BNPB Ultimatum Pemda Tuntaskan Kebakaran Hutan dalam Dua Pekan

Ardi Mandiri | Suara.com

Kamis, 10 September 2015 | 06:21 WIB
BNPB Ultimatum Pemda Tuntaskan Kebakaran Hutan dalam Dua Pekan
Kebakaran Hutan di Sumsel

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Willem Rampangilei, memberi ultimatum kepada pemerintah daerah di tiga provinsi di Sumatera, yakni Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan untuk segera menuntaskan pemadaman kebakaran dan bencana asap dalam dua pekan ke depan.

"Setiap tugas pokok harus ada timeframe (target). Dalam waktu dua minggu harus berupaya semaksimal mungkin atasi masalah kebakaran dan asap," tegas Willem Rampangilei di Posko Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (9/9/2015).

Willem yang baru menjabat Kepala BNPB menggantikan Syamsul Maarif mengatakan hal tersebut di hadapan Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Komandan Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI Nurendi, Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan dan sejumlah pejabat lainnya.

Mantan perwira TNI AL berpangkat Laksamana Muda itu mengatakan kedatangannya ke Riau adalah untuk mempertegas instruksi Presiden Joko Widodo saat pelantikannya pada 7 September lalu, bahwa kebakaran dan bencana asap harus segera ditanggulangi.

Dengan target dua minggu tersebut, semua masalah kebakaran dan asap harus kelar pada tanggal 23 September. Ia mengatakan akan segera turun ke Jambi dan Sumatera Selatan untuk meninjau penanganan di daerah tersebut.

Ketiga provinsi tersebut menjadi prioritas penanganan dengan segera karena intensitas kebakaran dinilai paling tinggi, meski kebakaran juga terjadi di Kalimantan.

"Kalau dalam dunia tentara, apabila sudah ada target tapi ternyata baru selesai pada tanggal 5 Oktober, berarti misi telah gagal," katanya.

Ia menjabarkan, indikator yang harus dicapai selama dua pekan ke depan adalah tidak boleh ada lagi kebakaran lahan dan hutan di area baru, operasional Bandara Sultan Syarif Kasim II harus normal selama 24 jam penuh, aktivitas sekolah tidak boleh lagi terganggu dan tidak boleh ada lagi penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Menurut dia, semua itu bisa dilakukan apabila pemerintah daerah bersama semua pemangku kepentingan dan masyarakat meningkatkan kegiatan proses pemadaman, penegakan hukum, dan pelayanan kesehatan secara simultan.

"Kedatangan tim BNPB ke Riau bukan untuk mengambil alih kontrol dan komando dari Satgas, melainkan untuk memperkuat dan memberikan pendampingan," katanya.

Setelah proses pemadaman, lanjutnya, pemerintah daerah perlu fokus pada upaya preventif ke depannya agar masalah yang sama tidak terulang lagi.

Willem kembali menegaskan ultimatum tersebut saat meninjau proses pemadaman kebakaran di lahan rawa gambut di daerah Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.

Ia menyadari banyak kekurangan yang perlu diperkuat untuk membantu proses pemadaman di lapangan seperti keterbatasan sumber air dan infrastruktur menuju lokasi kebakaran yang jauh dari jalan. "Kita akan bantu tempat penampungan air karena sumber air memang sulit di lapangan," katanya.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto menambahkan pihaknya siap membantu sokongan dana yang dibutuhkan untuk pemadaman melalui anggaran dana siap pakai sebesar Rp385 miliar. Dana tersebut bisa digunakn untuk penanggulangan kebakaran di enam provinsi.

"Sebagian besar dana tersebut untuk sewa helikopter, pesawat Casa dan CN 235 dan pesawat Hercules apabila dibutuhkan," kata Tri Budirto. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap, Jambi Diprediksi Hujan Ringan Besok

Kabut Asap, Jambi Diprediksi Hujan Ringan Besok

News | Rabu, 09 September 2015 | 15:52 WIB

Jarak Pandang Kabut Asap di Bandara Pekanbaru Membaik

Jarak Pandang Kabut Asap di Bandara Pekanbaru Membaik

News | Rabu, 09 September 2015 | 12:38 WIB

Begini Cara Kurangi Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap

Begini Cara Kurangi Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap

Health | Rabu, 09 September 2015 | 12:31 WIB

Titik Api di Sumatera Terus Bertambah

Titik Api di Sumatera Terus Bertambah

News | Rabu, 09 September 2015 | 12:06 WIB

Terkini

Jangan Cari Kenyamanan Pribadi, Menhaj ke Petugas Haji: Kita Datang untuk Melayani, Bukan Dilayani!

Jangan Cari Kenyamanan Pribadi, Menhaj ke Petugas Haji: Kita Datang untuk Melayani, Bukan Dilayani!

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:55 WIB

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:55 WIB

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:52 WIB

Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa

Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:49 WIB

Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia

Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:48 WIB

Vietnam Uji Coba Larangan Motor Bensin di Pusat Kota Hanoi, Langkah Serius Tekan Polusi Udara

Vietnam Uji Coba Larangan Motor Bensin di Pusat Kota Hanoi, Langkah Serius Tekan Polusi Udara

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:40 WIB

Kepala BGN Tegaskan 19.000 Sapi Bukan Kebutuhan Harian MBG: Hanya Simulasi

Kepala BGN Tegaskan 19.000 Sapi Bukan Kebutuhan Harian MBG: Hanya Simulasi

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:39 WIB

Kapal Kontainer Ditembak Kapal Perang di Dekat Selat Hormuz

Kapal Kontainer Ditembak Kapal Perang di Dekat Selat Hormuz

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:35 WIB

Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine

Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:26 WIB

40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam

40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:22 WIB