Belajar dari Kerukunan Beragama di Maluku

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 18 Oktober 2015 | 14:44 WIB
Belajar dari Kerukunan Beragama di Maluku
Ilustrasi toleransi beragama. (Shutterstock)

Suara.com - Di Maluku, terdapat laboratorium kerukunan umat beragama. Ini untuk mempertahankan toleransi beragama pascakerusuhan SARA.

Tokoh Katholik, Yong Ohoitimur mengatakan kehidupan bersama dalam perasaan persaudaraan berkembang dan bertumbuh melalui perjumpaan dengan saling menyapa di Maluku. Ini perlu terus dibangun dan dijaga keutuhannya.

"Saya kira ini menjadi model kehidupan beragama yang perlu dibangun dan dijaga keutuhannya. Sehingga laboratorium kerukunan umat beragama di Maluku tidak hanya slogan tetapi benar-benar nyata dalam kehidupan sehari-hari," kata Tokoh Katholik, Prof. DR. Yong Ohoitimur, di Ambon, Minggu (18/10/2015).

Dia menyatakannya saat diskusi Publik dengan tema "Agama di Tengah Realitas Sosial yang Terus Berubah". Diskusi ini digelar dalam rangka Yubelium 100 tahun Uskup Anderas Sol MSC, 19 Oktober 2015 besok. Menurut Yong, laboratorium perdamaian, bagaimana hubungan antarkomunitas yang harmonis dengan saling menyapa tanpa ada sekatan, dan menjadi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari.

"Laboratorium, semangatnya adalah tempat untuk orang belajar, bagaimana interaksi sosial yang terjadi antarkomunitas yang berbeda keyakinan. Sebenarnya ini menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia, khususnya daerah yang mengalami konflik seperti Tolikara di Papua dan Singkil di Aceh," katanya.

Menurutnya, agama-agama di Indonesia dengan Kitab Suci yang diturunkan sudah final. Tetapi sebagai manusia yang membaca ayat-ayat dalam kitab suci itu, begitu dinamis dalam realitas sosial yang terus berkembang.

"Dinamika sosial salah satu unsurnya sangat berpengaruh dari cara kita membaca kitab suci, cara memahami dan cara mempraktekan. Orang beragama sangat dinamis dan tergantung dari cara memahami agama yang dianutnya," kata Yong.

Menanggapi anjuran tentang sinkretis, menurut dia, sangat berbahaya karena akan meruntuhkan seluruh apa yang diperjuangkan melalui dialog.

"Kerukunan itu bukan soal sinkretisme. Karena itu, orang yang terlibat dalam dialog beragama identitas harus jelas. Kalau seorang Katolik harus mengatakan hidup yang benar sesuai ajaran agama Katolik. Begitu juga dengan agama yang lain, kalau kehidupan agamanya tidak benar, akan tidak bisa berdialog secara sehat," tandas Yong.

Penghayatan agama saat ini menjadi persoalan menurut Yong. Orang yang mempunyai pilihan harus konsekuen dengan pilihannya itu.

"Jadi, menurut saya agama selalu benar tetapi cara beragama kita yang seringkali tidak benar. Karena itu, proses beragama yang baik perlu dibangun dari Maluku, karena sesudah kerusuhan ada kebangkitan atau penataan kembali hidup baru," ujar Yong.

"Kalau diterjemahkan dalam teologi Kristen, sesudah penderitaan di salib ada kebangkitan. Jadi, kalau kita refleksikan Maluku khususnya Ambon, ini sebuah proses indah yang luar biasa. Bagi orang Kristen, Yesus sendiri menempuh jalan ini, penderitaan tetapi bangkit dengan hidup baru, dan sekarang masyarakat di daerah ini menikmati hidup baru," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Perdamaian Dunia dan Toleransi

