Polisi Sidak ke Peternakan, Pasokan Daging di Lebak Mulai Normal

Laban Laisila | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2015 | 23:47 WIB
Polisi Sidak ke Peternakan, Pasokan Daging di Lebak Mulai Normal
Pedagang daging sapi di Pasar Kramatjati, Jakarta, Minggu (27/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pasokan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, kembali normal menyusul aksi polisi melakukan sidak ke peternakan dan tempat penggemukan sapi di sejumlah daerah.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (13/8/2015), para pedagang daging sapi kembali seperti biasa berjualan di pasar tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Sebelumnya, pedagang daging sapi melakukan aksi mogok akibat adanya pengurangan kuota sapi impor itu.

Namun, saat ini pedagang daging sapi kembali dipasok dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Lebong Rangkasbitung.

Para pengusaha daging sapi impor mendapat pasokan dari wilayah Tangerang antara lima sampai delapan ekor per hari.

"Kami merasa lega setelah para pedagang daging sapi kembali berjualan dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Orok Sukmana.

Dia mengatakan, saat ini persediaan daging sapi melimpah dan tidak terjadi kelangkaan di pasaran.

Namun, harga daging sapi relatif tinggi hingga menembus Rp120 ribu per kilogram.

Sebelumnya, ujar dia, harga daging sapi hanya Rp100 ribu per kilogram.

Karena itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Bulog agar melakukan operasi pasar (OP) daging sapi.

Biasanya, harga daging sapi melalui Bulog antara Rp85 ribu sampai 90 ribu per kilogram.

"Kami optimistis dengan OP daging sapi itu dapat menstabilkan harga daging sapi di pasaran," katanya.

Kepala Subdivre Bulog Lebak-Pandeglang Herman Sadik mengatakan pihaknya siap menggelar OP daging sapi jika pemerintah daerah mengusulkan permintaan.

"Kami siap melaksanakan OP berapapun jumlah daging sapi karena stok masih melimpah," katanya.

Sebelumnya diberitakan kalau kepolisian mulai melakukan sidak ke sejumlah peternakan dan tempat penggemukan sapi di Tangerang, Banten, dan Cileungsi, Jawa Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Temukan Ada Permainan Harga di Peternakan Sapi Cileungsi

Polisi Temukan Ada Permainan Harga di Peternakan Sapi Cileungsi

News | Kamis, 13 Agustus 2015 | 21:57 WIB

Polisi Dalami Dugaan Kartel Sapi di Cileungsi

Polisi Dalami Dugaan Kartel Sapi di Cileungsi

News | Kamis, 13 Agustus 2015 | 19:10 WIB

Pemerintah Harus Serius Perbaiki Manajemen Stok Nasional

Pemerintah Harus Serius Perbaiki Manajemen Stok Nasional

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2015 | 18:44 WIB

Anggota Polda Metro Sidak Tempat Karantina Sapi di Cileungsi

Anggota Polda Metro Sidak Tempat Karantina Sapi di Cileungsi

News | Kamis, 13 Agustus 2015 | 17:39 WIB

Terkini

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:29 WIB

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:14 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:46 WIB

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:39 WIB

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:26 WIB

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:20 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB