Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengkritik soal sejumlah partai politik (parpol) yang membuka sekolah pendidikan bagi kadernya yang bakal maju di Pilkada DKI 2017.
Ketimbang mengajarkan soal strategi pemenangan, Ahok malah menantang parpol untuk mengharuskan kadernya membuktikan asal harta kekayaannya.
"Ya penting saja, asal berani dengan pembuktian harta terbalik juga, kalau nggak begitu ya percuma," seru Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/7/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan, pentingnya pendidikan politik sangat bagus, terlebih jika dibarengi dengan kader yang berani jujur apabila nantinya menjadi salah satu pejabat.
"Kasih contoh lah jadi model kalau kamu jadi pejabat, jangan ngomong doang. Mesti jadi model gitu lho. Pendidikan paling benar jadi model nggak ada sanksi," ujarnya lagi.
Sebelumnya, PDI Perjuangan terlebih dahulu akan membuka sekolah partai untuk menyiapkan calon kepala daerah menghadapi Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.
Selain PDI Perjuangan, pelatihan sekolah pendidikan politik juga akan diterapkan oleh Partai Demokrat.
Adanya sekolah politik yang akan dilakukan partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dimaksudkan untuk mencetak kader-kader terbaik.