Pencarian Dengan Robot Penyelam Tak Membuahkan Hasil

Esti Utami

Selasa, 20 Oktober 2015 | 20:41 WIB
Pencarian Dengan Robot Penyelam Tak Membuahkan Hasil
Pencarian helikopter EC-130 milik PT PAS yang hilang di Danau Toba. (Antara)

Tim Basarnas yang menggunakan robot penyelam dan geo survey, belum berhasil menemukan empat penumpang helikopter tipe EC-130 PK-BKA yang hilang di perairan Danau Toba, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

"Selama pencarian dalam dua hari ini, hingga terakhir Selasa (20/10/2015) robot penyelam atau Remote Operated Vehicle (ROV) dan peralatan geo survey milik BPTT itu, kosong atau nihil," kata Humas Kantor SAR Medan Hisar Turnip yang dihubungi dari Medan.

Namun, menurut dia, kedua peralatan pemantau yang cukup canggih itu, telah berusaha secara maksimal mencari penumpang dan helikopter tersebut.

"Basarnas tetap bekerja dengan baik dan tidak hanya menggunakan personel TN AD, TNI AL, Polri, tetapi juga mencari solusi dengan menurunkan peralatan berupa mesin yang dapat mendeteksi situasi di dasar Danau Toba," ujar Hisar.

Dia menjelaskan, peralatan penyelam berbentuk roket itu, sudah lama didatangkan Basarnas dari Jakarta dan mulai bekerja Senin (19/10/2015).

Peralatan penyelam mampu memantau hingga ke dasar Danau Toba dengan kedalaman 300-800 meter lebih.
Selain itu, geo survey mampu memantau jarak 200 meter di bawah perairan Danau Toba.

Hisar menambahkan, kedua peralatan tersebut dioperasikan di perairan Danau Toba wilayah Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.

"Tim Basarnas akan mengembalikan kedua peralatan yang telah selesai digunakan itu ke Jakarta," katanya.

Sebelumnya, seorang penumpang helikopter Fransiskus Subihardayan (22) ditemukan dalam kondisi selamat. Warga Dusun Tegal Bojan, Sleman, Yogyakarta, ditemukan tim SAR pada Selasa (13/10/2015) pukul 13.00 WIB di sela-sela eceng gondok di perairan Danau Toba.

Lokasi tersebut berada di Desa Sitinjak atau sekitar lima mil dari Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.

Helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) terbang Minggu (11/10) sekitar pukul 11.00 WIB dari Sihotang, Kabupaten Samosir tujuan Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

Helikopter yang dikemudikan pilot Teguh Mulyatno dan diisi teknisi Heri Purwantono dan tiga penumpang Nurhayanto, Sugianto dan Fransiskus Subihardayan hilang kontak sebelum tiba di Bandara Kualanamu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Robot Penyelam Bantu Cari Helikopter Jatuh di Danau Toba

Robot Penyelam Bantu Cari Helikopter Jatuh di Danau Toba

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 22:25 WIB

Pencarian Helikopter yang Jatuh di Danau Toba Diperluas

Pencarian Helikopter yang Jatuh di Danau Toba Diperluas

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 15:05 WIB

Pencarian Helikopter Jatuh Diperpanjang Tiga Hari

Pencarian Helikopter Jatuh Diperpanjang Tiga Hari

News | Minggu, 18 Oktober 2015 | 10:41 WIB

SAR Perpanjang Pencarian Helikopter yang Hilang di Danau Toba

SAR Perpanjang Pencarian Helikopter yang Hilang di Danau Toba

News | Minggu, 18 Oktober 2015 | 03:32 WIB

11 Kapal Diturunkan Cari Helikopter yang Jatuh di Danau Toba

11 Kapal Diturunkan Cari Helikopter yang Jatuh di Danau Toba

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 22:34 WIB

Sebelum Jatuh, Pilot Helikopter Perintahkan Penumpang Melompat

Sebelum Jatuh, Pilot Helikopter Perintahkan Penumpang Melompat

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 15:43 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

×