Jepang Peringati 70 Tahun Peristiwa Bom Atom Nagasaki

Laban Laisila

Minggu, 09 Agustus 2015 | 22:46 WIB
Jepang Peringati 70 Tahun Peristiwa Bom Atom Nagasaki
Monumen pengingat pemboman Hiroshima. (shutterstock)

Suara.com - Jepang memperingati 70 tahun terjadinya pengeboman atom di Nagasaki yang menghilangkan nyawa 74.000 orang pada ujung berakhirnya Perang Dunia ke II

Lonceng-lonceng dibunyikan dan puluhan ribu orang pada Minggu (9/8/2015), termasuk orang-orang yang selamat dalam pengeboman beserta keluarga para korban.

Mereka mengheningkan cipta tetap pada saat ledakan bom atom terjad dan menghancurkan kota pelabuhan itu pada 9 Agustus 1945.

Perdana Menteri Shinzo Abe meletakkan karangan bunga di tengah kehadiran perwakilan dari 75 negara, termasuk duta besar Amerika Serikat untuk Jepang, Caroline Kennedy.

"Sebagai negara satu-satunya yang mendapat serangan bom atom dalam perang, saya memperbarui tekad kami untuk memimpin upaya global penghapusan senjata nuklir, untuk menciptakan dunia tanpa senjata," kata Abe saat menyampaikan pidato.

Abe juga mengatakan, negaranya akan selalu mematuhi prinsip-prinsip tanpa-nuklir yang selama ini dipegang teguh, yaitu tidak memproduksi, memiliki atau membiarkan senjata nuklir berada di wilayah Jepang.

Sebelumnya dalam sebuah upacara di Hiroshima, Abe mendapat kritik karena tidak menyebutkan ketiga prinsip itu sehingga membuat khawatir para korban yang selamat dari pengeboman, terutama saat pemimpin nasionalis itu berupaya meloloskan perundang-undangan untuk memperluas peranan militer.

Wali Kota Nagasaki Tomihisa Taue secara terang-terangan mengkritik rancangan undang-undang ketika dia berpidato.

"Kekhawatiran dan ketegangan sekarang menyebar di antara kita bahwa janji yang dibuat 70 tahun lalu dan prinsip untuk (menjaga) perdamaian dalam perundang-undangan Jepang saat ini mungkin tidak diindahkan," katanya, disambut dengan tepuk tangan riuh.

Serangan ke Nagasaki itu terjadi tiga hari setelah pesawat pengebom Amerika B-29 Enola Gay menjatuhkan sebuah bom  ke Hiroshima. Serangan itu merupakan pengeboman atom pertama sepanjang sejarah.

Dalam serangan Hiroshima, jumlah orang yang tewas diperkirakan mencapai 140.000 orang termasuk mereka yang selamat dari pengeboman itu namun kemudian meninggal karena sakit akibat radiasi. (AFP/Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jepang Mengenang 70 Tahun Pemboman Hiroshima

Jepang Mengenang 70 Tahun Pemboman Hiroshima

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 09:12 WIB

Siapa Sangka Bonsai Ini Mampu Bertahan dari Pemboman Hiroshima

Siapa Sangka Bonsai Ini Mampu Bertahan dari Pemboman Hiroshima

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2015 | 10:37 WIB

'Mencicipi' Sedapnya Laut dan Gunung Hiroshima

'Mencicipi' Sedapnya Laut dan Gunung Hiroshima

Lifestyle | Selasa, 02 Desember 2014 | 06:52 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×