KLB Rabies di Kotim, Satu Nyawa Anak Kembali Terenggut

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Sabtu, 27 Juni 2015 | 21:43 WIB
KLB Rabies di Kotim, Satu Nyawa Anak Kembali Terenggut
Ilustrasi rabies. [Shutterstock]

Suara.com - Satu lagi anak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), meninggal dunia. Korban diduga kuat meninggal akibat penyakit yang disebabkan gigitan anjing yang menderita rabies.

"Tadi malam meninggal di ICU RSUD dr Murjani. Pasien digigit di kaki kanan sekitar tiga bulan yang lalu. Gejala rabies memang bisa timbul sampai tiga bulan setelah gigitan, karena masa inkubasi yang cukup panjang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Sabtu (27/6/2015).

Bocah delapan tahun tersebut bernama Tari binti Ambay, warga Tumbang Batu, Kecamatan Antang Kalang. Pasien tersebut dilaporkan digigit anjing yang diduga terjangkit rabies sekitar Maret lalu.

Pihak keluarga tidak mengetahui bahwa gejala demam yang diderita anak mereka tersebut merupakan gejala rabies, sehingga tidak langsung dibawa berobat ke rumah sakit. Saat itu, pasien menderita penyakit dengan gejala demam, fotofobia atau takut suasana terang, sakit tenggorokan dan hidrofobia.

Lantaran penyakit itu belum sembuh, pihak keluarga kemudian membawa pasien ke RSUD dr Murjani Sampit, pada Kamis (26/6) pagi. Namun karena kondisinya yang sudah memburuk, pasien ternyata meninggal pada pukul 21.00 WIB.

"Kejadian ini sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng," kata Faisal.

Dinas Kesehatan setempat pun segera menindaklanjuti masalah ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kotim. Masalah ini menjadi perhatian serius agar tidak ada lagi korban jiwa.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kotim, hingga pertengahan April lalu, kasus gigitan anjing di daerah ini sudah mencapai 27 kasus gigitan. Bahkan, Dinas Kesehatan setempat pun sudah menetapkan Kotim dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit rabies.

Sebelumnya, seorang anak diduga kuat juga meninggal akibat rabies. Bocah malang berusia tujuh tahun bernama Aldi, warga Desa Tumbang Tilap, Kecamatan Mentaya Hulu, itu juga terkena gigitan anjing yang terjangkit rabies. Aldi digigit anjing pada 3 Maret lalu, hingga menderita luka di pelipis kiri.

Gejala klinis mulai terlihat pada 11 Maret, ketika korban menderita panas tinggi dan kejang-kejang, serta fotofobia atau tidak suka ruangan terang. Kondisi ini membuat pihak keluarga cemas, namun baru membawanya ke pusat pelayanan kesehatan di Kuala Kuayan pada 13 Maret. Sayangnya, kondisi kesehatan korban terus memburuk, sehingga menghembuskan napas terakhir pada 14 Maret.

Tingginya kasus gigitan anjing yang menyebabkan adanya korban jiwa itu membuat cemas masyarakat. Pemerintah daerah pun terus melakukan vaksin terhadap anjing liar maupun peliharaan warga, untuk mencegah meluasnya kasus rabies. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Bali Bebas dari Rabies

Cara Bali Bebas dari Rabies

News | Senin, 03 November 2014 | 01:40 WIB

Studi: Rabies Bisa Dimusnahkan dari Seluruh Dunia

Studi: Rabies Bisa Dimusnahkan dari Seluruh Dunia

Tekno | Rabu, 01 Oktober 2014 | 18:32 WIB

Warga Tewas Kena Rabies, Bengkulu Gelar Vaksinasi Massal

Warga Tewas Kena Rabies, Bengkulu Gelar Vaksinasi Massal

Lifestyle | Jum'at, 05 September 2014 | 04:46 WIB

Terkini

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:26 WIB

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB