Posisi PM Malaysia Najib Razak Genting

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 15 Oktober 2015 | 06:16 WIB
Posisi PM Malaysia Najib Razak Genting
PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak temui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/10). (Antara)

Suara.com - Parlemen Malaysia akan bertemu dengan Perdana Menteri Najib Razak untuk melakukan hak bertanya soal skandal 'rekening gendut' 1Malaysia Development Bhd (1MDB). Hal itu akan dilakukan, Senin (19/10/2015) pekan depan.

Posisi PM Najib sampai saat ini belum goyang karena peran partainya UMNO di parlemen lebih mendominasi. Sementara publik menuntut agar Najib turun menyusul mosi tak percaya bergulir.

Posisi Najib pun makin genting di kala teman politisi satu partainya di parlemen berbalik bersikap tak percaya dengan Najib. Beberapa pemimpin senior dari UMNO, termasuk mantan wakil perdana menteri sekaligus calon penggantinya, Najib Muhyiddin Yassin menndukung gerakan mantan perdana menteri Mahathir Mohamad. Dia mengkritik Najib dan menginisiasi pemanggilan Najib untuk membicarakan skandal korupsi 1MDB.

"Kami telah memutuskan pada prinsipnya untuk memindahkan mosi tidak percaya di parlemen," kata anggota parlemen sekaligus pimpinan partai oposisi PKR, Tian Chua.

"Kami pasti perlu berkolaborasi dengan beberapa pemimpin dari koalisi yang berkuasa. Tapi sekarang ada kesempatan untuk mengesampingkan kepentingan lain dan fokus pada kasus skandal," lanjutnya.

Hanya saja penggalangan mosi tak percaya di parlemen sulit dilakukan, apalagi mempengarui partai pemerintahan. Blok oposisi di parlemen hanya 25 persen.

Hanya saja, tekanan untuk Najib bukan hanya mengandalkan skandal 1MDB saja. Misal saja pada pembahasan Trans-Pacific Partnership.

"Ada banyak cara untuk menyatakan keberatan. Bahkan jika parlemen menolak anggaran Najib, yang akan berarti tidak percaya terhadap Perdana Menteri. Ini akan menjadi hal serius," kata Wan Saiful Wan Jan, chief executive dari Institute untuk Demokrasi dan Urusan Ekonomi (IDEAS). (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Bertemu PM Malaysia Siang Ini Bahas soal Asap?

Jokowi Bertemu PM Malaysia Siang Ini Bahas soal Asap?

News | Minggu, 11 Oktober 2015 | 11:39 WIB

PM Malaysia Dituduh Pakai Polisi Sebagai 'Alat Kekuasaan'

PM Malaysia Dituduh Pakai Polisi Sebagai 'Alat Kekuasaan'

News | Senin, 21 September 2015 | 11:13 WIB

Malaysia Akan Libatkan Militer 'Lawan' Kelompok Anti Pemerintah

Malaysia Akan Libatkan Militer 'Lawan' Kelompok Anti Pemerintah

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 14:04 WIB

Terkini

Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak

Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak

News | Senin, 27 April 2026 | 11:19 WIB

Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!

Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!

News | Senin, 27 April 2026 | 11:06 WIB

Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok

Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok

News | Senin, 27 April 2026 | 10:56 WIB

Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan

Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan

News | Senin, 27 April 2026 | 10:49 WIB

Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?

Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?

News | Senin, 27 April 2026 | 10:47 WIB

Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh

Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh

News | Senin, 27 April 2026 | 10:44 WIB

Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha

Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha

News | Senin, 27 April 2026 | 10:39 WIB

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi

News | Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB

Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat

Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat

News | Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB

Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

News | Senin, 27 April 2026 | 10:32 WIB