Akhirnya, Bendera Palestina Berkibar di Markas PBB

Liberty Jemadu

Jum'at, 11 September 2015 | 13:17 WIB
Akhirnya, Bendera Palestina Berkibar di Markas PBB
Bendera Palestina berkibar dalam sebuah laga sepak bola di Jalur Gaza pada 6 Agustus lalu (Reuters/Mohammed Salem).

Suara.com - Bendera Negara Palestina akan segera berkibar di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah Majelis Umum PBB dengan suara mayoritas menerima resolusi yang Palestina tawarkan.

Dari 193 negara anggota PBB yang mengikuti pemilihan suara, 119 di antaranya menerima resolusi tersebut.

Amerika Serikat dan Israel termasuk dalam delapan negara yang menolak resolusi yang menyatakan bahwa bendera dari negara pemantau nonanggota PBB, seperti Palestina, "harus dikibarkan di markas PBB di New York dan di kantor-kantor PBB bersama-sama dengan bendera-bendera negara anggota".

Sebagian besar dari 28 negara anggota Uni Eropa termasuk dalam 45 negara yang memilih abstain dalam pemungutan suara itu. Prancis, Swedia, Spanyol, Irlandia, Slovenia, Luksemburg, Belgia, Malta, dan Polandia adalah negara-negara Uni Eropa yang mendukung resolusi itu.

"Ini adalah sebuah langkah menuju pengakuan Palestina sebagai anggota penuh PBB," kata Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah, kepada wartawan di Paris, Prancis, Kamis (10/9/2015).

Selain Palestina, Vatikan adalah negara yang juga mendapat status negara pemantau nonanggota. Vatikan sendiri belum memutuskan untuk mengibarkan benderanya di markas PBB, bersanding dengan Palestina.

Palestina awalnya mengajukan rancangan resolusi itu sebagai sebuah upaya bersama dengan Vatikan, tetapi Tahta Suci mengatakan tidak akan ikut mensponsori resolusi itu dan meminta namanya dihapus dari rancangan tersebut.

Resolusi itu sendiri mengatakan bahwa bendera negara-negara pemantau nonanggota akan dikibarkan dalam 20 hari setelah rancangan itu disahkan. Para diplomat Palestina berharap bahwa benderanya akan dikibarkan di New York pada 30 September, ketika Presiden Mahmoud Abbas berpidato dalam pertemuan tahunan para kepala negara di Majelis Umum PBB.

Duta besar Israel untuk PBB, Ron Prosor, mengecam Majelis Umum PBB karena menerima resolusi itu. Ia mengatakan bahwa jika menerima resolusi Palestina itu, maka "Majelis Umum juga bisa menerima resolusi yang menyatakan bahwa Bumi itu datar".

Sementara Duta Besar AS, Samantha Power, mengatakan pengibaran bendera Palestina di markas PBB tak akan membantu proses perdamaian negara itu dengan Israel.

Pada 2012 Majelis Umum sendiri telah secara de facto mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, meski urung mengakuinya sebagai anggota penuh PBB. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sabet Tentara Israel, Warga Palestina Tewas Tertembus Peluru

Sabet Tentara Israel, Warga Palestina Tewas Tertembus Peluru

News | Minggu, 16 Agustus 2015 | 04:46 WIB

Israel Tembak Mati Remaja Palestina

Israel Tembak Mati Remaja Palestina

News | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 03:00 WIB

Peringati Hari Al-Quds, Ormas Islam Demo Kedubes AS

Peringati Hari Al-Quds, Ormas Islam Demo Kedubes AS

News | Jum'at, 10 Juli 2015 | 15:50 WIB

Sulitnya Salat Jumat Pertama Ramadan Bagi Warga Palestina

Sulitnya Salat Jumat Pertama Ramadan Bagi Warga Palestina

Ramadan | Sabtu, 20 Juni 2015 | 06:14 WIB

Terkini

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:04 WIB

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:00 WIB

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:56 WIB

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:52 WIB

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:51 WIB

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:50 WIB

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:41 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

×