Kasus Bocah Dalam Kardus, Siapa Dua Saksi Potensial Itu?

Siswanto | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 06 Oktober 2015 | 12:41 WIB
Kasus Bocah Dalam Kardus, Siapa Dua Saksi Potensial Itu?
Warga memadati rumah duka Putri Nur Fauziah ‎di Kampung Rawa Lele, Gang H. Yunus, Kalideres, Jakarta Barat‎, Selasa (6/10/2015). [suara.com/Erick Tanjung]
Polisi masih konsentrasi pada pendalaman keterangan yang diberikan dua saksi kasus pembunuhan Putri Nur Fauziah alias Eneng (9). Kapolres Jakarta Barat Kombes Rudi Heriyanto Adi Nugroho mengatakan keterangan kedua saksi akan dicocokkan dengan barang bukti yang sudah dikumpulkan polisi.

"Difokuskan lagi masih harus didalami lagi untuk kita cocokkan antara keterangan saksi dengan barang bukti lainnya," kata Rudi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/10/2015).

Eneng merupakan murid kelas dua SD Negeri 05 Kalideres Pagi, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di Jalan Sahabat RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.30 WIB. Ia dibunuh dan jenazahnya dimasukkan dalam kardus. Saat ditemukan, bagian kemaluan dan mulut Eneng mengeluarkan darah. Tangannya diikat lakban, dia ditelanjangi.

Rudi belum mau menyebut nama ataupun inisial dua saksi potensial tersebut. Menurut informasi yang diperoleh wartawan, satu saksi merupakan seorang residivis yang ditinggal di bedeng dekat tempat kejadian perkara dan satu saksi lagi berinisial A.

Rudi mengatakan proses pengungkapan kasus sedang berjalan. Polisi akan berhati-hati dalam menetapkan tersangka.

"Belum, kan kita belum tahu siapa tersangkanya nanti dalam perkembangan selanjutnya kita lihat. Kira-kira yang menjadi potensial suspect siapa?," katanya.

Suara.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan penyidik masih memeriksa dua saksi secara intensif.

"Saat ini masih ada dua orang yang diperiksa secara intensif. Perlu diingat, mereka ini belum tersangka, dan masih menjadi saksi," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015).

Krishna menyebut kedua saksi sebagai saksi potensial.

"Dua orang ini saat ditanya tim penyidik alibinya tidak cukup akurat. Dan dari sana pun kami melakukan pemeriksaan terhadap dua orang ini. Karena Mereka ini adalah saksi yang potensial," ujarnya.

Untuk mengungkap kasus tersebut, penyidik Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan kedokteran forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan DNA kedua saksi.

"Dua orang yang kita periksa saat ini diperlukan karena nantinya kita ingin mencocokkan DNA lain yang menempel di tubuh korban. Jika memang adanya kecocokan, nantinya kami akan tingkatkan lagi kasus ini menjadi tersangka," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota DPR Minta Pembunuh Bocah Dalam Kardus Dihukum Mati

Anggota DPR Minta Pembunuh Bocah Dalam Kardus Dihukum Mati

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 12:27 WIB

Kasus Bocah Dalam Kardus, Negara Dianggap Seperti Macan Ompong

Kasus Bocah Dalam Kardus, Negara Dianggap Seperti Macan Ompong

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 10:52 WIB

Bocah Dalam Kardus, Anggota DPR Minta Pemerintah Lakukan Ini

Bocah Dalam Kardus, Anggota DPR Minta Pemerintah Lakukan Ini

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 10:42 WIB

Pertemuan Terakhir dengan Si Eneng, Bocah Perempuan Dalam Kardus

Pertemuan Terakhir dengan Si Eneng, Bocah Perempuan Dalam Kardus

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 10:31 WIB

Bantu Penyidikan, KPAI Hari Ini Datangi TKP

Bantu Penyidikan, KPAI Hari Ini Datangi TKP

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 08:49 WIB

Terkini

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB