Suara.com - Istri penyidik KPK, Afif Julian Miftah, mengakui kalau teror yang diterimanya sekeluarga sempat membuat trauma. Kendati demikian, dia bercerita kalau rasa trauma tersebut tidak pernah ditunjukkan dihadapan anak-anaknya.
"Kalau trauma sih pasti, tapi di sini saya coba tutupin rasa trauma saya dari anak-anak. Takutnya nanti mereka nanya ada apa bun? Kan kasihan mereka juga nanti kalau tahu jadi takut," ujar Dewi, istri Afif saat ditemui Suara.com dikediamannya di komplek Mediterania Regency Bekasi, Selasa (7/7/2015).
Dia tidak mau banyak berkomentar saat ditanya mengenai langkah apa yang akan diambil selanjutnya oleh keluarga terkait kasus ini.
"Saya nggak mau banyak berkomentar. Semua ini sudah kami percayakan ke pihak kepolisian, nanti biar pihak kepolisian yang menindaklanjuti," tambahnya
Mengenai dugaan siapa yang berbuat teror dirumahnya, Dewi mengatakan tidak mau menuduh siapapun.
"Saya nggak mau suudzon mengenai motif dan siapa yang berbuat begini. Biar nanti itu jadi tugas dari polisi," kata Dewi.
Seperti diketahui, warga Perumahan sempat dikejutkan oleh aksi orang tak dikenal yang menaruh kotak berisi lilitan kabel yang di depan pagar rumah Afif di Jalan Anggrek Blok A, Nomor 160, pada Minggu (5/7/2015) sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut hasil penelusuran Tim Gegana Polri, kotak yang sebelumnya diduga bom ternyata hanya styrofoam yang dililit kabel dan tidak memiliki daya ledak.