Pembunuh Sekretaris Dirut XL akan Diperiksa Pakai "Lie Detector"

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Senin, 10 Agustus 2015 | 14:27 WIB
Pembunuh Sekretaris Dirut XL akan Diperiksa Pakai "Lie Detector"
Hayriantira alias Ria (Twitter @Riantira)

Suara.com - Penyidik Polda Metro Jaya akan pemeriksaan Andy Wahyudi, tersangka pembunuh Sekretaris Direktur Utama PT. XL Axiata tahun 2014, Hayriantira alias Rian, menggunakan lie detector. Alat uji kebohongan ini dipakai lantaran keterangannya selalu berubah.

"Kita akan periksa dengan lie detector untuk menguatkan alat bukti yang kita miliki," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal, Senin (10/8/2015).

Iqbal mengatakan Andy ditetapkan menjadi tersangka setelah ditemukan bukti permulaan, termasuk keterangan saksi maupun tersangka sendiri.

"Tersangka AW dalam kasus ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka, ada beberapa alat bukti yang di antaranya keterangan saksi dan keterangan tersangka, dan persesuaian alat bukti yg kita temukan di lokasi, yaitu berupa CCTV dan beberapa pihak tersangka AW ada di sana, dan juga korelasi antara beberapa tanda-tanda mayat korban dengan keterangan tersangka, artinya kesimpulannya penyidik saudara AW pelaku pembunuhan pasal 338, Pasal 340 dan Pasal 365 karena yang bersangkutan menguasai mobil korban," kata Iqbal.

Iqbal menambahkan hingga saat ini polisi masih mengembangkan kasus.

"Sekarang penyidik telah mendalami, karena penyidikan terus berlangsung dan pendalaman serta pengembangan kasus ini," katanya.
Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hasnul Suhaimi, mantan Direktur Utama PT. XL Axiata. Saat hilang pada November 2014, Rian bekerja sebagai sekretaris di perusahaan yang dipimpin Hasnul.

"Ya, pasti akan diperiksa dibutuhkan penyidik untuk memberikan keterangan, rencana hari ini," kata Iqbal.

Selain itu, penyidik juga akan meminta keterangan Tika. Tika merupakan istri Andy Wahyudi (39). Andy tak lain adalah tersangka pembunuh Rian.

Rian sebelumnya dilaporkan hilang pada April 2015 karena sejak November 2014 keluarga tak tahu kabarnya.

Dari hasil penelusuran polisi, Rian ternyata menjadi korban pembunuhan yang dilakukan AW pada Kamis (30/10/2014) di Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat.

Kepada polisi, Andy mengaku membunuh Rian karena tersinggung dibilang homo dan memiliki kemaluan kecil. Tapi, polisi tak lekas percaya.

Dari hasil pemeriksaan berikutnya, diketahui, Andy berusaha menghilangkan jejak dengan mengambil ponsel korban usai membunuh.

Menurut keterangan polisi, usai membunuh, Andy juga mengambil beberapa barang berharga, termasuk mobil dan BPKB di showroom dengan surat kuasa palsu. Ini yang menguatkan dugaan, motif pembunuhan ini mengarah ke pembunuhan berencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuh Sekretaris Dirut XL Terancam Pasal Pembunuhan Berencana

Pembunuh Sekretaris Dirut XL Terancam Pasal Pembunuhan Berencana

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 17:52 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB