Kebakaran Hutan, SBY: Pak Jokowi Harus Tongkrongin

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 08 September 2015 | 13:40 WIB
Kebakaran Hutan, SBY: Pak Jokowi Harus Tongkrongin
SBY dan Presiden Jokowi saat menghadiri pembukaan Kongres IV Partai Demokrat, Selasa (12/5) di Surabaya. (Antara)

Suara.com - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Joko Widodo menyelesaikan kasus kebakaran hutan yang kini kembali terjadi di kawasan Sumatera, terutama Riau. Bahkan Jokowi perlu intens mengawasi kebakaran itu.

Selain itu pihak kepolisian pun harus bisa mengusut penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan terjadinya kepulan asap di beberapa daerah di Indonesia. Ketua Umum Partai Demokrat ini juga meminta polisi menangkap pelaku utama yang diduga sengaja melakukan pembakaran lahan.

"Cepet, tegur, tangkap, provokator, penyandang dana tangkap. Jangan menyalahkan yang lain- lain. Padahal mereka yang biasanya membakar tidak diapa-apakan. Jadi sebetulnya inilah pergulatan kita," kata SBY di Gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).

SBY menduga jika kebakaran hutan dan lahan ini 70 persen disebabkan oleh faktor kesengajaan.

"Saya analisis, saya kaji, saya ikuti terus sambil menyelesaikan masalah itu, komponen itu mungkin sekitar 30 persen. 70 persen dibakar, jangan ada dusta diantara kita. Siapa yang membakar? Sebagian perusahaan untuk efisiensi nyuruh orang lain, bakar. Kemudian ada rakyat yang memiliki kebun kecil-kecil. Yang lain ngebakar, yauda bakar aja. Nah yang kena ratusan ribu orang teriak-teriak," katanya.

"Pak Jokowi harus tongkrongin, mendisplinkan itu jalan. Leadership di butuhkan tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional. Ini nggak boleh, meski soal asap tidak mematikan, tapi bisa bikin kanker dan sebagainya," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan aparat keamanan menindak tegas perusahaan-perusahaan yang membakar lahan sehingga menyebabkan kabut asap di 6 provinsi.

"Sudah saya perintahkan ke Kapolri untuk ditindak setegas-tegasnya, sekeras-kerasnya untuk perusahaan yang tidak mematuhi," ujar Presiden Jokowi saat meninjau kebakaran hutan di Dusun Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Selatan, Minggu.

Presiden juga mengingatkan kepada seluruh kementerian lembaga, TNI/Polri, dan semua yang terkait, bahwa tindakan yang terbaik adalah tindakan preventif. Mengenai perusahaan yang tidak mematuhi untuk tidak membakar lahan, diminta untuk bertanggung jawab.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa tidak sekali dua kali pihaknya menyampaikan peringatan kepada sejumlah perusahaan peekebunan yang membakar lahannya. Karena para perusahaan perkebunan tersebut sebetulnya juga harus bertanggungjawab terhadap kanan kirinya, terhadap hak yang sudah diberikan pemerintah kepada mereka, ujar Presiden Jokowi.

"Sudah saya sampaikan ke Kemenhut, kalau iya cabut-cabut, kalau ada pidananya nanti diproses di Kapolri," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu Presiden juga mengingatkan bahwa dirinya telah menggerakan orang untuk mengawasi dan mengontrol agar tidak terjadi kebakaranan sejak April 2015.

"Jangan sudah kebakaran luas ini menjadi sulit. Jadi tadi saya sampaikan, saya tidak ingin lagi bicara masalah penyebabnya apa, solusinya apa. Semuanya sudah tahu apa yang harus dilakukan," ujar Jokowi.

Namun saat ini, Presiden Jokowi meminta untuk segera menyelesaikan masalah kebakaran lahan di lapangan. Sementara tahun depan, pencegahan harus dinomorsatukan. Menurut Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar, tahun lalu lahan yang terbakar sebanyak 8.000 ha sekarang 1.000 ha.

"Tetapi 1.000 ha kalau sudah seperti ini penanganannya sangat sulit," Presiden Jokowi menegaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

April Tahun Depan TNI Buka Posko Pengintai Kebakaran Hutan

April Tahun Depan TNI Buka Posko Pengintai Kebakaran Hutan

News | Senin, 07 September 2015 | 20:45 WIB

Jaksa Agung Minta Kapolri Ungkap Otak Pembakaran Hutan

Jaksa Agung Minta Kapolri Ungkap Otak Pembakaran Hutan

News | Senin, 07 September 2015 | 16:14 WIB

Kebakaran Hutan di Palangka Raya Rambah Pemukiman

Kebakaran Hutan di Palangka Raya Rambah Pemukiman

News | Senin, 07 September 2015 | 01:44 WIB

Ratusan Hektare Hutan Way Kambas Kembali Terbakar

Ratusan Hektare Hutan Way Kambas Kembali Terbakar

News | Senin, 07 September 2015 | 00:39 WIB

Kabut Asap Meluas, Pemerintah Siapkan Operasi Darurat

Kabut Asap Meluas, Pemerintah Siapkan Operasi Darurat

News | Sabtu, 05 September 2015 | 16:50 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB