuan? Review Sepatu Lokal Corolla yang Laris Manis di Shopee

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:51 WIB

Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus

Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:42 WIB

×