Psikolog: Keterangan Anak yang Digergaji Tak Mengada-ada

Siswanto | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 08 Juli 2015 | 19:09 WIB
Psikolog: Keterangan Anak yang Digergaji Tak Mengada-ada
Ilustrasi anak korban kekerasan. (Shutterstock)

Suara.com - Ahli psikologi dari Rumah Perlindungan Sosial Anak Kementerian Sosial Euis Heni Mulyani menilai pengakuan yang disampaikan GT, anak usia 12 tahun yang diduga dianiaya ibu kandung bernama Sharon Rose Leasa Prabowo (47), tidak mengada-ada.

"Tidak ada identifikasi kebohongan sebab tidak bisa diputuskan secara sekilas. Assesment yang kita lihat, nggak ada kebohongan," kata Euis saat ditemui wartawan di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015). Euis mengatakan telah melakukan wawancara langsung terhadap GT.

Kasus GT terungkap ketika bocah tersebut ditemukan tetangga di ‎Kompleks Cipulir Permai, RT 15/9, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisial FT. FT yang kasihan melihat keadaan GT, lalu mengadu ke Polres Metro Jakarta Selatan. GT mengaku tangannya digergaji ibunya. Tapi, polisi masih mendalami keterangan bocah tersebut.

Euis mengatakan faktor pendukung lain yang menunjukkan GT tidak berbohong ialah gestur tubuh dan ucapannya.

Selain dilakukan tes wawancara GT juga menjalani tes inteligensi.

"Ada tes grafis, ada indikator tertentu yang menunjukkan dia tidak bohong," kata dia.

Kesimpulan ini nanti akan dicocokkan dengan hasil pendalaman yang dilakukan ahli psikologi yang dilibatkan dalam kasus GT, seperti ahli psikologi forensik dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

"Hasil psikotes dan assesment dari Kemensos akan ditampung, dites juga dan akan di combine. Ada juga dari psikolog lain," kata Euis.

Sharon siang tadi mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan bersama CY (14), anak sulungnya. Ia menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan penganiayaan terhadap GT.

Sharon membantah menganiaya GT.

"Tidak mungkin saya melakukan kekerasan terhadap anak saya sendiri," ujar Sharon.

Sharon tidak didampingi kuasa hukum. Ia mengatakan tidak perlu didampingi pencara dalam menghadapi kasus ini.

Ia berharap bisa bertemu anaknya yang sekarang dilindungi di rumah aman, Cipayung, Jakarta Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Urine Ibu Bocah yang Digergaji Tangannya Juga Diperiksa Polisi

Urine Ibu Bocah yang Digergaji Tangannya Juga Diperiksa Polisi

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 15:25 WIB

Kasus Anak Digergaji, Polres Jaksel Siapkan Psikolog

Kasus Anak Digergaji, Polres Jaksel Siapkan Psikolog

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 14:14 WIB

Bocah yang Diduga Digergaji Ibu Kini Dilindungi di Rumah Aman

Bocah yang Diduga Digergaji Ibu Kini Dilindungi di Rumah Aman

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 16:42 WIB

Ibu Diduga Gergaji Tangan Anak, Polres Jaksel Periksa Dua Orang

Ibu Diduga Gergaji Tangan Anak, Polres Jaksel Periksa Dua Orang

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 15:52 WIB

Polres Jaksel Selidiki Dugaan Ibu Gergaji Tangan Anak Sendiri

Polres Jaksel Selidiki Dugaan Ibu Gergaji Tangan Anak Sendiri

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 15:38 WIB

Terkini

Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF

Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:34 WIB

Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan

Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying

Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:24 WIB

Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran Tiba di Istiqlal Besok, Menag: Ini Kelas Berat Satu Ton Lebih!

Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran Tiba di Istiqlal Besok, Menag: Ini Kelas Berat Satu Ton Lebih!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB

Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules

Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:13 WIB

'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3

'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:05 WIB

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:50 WIB

Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana

Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:30 WIB

Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati

Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:21 WIB

Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB