Australia Tidak Akan Tambah Jatah Pendatang

Ardi Mandiri

Senin, 07 September 2015 | 01:16 WIB
Australia Tidak Akan Tambah Jatah Pendatang
Tentara Turki mengangkat jenazah bocah imigran yang tewas tenggelam. (Reuters/Nilufer Demir)

Suara.com - Pemimpin Australia Tony Abbott, Minggu (6/9/2015), mengatakan bahwa pihaknya akan menerima lebih banyak pengungsi Suriah di tengah bencana kemanusiaan di Eropa, tapi tidak akan menambah jatah pengungsi tahunan.

Eropa menghadapi banjir pengungsi, yang belum pernah terjadi, banyak dari mereka berasal dari Suriah, yang dilanda perang.

Dampak kemanusiaan dari bencana itu tercermin pada bocah Suriah Aylan Kurdi, yang jasadnya terdampar di pantai Turki.

Canberra mengambil sikap keras terhadap pencari suaka, yang berusaha mencapai Australia dengan perahu, dan Abbott mengatakan pada Jumat bahwa kebijakan keras diperlukan untuk mencegah kapal tenggelam di laut.

Perdana menteri itu mengatakan tergerak oleh foto bocah berusia tiga tahun tersebut dan mengirim Menteri Imigrasi Peter Dutton ke Jenewa pada Minggu untuk melakukan pembicaraan dengan badan pengungsi PBB UNHCR, di tengah dorongan dalam negeri, yang berkembang untuk mengatasi kemelut itu.

Tapi, meskipun seruan dari oposisi Partai Buruh dan Hijau untuk menambah jatah pengungsi, Abbott mengatakan jatah tahunan 2015-2016 tetap sama pada angka 13.750.

"Kami akan mengambil lebih banyak orang dari wilayah bermasalah melalui program pengungsi dan kemanusiaan, dan kami terbuka untuk memberikan bantuan keuangan lebih ke UNHCR," katanya kepada wartawan di Canberra.

Dia menolak untuk menentukan berapa banyak jumlah yang akan diterima, namun mengatakan Australia menerima hampir 4.500 pengungsi dari Irak dan Suriah tahun lalu dan "kami siap untuk menerima jumlah yang signifikan tahun ini mengingat krisis yang sedang berlangsung dan skalanya".

Fokusnya akan ditujukan pada keluarga, perempuan dan anak yang tinggal di kamp-kamp "di pinggiran Suriah", kata Abbott, terutama kelompok minoritas yang teraniaya.

Abbott menambahkan bahwa Australia sudah secara bertahap menambah kuota pengungsi tahunan - pada 2017-2018 kuotanya 16.250 dan 18.750 tahun berikutnya.

Sebaliknya, Partai Buruh sepakat pada konferensi nasional Juli untuk melipatgandakan kuota pengungsi saat ini menjadi 27.500 pada tahun 2025, sedangkan Partai Hijau telah meminta pemerintah untuk menerima tambahan 20.000 pengungsi Suriah selain alokasi tersebut.

Negara lain juga membantu termasuk Inggris, yang menerima 15 ribu pengungsi Suriah menurut laporan Sunday Times, dan Kanada, yang menerima tambahan 10 ribu orang dari Suriah dan Irak per tahun selama tiga tahun ke depan.

Berdasarkan atas kebijakan imigrasi Australia, pencari suaka yang tiba dengan perahu dikirim ke kamp pulau Pasifik di Nauru dan Papua Nugini dan diblokir dari pemukiman kembali di benua pulau itu bahkan jika mereka terbukti merupakan pengungsi.

Setelah Abbott berkuasa pada September 2013, pemerintah melancarkan operasi yang dipimpin militer untuk mengusir perahu yang memasuki perairan Australia.

Abbott mengatakan krisis saat ini membutuhkan respon keamanan, dan Australia siap untuk mengungkapkan pekan ini apakah akan memperluas kampanye udara terhadap kelompok Negara Islam di Irak ke Suriah menyusul permintaan AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim SAR Masih Cari WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Tim SAR Masih Cari WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

News | Kamis, 03 September 2015 | 19:23 WIB

14 Imigran Gelap Asal Indonesia Tenggelam di Laut Malaysia

14 Imigran Gelap Asal Indonesia Tenggelam di Laut Malaysia

News | Kamis, 03 September 2015 | 15:22 WIB

Menyedihkan, Anak Imigran Tewas Tenggelam dalam Pelayaran

Menyedihkan, Anak Imigran Tewas Tenggelam dalam Pelayaran

News | Kamis, 03 September 2015 | 06:05 WIB

Sebanyak 71 Migran Ditemukan Tewas di Dalam Truk, Eropa Berduka

Sebanyak 71 Migran Ditemukan Tewas di Dalam Truk, Eropa Berduka

News | Selasa, 01 September 2015 | 10:44 WIB

Terkini

Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:16 WIB

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:58 WIB

Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman

Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:15 WIB

Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:30 WIB

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:05 WIB

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:06 WIB

Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini

Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:51 WIB

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:10 WIB

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:21 WIB

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:55 WIB