Hari Perdamaian Dunia dan Toleransi

Foto | Minggu, 20 September 2015 | 18:26 WIB

Cerita Toleransi Warga di Sekitar Gereja yang Dibakar di Bantul

Cerita Toleransi Warga di Sekitar Gereja yang Dibakar di Bantul

News | Kamis, 23 Juli 2015 | 07:24 WIB

Solo Ingin Dijadikan Contoh dalam Toleransi Antarumat Beragama

Solo Ingin Dijadikan Contoh dalam Toleransi Antarumat Beragama

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 21:20 WIB

Pengurus Gereja GBI Saman Bantul Akui Belum Punya IMB

Pengurus Gereja GBI Saman Bantul Akui Belum Punya IMB

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 15:10 WIB

Kapolri Sebut Pembakaran Gereja Bantul Gara-gara IMB

Kapolri Sebut Pembakaran Gereja Bantul Gara-gara IMB

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 12:36 WIB

Jelang Lebaran, Warga Sekitar Klenteng Selalu Kebagian Bingkisan

Jelang Lebaran, Warga Sekitar Klenteng Selalu Kebagian Bingkisan

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 05:59 WIB

Kenangan Warga Keturunan Tionghoa Akan Bapak Toleransi, Gus Dur

Kenangan Warga Keturunan Tionghoa Akan Bapak Toleransi, Gus Dur

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 07:01 WIB

Harmonis, Masjid dan Kelenteng Ini Kerap Gelar Acara Bersama

Harmonis, Masjid dan Kelenteng Ini Kerap Gelar Acara Bersama

News | Selasa, 21 Juli 2015 | 20:18 WIB

Kelenteng Boen Tek Bio Tak Pernah Khawatir soal Intoleransi

Kelenteng Boen Tek Bio Tak Pernah Khawatir soal Intoleransi

News | Selasa, 21 Juli 2015 | 18:34 WIB

Ini Cerita Toleransi dari Gereja dan Masjid di Bintaro

Ini Cerita Toleransi dari Gereja dan Masjid di Bintaro

News | Selasa, 21 Juli 2015 | 13:51 WIB

Terkini

Cara Dapat Beasiswa Riset BAZNAS 2026, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

Cara Dapat Beasiswa Riset BAZNAS 2026, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:37 WIB

Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar

Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 17:35 WIB

DKI Jakarta Angkat 15 PNS Disabilitas, Masih Ada 73 Kuota yang Belum Terisi

DKI Jakarta Angkat 15 PNS Disabilitas, Masih Ada 73 Kuota yang Belum Terisi

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:34 WIB

Bye Bibir Kering! Ini 5 Lip Balm Madu yang Ampuh Melembapkan

Bye Bibir Kering! Ini 5 Lip Balm Madu yang Ampuh Melembapkan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:30 WIB

Gaya Listyo Sigit Prabowo dengan Bintang 4 di Kerah Baju dan Jas Dicibir Publik

Gaya Listyo Sigit Prabowo dengan Bintang 4 di Kerah Baju dan Jas Dicibir Publik

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:21 WIB

Fantastis! Harta Kekayaan Ariyo Windutomo, Plt KSP Pengganti Listyo Sigit

Fantastis! Harta Kekayaan Ariyo Windutomo, Plt KSP Pengganti Listyo Sigit

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:20 WIB

Honda RS125 Edisi Terakhir Jadi Penanda Berakhirnya Era Motor Bebek Sporty

Honda RS125 Edisi Terakhir Jadi Penanda Berakhirnya Era Motor Bebek Sporty

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 17:20 WIB

Gerindra Yakin Fakta Baru Kasus Penyadapan Prabowo Akan Terungkap: Apa Motif di Baliknya?

Gerindra Yakin Fakta Baru Kasus Penyadapan Prabowo Akan Terungkap: Apa Motif di Baliknya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:17 WIB

Cuma Bayar Rp25 Ribu Sebulan, Dusun Tangsi Jaya Buktikan 'Kedaulatan Energi' Lewat Arus Sungai

Cuma Bayar Rp25 Ribu Sebulan, Dusun Tangsi Jaya Buktikan 'Kedaulatan Energi' Lewat Arus Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:16 WIB

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Pria untuk Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Pria untuk Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:15 WIB

×