Pengelola Bantargebang Ngaku Rugi, Ahok: Saya Nggak Mau Tahu!

Madinah, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 30 Oktober 2015 | 10:09 WIB
Pengelola Bantargebang Ngaku Rugi, Ahok: Saya Nggak Mau Tahu!
Gubernur Jakarta Basuki Purnama (Ahok) di rusun Daan Mogot. [suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok cuek ketika ditanya soal kerugian yang diklaim PT Godang Tua Jaya dan mitranya, PT Navigate Organic Energy Indonesia (NOEI) selaku pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantergebang, Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Ahok, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tertulis bahwa PT Godang Tua Jaya tak melakukan investasi yang seperti dijanjikan.

"Saya nggak mau tahu pokoknya itu hasil temuan BPK mengatakan mereka harusnya sudah melakukan investasi Rp700 miliar, dan dia tidak melakukan itu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Ahok juga memasalahkan kerjasama PT Godang Tua Jaya dengan PT NOEI. Untuk itu, melalui Dinas Kebersihan DKI, Ahok berencana melayangkan SP1.

"Terus dia (PT GTJ) malah kerjasama dengan pihak ketiga. Maka uang tiping fee itu tidak bisa dikasih langsung ke pihak ketiga (PT NOEI). Harusnya tetap ke Godang Tua itu. Ini temuan BPK," lanjut Ahok.

Dinas Kebersihan, sambung Ahok, sudah siap mengelola sampah warga Jakarta yang dibuang di Bantargebang.

"Apa yang susah soal swakelola. Cuma modal alat berat 6-7 biji doang kok. Kamu bayar tipping fee aja lebih mahal Rp400 miliar , masak kamu dengan tipping fee nggak bisa kelola sendiri dan 20 persen tipping fee langsung masuk ke APBD Bekasi," bebernya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT NOEI Agus Nugraha Santoso mengatakan pihaknya dalam satu tahun selalu menerima uang bersih sebesar Rp199 miliar dari pemprov DKI. Sedianya, uang masuk berdasarkan sampah warga Jakarta sebanyak 6000-an ton per hari dan semestinya nominalnya mencapai Rp280 miliar. Namun, anggaran tersebut habis dipotong PPN 10 persen, dipotong PPH 2 persen, dan dipotong 20 persen untuk community development.

Setelah dikenai, PT NOEI mengakui menerima berkisar Rp199 miliar per tahunnya. Nilai ini, kata mereka, termasuk rugi.

"Anggaran segitu tidak menutupi biaya operasional. Kami merugi," ujar Agus di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2015).

Menurut Agus, setiap tahunnya biaya operasionalnya lebih dari Rp200 miliar per tahun. Terlebih, untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.

"Karena itu digunakan untuk gaji karyawan, pemeliharaan prasarana dan sarana, untuk beli solar, alat berat, dan buang proses air, buat penghijauan maupun biaya oprasional dilapangn. Itu diluar biaya kami untuk listrik," jelasnya.

Kerugian, menurut Agus, diakibatkan meningkatnya sampah warga Jakarta yang dibuang ke Bantargebang. Perjanjian awal pemprov DKI hanya mengirim 2.000-3.000 ton per hari.

"Karena volume sampah yang masuk terlalu besar sekali. Dari perjanjian diperkirakan sampah yang masuk 2.000-3.000 ton, sekarang sekitar 6800 ton per hari," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ogah Dicaci Warga, Ahok Ancam Ganti Direksi Transjakarta

Ogah Dicaci Warga, Ahok Ancam Ganti Direksi Transjakarta

News | Rabu, 28 Oktober 2015 | 19:11 WIB

Ahok Sebut Gojek Haram Menurut Undang-undang

Ahok Sebut Gojek Haram Menurut Undang-undang

News | Rabu, 28 Oktober 2015 | 18:28 WIB

Muncul Forum Anti Ahok, Cuma Begini Tanggapan Ahok

Muncul Forum Anti Ahok, Cuma Begini Tanggapan Ahok

News | Rabu, 28 Oktober 2015 | 18:05 WIB

Cerita Ahok soal Rio: Naik Podium, Panitia Pinjam Bendera Monako

Cerita Ahok soal Rio: Naik Podium, Panitia Pinjam Bendera Monako

News | Rabu, 28 Oktober 2015 | 06:47 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×