Suara.com - Jelang perayaan hari raya idul fitri 1436 H, Kepolisian turut aktif menanggulangi peredaran uang palsu di masyarakat. Untuk pengawasan peredaran uang palsu itu, Polisi bekerjasama dengan Bank Indonesia dan bank swasta maupun negeri.
"Polisi akan aktif mengawasi penggunaan uang palsu dalam transaksi penjualan dan pembelian di sejumlah tempat," kata Komjen Pol Budi Waseso, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri di kantornya, Selasa (7/7/2015).
Menurut dia, kemungkinan lokasi peredaran uang palsu jelang lebaran tahun ini semakin luas dibanding tahun sebelumnya. Namun jumlah uang palsunya belum tentu meningkat.
"Ya bisa saja meningkat tempat peredarannya. Tetapi jumlahnya belum tentu. Memang dalam situasi saat ini kecenderungan penggunaan itu memang ada," ujarnya.
Peredaran uang palsu selalu lebih banyak menjelang lebaran, karena transaksi dimasyarakat tinggi.
"Karena orang banyak membeli kebutuhan, dan banyak transaksi. Saat itulah yang biasanya terjadi pemalsuan-pemalsuan," katanya.