Kian Pekat, Kabut Asap di Kalimantan Utara

Ardi Mandiri

Jum'at, 11 September 2015 | 05:17 WIB
Kian Pekat, Kabut Asap di Kalimantan Utara
Ilustrasi kabut asap. (Antara/Wahdi Septiawan).

Suara.com - Kabut asap kian lebat di Kalimantan Utara sehingga sudah mengganggu aktivitas perhubungan udara, sehingga penerbangan di Bandara Tarakan dan Bulungan sempat dibatalkan, termasuk di Bandara Berau, Kalimantan Timur yang bertetangga dekat dengan Kaltara.

Dilaporkan di Tanjung Selor, Kamis (10/9/2015), sejumlah penumpang pesawat tujuan Berau dari berbagai daerah memadati Bandara Juwata Tarakan akibat ditutupnya Bandara Kalimarau Berau akibat diselimuti kabut asap yang membahayakan penerbangan sehingga penerbangan dialihkan ke wilayah terdekat, yakni Kaltara.

Para penumpang tujuan Berau yang diturunkan di Bandara Tarakan itu akhirnya menggunakan perahu cepat (speedboat) Tarakan-Tanjung Selor dan selanjutnya dari Ibu Kota Kalimantan Utara itu menggunakan transportasi darat (carter mobil sewaan) ke Berau yang jaraknya sekitar tiga jam perjalanan.

Bandara Kalimarau benar-benar tertutup kabut asap karena posisi berada cukup jauh dari laut. Sedangkan Bandara Tarakan meskipun juga sempat tertutup kabut asap namun karena letaknya di tepi pantai maka kondisi tersebut tertolong dengan angin kencang yang mampu menghembus kabut asap.

Sedangkan dampak kabut asap juga mulai terasa bagi jalur transportasi laut meskipun tidak terlalu parah ketimbang pada jalur udara.

"Kadang-kadang memang kabut asap begitu pekat terutama pagi dan sore hari tapi saat siang, ketika angin berembus kencang, cuaca cukup baik untuk pelayaran," kata Ardian, salah satu motoris kapal bermotor milik Pemprov Kaltim.

Misalnya, seperti kemarin, kata dia, saat sore hari Pulau Tarakan sempat tidak terlihat akibat kabut asap saat berlayar dari muara Sungai Kayan menuju Pulau Tarakan.

"Tapi siang harinya, kondisi di lautan tidak separah pagi dan sore," ujarnya.

Pihak Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Utara memperkirakan kondisi cuaca itu akibat kabut asap kiriman dari pembakaran lahan dan hutan di daerah lain, misalnya, kemarin titik api (hot spot) terbanyak di wilayah Berau, Kalimantan Timur. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap di Kalimantan Tengah Makin Parah

Kabut Asap di Kalimantan Tengah Makin Parah

News | Kamis, 10 September 2015 | 08:55 WIB

Gunakan Masker Ini Untuk Hindari Polusi

Gunakan Masker Ini Untuk Hindari Polusi

Health | Rabu, 09 September 2015 | 20:59 WIB

Asap Kebakaran Hutan Buat Kualitas Udara Pontianak Sangat Buruk

Asap Kebakaran Hutan Buat Kualitas Udara Pontianak Sangat Buruk

News | Rabu, 09 September 2015 | 16:12 WIB

Kabut Asap, Jambi Diprediksi Hujan Ringan Besok

Kabut Asap, Jambi Diprediksi Hujan Ringan Besok

News | Rabu, 09 September 2015 | 15:52 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:17 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Review Drama Love Designer, Kisah Cinta Seorang Designer dan Bos E-Commerce

Review Drama Love Designer, Kisah Cinta Seorang Designer dan Bos E-Commerce

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:00 WIB

Lampung Bersiap Transformasi dari Lumbung Mentah Jadi Raksasa Hilirisasi Pangan Nasional

Lampung Bersiap Transformasi dari Lumbung Mentah Jadi Raksasa Hilirisasi Pangan Nasional

Lampung | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:54 WIB

Perkara Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Nyaris ke Level Rp18.000 Lagi

Perkara Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Nyaris ke Level Rp18.000 Lagi

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:48 WIB

×