Amnesty Internasional dan Pemkab Aceh Utara Bahas Nasib Rohingya

Laban Laisila | Suara.com

Jum'at, 14 Agustus 2015 | 05:15 WIB
Amnesty Internasional dan Pemkab Aceh Utara Bahas Nasib Rohingya
Salah satu warga Rohingya yang mendarat di Aceh. (Reuters/Beawiharta)

Suara.com - Amnesty International Indonesia bersama Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara membahas masalah perlindungan dan penanganan pengungsi rohingya.

Kepala Bagian Humas Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara Amir Hamzah mengatakan, masalah pengungsi Rohingya sudah menjadi isu internasional sehingga tim Amnesty International berkunjung langsung ke lokasi penampungan etnis Rohingya di Aceh Utara.

"Mereka prihatin dengan masalah pegungsi Rohingya, makanya mereka langsung berkunjung ke sini. Selain itu, mereka juga telah mendapatkan informasi bahwa penanganan terhadap etnis Rohingnya sangat baik dilakukan oleh masyarakat Aceh," ujar Amir Hamzah di Lhokseumawe, Kamis (13/8/2015).

Amir Hamzah menambahkan, beberapa waktu yang lalu pihaknya juga sudah melakukan rapat dengan tim Amnesty International, yang didampingi oleh KontraS Aceh dengan kordinatornya oleh Hendra Saputra, guna untuk membahas masalah penanganan pengungsi rohingya.

Dalam rapat tersebut membahas tentang tata cara penanganan para pengungsi rohingya, mulai saat mereka terdampar hingga ditampung digedung Balai Latihan Kerja (BLK), Desa Blang Adoe, Kecamatan Kutamakmur Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Tambahnya, Amnesty International juga menanyakan, sampai kapan para pegungsi rohingya berada di Aceh Utara. Mengenai masalah tersebut, Kabah Humas Pemkab Aceh Utara mengatakan, bahwa kewenangan itu adalah pemerintah pusat.

"Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib dalam rapat itu mengatakan apabila negara ketiga tidak bersedia menampung para etnis rohingya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersedia menampung mereka," tutur Amir Hamzah.

Menurutnya, Aceh Utara telah memberikan pertolongan yang maksimal bagi para pengungsi Rohingya, saat mereka pertama sekali terdampar, Pemerintah Aceh Utara telah mengeluarkan dana sebesar Rp. 250 juta melalui dana tanggap darurat.

Hal tersebut dilakukan karena menyangkut masalah kemanusian dan nyawa orang banyak, maka pada saat pertama sekali terdampar langsung diberikan pertolongan pertama kepada mereka pencari suaka tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Tahan Hidup Sendiri, Warga Rohingya di Aceh Minta Dinikahkan

Tak Tahan Hidup Sendiri, Warga Rohingya di Aceh Minta Dinikahkan

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 15:54 WIB

Sepuluh Pengungsi Rohingya Kabur dari Penampungan di Aceh Timur

Sepuluh Pengungsi Rohingya Kabur dari Penampungan di Aceh Timur

News | Minggu, 12 Juli 2015 | 01:57 WIB

Doa Iringi Kepergian 21 Jenazah Etnis Rohingya ke Liang Lahat

Doa Iringi Kepergian 21 Jenazah Etnis Rohingya ke Liang Lahat

News | Senin, 22 Juni 2015 | 18:22 WIB

Dijual ke Pengungsi Rohingya, Remaja Putri Ini Alami Nasib Buruk

Dijual ke Pengungsi Rohingya, Remaja Putri Ini Alami Nasib Buruk

News | Senin, 22 Juni 2015 | 12:58 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB