Muhaimin dan Ketua Umum PBNU Sepakat Dukung Bela Negara

Arsito Hidayatullah, Erick Tanjung

Kamis, 22 Oktober 2015 | 13:45 WIB
Muhaimin dan Ketua Umum PBNU Sepakat Dukung Bela Negara
Ketum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) didampingi Ketua DPP Imam Nachrowi (kedua kiri ) dan Sekjen Hanif Dhakiri (kiri) di Jakarta. [Suara.com]

Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mendukung program bela negara yang dicanangkan oleh Pemerintah. ‎Namun, teknis bentuk dari bela negara itu perlu diatur.

"Pokoknya semua upaya untuk menguatkan daya libat atau partisipasi bela negara harus kita bantu, kita dukung. Nah, sistem dan mekanismenya banyak variasi, termasuk yang dititipkan oleh Menhan. Prinsipnya semua (warga) bela negara, tinggal teknisnya saja yang harus diatur," kata Muhaimin usai acara peringatan Hari Santri Nasional di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Cak Imin begitu ia akrab disapa, belum bisa melihat apakah program bela negara ini efektif untuk membangun rasa nasionalisme warga negara atau tidak. Sebab bela negara yang dicanangkan Pemerintah itu baru ide awal yang perlu dirumuskan.

"Baru ide awal ya, butuh sosialisasi, butuh waktu," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, ia menyatakan bela negara itu merupakan kewajiban semua warga negara, maka perlu didukung.

"Bela negara merupakan kewajiban kita semua. Saya mendukung," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menuturkan program pembentukan kader bela negara merupakan gagasan pemerintah untuk mempersiapkan warga negara dalam menghadapi dua ancaman, baik militer maupun nirmiliter.

Ryamizard menjelaskan kewajiban bela negara memiliki penjabaran yang luas dan tidak selalu berkonotasi mengangkat senjata. Ia berkata bela negara dijalankan setiap warga sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing.

Kementerian Pertahanan akan menyelenggarakan pembentukan kader pembina bela negara mulai 19 Oktober 2015 di 45 kabupaten dan kota secara serentak.

Melalui pelatihan tersebut, kementerian mencanangkan tahun ini berhasil menyiapkan 4.500 warga sipil pembina kader bela negara. Di tahun-tahun berikutnya, para pembina tersebut yang akan melatih warga sipil lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Publik Diminta Jangan Serius-serius Tanggapi Program Bela Negara

Publik Diminta Jangan Serius-serius Tanggapi Program Bela Negara

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 18:11 WIB

Luhut: Bela Negara Itu Kewajiban Semua Warga Negara

Luhut: Bela Negara Itu Kewajiban Semua Warga Negara

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 13:17 WIB

Setahun Pemerintah Jokowi, Demonstran Tolak Program Bela Negara

Setahun Pemerintah Jokowi, Demonstran Tolak Program Bela Negara

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 12:47 WIB

Jokowi: Bela Negara Bukan Wajib Militer

Jokowi: Bela Negara Bukan Wajib Militer

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 14:59 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×