Transjakarta Terbakar, Ahok: DKI Bodoh, Mau Disandera Operator

Siswanto | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 03 Juli 2015 | 14:23 WIB
Transjakarta Terbakar, Ahok: DKI Bodoh, Mau Disandera Operator
Bus Transjakarta yang terbakar di Halte Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Jumat (3/7). Operator bus ini Lorena. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan kekesalannya atas perjanjian kontrak kerjasama dengan operator bus Transjakarta yang berada di bawah PT. Transpotasi Jakarta. Pernyataan Ahok terkait kasus bus Transjakarta nomor body LRN-045 koridor 5 yang terbakar di halte UI Salemba pagi tadi. Operator bus tersebut perusahaan Lorena.

"Bodohnya DKI nih, kita disandera oleh operator-operator yang tanda kutip selalu ngancam, kalau mau dikandangin akan kekurangan bus dan dimaki orang," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Seperti diketahui, jumlah armada Transjakarta milik Pemerintah Jakarta masih terbatas sehingga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan bus swasta. Pemerintah Jakarta tidak bisa bertindak tegas terhadap operator karena jumlah armada mereka jauh lebih banyak dan kalau sampai mereka menarik armada, efeknya bisa mengganggu layanan busway.

"Saya sudah bilang sama Transjakarta, daripada tidak aman lebih baik tidak ada bus. Makanya kalau kondisinya bagus, ya pasti bagus juga. Bus kita itu sudah tidak layak pakai semuanya, yang bagus cuma 200-an. Akan kurang bus nggak apa-apa yang dimaki saya kok," kata Ahok.

Setelah kasus bus Transjakarta terbakar di halte UI, Ahok menegaskan semua armada milik operator Lorena akan dikandangkan.

"Kita akan stop dan nggak mau lagi ambil produk mereka (merek Komodo). Kita kandangin 12 bus akan berkurang pasti," kata Ahok.

Direktur Utama PT. Transportasi Jakarta Kosasih geram kepada Lorena yang dianggap tidak menjaga kualitas bus yang dioperasikan.

Kebakaran bus tadi pagi dimulai dari kompartemen mesin yang menjalar ke body bagian belakang dari bus gandeng bermerk Komodo tersebut.

"Saya benar-benar marah kepada Lorena karena kejadian ini. Ada dua hal yang saya tegur keras langsung ke Direksi Lorena, Pertama, mereka tidak menjaga kualitas bus yang mereka operasikan," katanya.

"Bus merek Komodo yang mereka gunakan itu baru saja selesai direkondisi dan baru dioperasikan beberapa hari lalu. Tapi hari ini tiba-tiba terbakar. Apakah busnya atau pelaksanaan rekondisi di karoserinya yang bermasalah? Lalu, mengapa apinya menjalar cepat sekali? Ini artinya mereka tidak memakai bahan tahan api saat rekondisi. Quality Control mereka bagaimana?" kata Kosasih.

Kedua, Kosasih terkejut karena alat pemadam api ringan yang ada di dalam bus ternyata kosong.

"Ini pelanggaran ketentuan kontrak. Kami akan denda dua kali karena ada dua kejadian itu," kata Kosasih.

"Kami bersyukur tidak ada korban karena semua personil kami sudah terlatih untuk evakuasi penumpang. Tapi hal ini sama sekali tidak dapat diterima. Semua bus Lorena yang dioperasikan akan segera kami kandangkan untuk diperiksa oleh personil teknis kami dan juga kami minta Lorena memanggil teknisi dari Komodo untuk bersama-sama teknisi kami melakukan audit dan pemeriksaan teknis terhadap 12 bus sisanya," kata Kosasih.

Operator Lorena mengoperasikan 13 bus gandeng sesuai kontraknya dengan Badan Layanan Umum Daerah Unit Pengelola Transjakarta Busway yang sesuai Peraturan Gubernur nomor 99/2014 dan dilanjutkan oleh PT. Transportasi Jakarta terhitung mulai tanggal 1 Januari 2015.

Akibat insiden itu, Kosasih memastikan akan melakukan audit ke seluruh operator.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Operator Lorena Kacau Balau, Transjakarta Denda Mereka Dua Kali

Operator Lorena Kacau Balau, Transjakarta Denda Mereka Dua Kali

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 13:19 WIB

Bus Transjakarta Terbakar

Bus Transjakarta Terbakar

Foto | Jum'at, 03 Juli 2015 | 12:30 WIB

Transjakarta yang Terbakar di Halte Salemba UI Baru Direkondisi

Transjakarta yang Terbakar di Halte Salemba UI Baru Direkondisi

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 11:23 WIB

Transjakarta Terbakar di Halte Salemba UI

Transjakarta Terbakar di Halte Salemba UI

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 09:25 WIB

Terkini

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB