Kisah Penyaji Rendang Paru dan Kalio Lidah Sapi untuk SBY

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Minggu, 01 November 2015 | 06:14 WIB
Kisah Penyaji Rendang Paru dan Kalio Lidah Sapi untuk SBY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menhan Ryamizard Ryacudu dalam acara Malam Keakraban di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (7/11/2014). [Suara.com/Nur Ichsan]

Suara.com - "Pedasnya enak, pas di lidah, lembut serta gurih sekali," ucap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), usai menyantap rendang paru masakan koki muda Dian Anugrah.

Setelah tampil sebagai pembicara pada kuliah internasional di Universitas Andalas (Unand) Padang pada 29 Oktober 2015, presiden keenam Indonesia tersebut memang disuguhi menu racikan pemilik merek usaha "Rendang Minang Culinary".

"Terbayar sudah lelahnya memasak seharian. Ini momen paling berharga dalam hidup saya saat Pak SBY mengapresiasi menu yang disajikan," kata Dian.

Di ruangan makan itu selama satu jam Dian melayani langsung santap siang SBY dan rombongan dengan menyajikan rendang paru premium, kalio lidah sapi, ikan cuko, dan gulai cancang serta tunjang.

"Pak SBY, menu siang ini dimasak oleh salah seorang alumni Unand yang berprestasi di bidang kuliner dan masih muda," ucap Rektor Unand Wery Darta Taifur.

Menu racikan Dian mendapat apresiasi dari SBY sembari memotivasi agar terus berkarya di dunia kuliner.

"Terus berkarya di bidang kuliner Minang, sekali-sekali memasak ditempat saya ya," ujar SBY.

"Terima kasih Pak, semua menu yang dimasak hari ini tanpa penyedap dan alami," jawab Dian.

Lebih jauh, SBY juga tertarik dengan buku kuliner yang ditulis Dian bersama Chef Heinz Von Holzen dan minta dikirimkan. Sementara, istri mantan Menteri Dalam Negeri Vita Gamawan Fauzi yang ikut menyantap rendang paru pun langsung memesan masakan Dian.

Meski jebolan Fakultas Hukum Universitas Andalas, ketertarikan pria kelahiran Padang, 1 September 1983 itu terhadap kuliner membuat ia serius menekuni dunia masak memasak hingga akhirnya mendirikan usaha Rendang Minang Culinary.

Ketika mendengar kabar mantan orang nomor satu di Indonesia itu akan berkunjung ke Unand, spontan Dian menghubungi rektor dan menawarkan untuk menyiapkan masakan bagi SBY dan rombongan.

Tidak sia-sia ia diberi kesempatan oleh Rektor Universitas Andalas Wery Darta Taifur untuk menyajikan masakannya untuk mantan Presiden SBY.

Gayung bersambut, rektor mempersilahkan walaupun usaha yang didirikannya belum sepenuhnya usaha jasa boga, ia pun menggandeng salah satu merek terkenal namun menu utama menjadi tanggung jawabnya.

Hampir 24 jam Uda Dian memasak lima menu utama yang kesemuanya merupakan khazanah makanan Minang tempo dulu. Untuk menyajikan rendang paru kualitas premium, diawali dengan merebus selama dua hingga tiga jam dengan dedaunan.

"Usai direbus dan aroma wangi tercium baru paru sapi mulai direndang selama delapan jam hingga 10 jam dengan api kecil," ujar dia.

Menurutnya di sela-sela api kecil ada jeda selama satu jam agar bumbu benar-benar meresap untuk dilanjutkan menyengai dengan api kecil.

"Hasilnya rendang dengan tekstur lembut dan bumbu meresap sempurna menghasilkan cita rasa manis, gurih, dan pedas rempah di lidah," lanjut dia.

Memilih Kuliner
Dian merupakan salah satu dari sedikit orang yang memilih profesi yang kini cukup prestisius dan membahagiakan orang banyak yaitu menjadi chef.

Ia ingat betul pesan chef senior Wiliam Wongso bahwa suatu hari di masa mendatang referensi kuliner Minang akan berkurang karena saat ini mereka yang menguasai masakan Minang akan tiada.

"Seorang nenek atau ibu paruh baya bisa memasak makanan Minang adalah hal biasa, namun jika tidak ada regenerasi maka khazanah budaya yang tak ternilai itu akan lenyap," ucap dia.

Kendati tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang memasak Dian memilih untuk belajar sendiri kepada ibu, nenek dan banyak membaca buku.

"Kuncinya belajar dan menjalankannya sepenuh hati dengan kecintaan," ujarnya.

Ia menilai dunia kuliner adalah ketulusan dan kejujuran karena tidak akan ada korupsi, kolusi dan nepotisme rasa.

"Yang ada adalah ketulusan meracik makanan dengan bahan terbaik sehingga hasilnya hanya dua pilihan enak atau tidak enak, sehingga kejujuran sebenarnya itu ada di bidang kuliner," tuturnya.

Buah usaha yang dirintis sejak 2011 tersebut mulai dipetik. Kini pesanan pun mengalir tak kurang dari 35 kilogram rendang setiap bulan.

Usaha rumah tangga yang dirintis oleh Dian dipasarkan melalui dunia maya lewat akun twitter @rendangminang, jejaring sosial facebook, whatsap dan akhir tahun ini akan merilis web www.rendangminang.com.

Pelanggannya pun beragam, mulai dari putra mantan Menteri Perumahan Rakyat Priyamana Djan, artis Zara Zetira, penyanyi dangdut Kristina, hingga anggota DPD RI Fahira Idris.

Ia melihat rendang akan semakin populer dan karena ia bercita-cita menghadirkan rendang dengan resep yang benar-benar otentik.

Memilih Elpiji
Untuk memasak rendang dengan cita rasa terbaik salah satu rahasianya adalah dimasak dengan api kecil dalam waktu lama hingga 10 jam agar bumbu meresap sempurna.

Menurut Dian, selama ini dalam memasak rendang dengan cara tradisional lazimnya digunakan kayu bakar khususnya kayu casiavera sehingga aroma yang dihasilkan lebih harum.

"Namun kunci pengaturan rasa rendang ada pada panas dan suhu sehingga jika tidak pandai menggunakan kayu bakar rendang bisa gagal," ujar dia.

Dalam mengembangkan usaha rendang Dian memang memilih menggunakan gas elpiji dengan pertimbangan lebih mudah didapat dan efisien.

"Kalau di kota cari kayu bakar sulit dan kalau ada mahal, memang ada yang bilang memakai elpiji instan, namun tetap saja keterampilan mengatur suhu," tuturnya.

"Pakai elpiji lebih bersih dan ramah lingkungan, apalagi kayu sulit didapat dan polusinya tinggi," lanjut dia.

Untuk memasak rendang ia menggunakan dua jenis elpiji ukuran 12 kilogram dan tiga kilogram. Untuk elpiji tiga kilogram biasa digunakan untuk dua kali masak, sedangkan ukuran 12 kilogram untuk tiga hingga empat kali masak.

Ia berharap di masa datang di Padang sudah tersedia gas elpiji yang dipasok melalui jaringan pipa langsung ke rumah-rumah sehingga akan lebih efisien.

"Apalagi Padang merupakan salah satu kota yang identik dengan kuliner sehingga akan potensial jika gas dikembangkan melalui jalur langsung," ujar dia. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Maksud SBY Hadiri Ultah Prabowo

Maksud SBY Hadiri Ultah Prabowo

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 17:57 WIB

Ibas: Banyak yang Katakan I Want Pak SBY Back

Ibas: Banyak yang Katakan I Want Pak SBY Back

News | Rabu, 09 September 2015 | 13:21 WIB

Indonesia Abad 21 di Mata SBY

Indonesia Abad 21 di Mata SBY

Foto | Selasa, 08 September 2015 | 16:16 WIB

Kebakaran Hutan, SBY: Pak Jokowi Harus Tongkrongin

Kebakaran Hutan, SBY: Pak Jokowi Harus Tongkrongin

News | Selasa, 08 September 2015 | 13:40 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB