KPU: Waspadai Politik Uang di Pilkada Serentak

Ardi Mandiri

Jum'at, 11 September 2015 | 00:17 WIB
KPU: Waspadai Politik Uang di Pilkada Serentak
KPU Ferry Kurnia

Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan perlunya mewaspadai politik uang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelar 9 Desember 2015.

"Yang perlu diwaspadai 'money politic', kejahatan luar biasa yang kita ingin tekan menjadi 'zero' (nol/tidak ada)," katanya dalam diskusi awasi pelanggaran pilkada, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, pilkada serentak kali ini yang menganut asas non diskriminatif, kesetaraan dan keadilan sehingga dana kampanye yang dibutuhkan tidak sebesar sebelumnya.

Sesuai dengan UU No 8/2015 tentang Pilkada maka kampanye akan dibiayai negara baik melalui APBN maupun APBD lewat KPU Provinsi untuk pemilihan gubernur dan KPU Kabupaten/Kota untuk pemilihan wali kota maupun bupati.

KPU menyiapkan alat peraga kampanye mulai baliho, spanduk, reklame, stiker. Begitu pula dengan alat peraga kampanye di sejumlah media massa cetak, elektronik, dan online. Selain itu juga debat terbuka.

Sedangkan kampanye yang tidak dibiayai negara seperti pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog serta kegiatan yang tidak ada larangan juga dibatasi dengan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2015 tentang dana kampanye.

Sehingga Ferry Khawatir hal ini membuat pasangan calon rentan menggunakan dana kampanye yang dikumpulkannya untuk politik uang.

Anggota Badan Pengawas Pemilu Nelson Simanjuntak mengatakan, kesadaraan masyarakat terhadap kejahatan politik uang belum terbentuk.

"Pemberian uang dalam pemilu merupakan suatu kejahatan, tapi celakanya masyarakat menilai itu bukan kejahatan, tapi kesempatan memperoleh uang," katanya.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya membentuk kesadaran bersama bahwa politik uang adalah kejahatan yang tidak bisa ditolerir.

Selain itu, ia mengakui sumber daya manusia dalam pengawasan pemilu hingga tempat pemungutan suara (TPS) masih sangat kurang. Oleh karenanya perlu upaya terus menerus dalam pemberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia untuk mengawasi pemilu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota Komisi II Minta KPU dan Bawaslu Jangan Tabrak Aturan

Anggota Komisi II Minta KPU dan Bawaslu Jangan Tabrak Aturan

News | Rabu, 09 September 2015 | 12:06 WIB

LIPI: Persiapan Pilkada Serentak Banyak Kelemahan

LIPI: Persiapan Pilkada Serentak Banyak Kelemahan

News | Selasa, 08 September 2015 | 02:13 WIB

Panwaslu Solo Usut Dugaan Politik Uang Pasangan Anung-Fajri

Panwaslu Solo Usut Dugaan Politik Uang Pasangan Anung-Fajri

News | Selasa, 01 September 2015 | 17:44 WIB

Mendagri Sebut 10 Daerah Rawan Konflik Pilkada

Mendagri Sebut 10 Daerah Rawan Konflik Pilkada

News | Kamis, 27 Agustus 2015 | 06:56 WIB

Terkini

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

×