Penjelasan Ilmiah Bom Hujan Tak Bantu Padamkan Kebakaran Lahan

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 03 November 2015 | 16:44 WIB
Penjelasan Ilmiah Bom Hujan Tak Bantu Padamkan Kebakaran Lahan
Petugas Manggala Agni dan TNI memadamkan sisa api yang membakar perkebunan kelapa sawit di Sungai Aur, Muaro Jambi, Sabtu (12/9). (Antara)

Suara.com - Pakar perlindungan hutan dan lahan gambut memastikan pesawat bantuan dari negara asing untuk melakukan bom hujan dari udara tidak membantu pemadaman kebakaran hutan. Hal itu sudah terbukti.

Guru Besar dalam bidang Perlindungan Hutan Institut Pertanian Bogor, Prof Bambang Hero Saharjo mencatat di tahun 1997-1998 cara itu sudah digunakan untuk memadamkan kebakaran hutan. Namun gagal.

Dia menjelaskan lahan yang terbakar berpotensi membakar 40 ton bahan bakar tiap hektarnya. Potensi pembakaran itu jauh lebih tinggi jika yang terbakar adalah kawasan lahan gabut.

"Saya melakukan penelitian dengan potensi kebakaran dengan bahan bakar 40 ton perhektar. Di dalam hutan itu ada bahan bakar berupa kayu, ranting dan daun-daunan," jelas Hero saat berbincang dengan suara.com di ruang kerjanya di IPB Bogor, Senin (3/11/2015).

Hero mengatakan air yang dijatuhkan dari pesawat akan kenguap. Karena suku di permukaan yang terbakar mencapai 1.100 derajat celius.

"Itu kalau terbakar seluruhnya maka akan menghasilkan suku panas 1.100 derajat celcius. Impliksinya ketika air itu turun dari hujan buatan atau juga pesawat. Maka air itu keburu kering di atas karena menguap," kata dia.

Selain itu, pesawat juga tidak memungkinkan terbang di atas lahan kebakaran. Pandangan pilot helikopter akan terhalang kabut asap.

"Dalam kondisi banyak kebakaran harus menentukan pilihan mana yang dipadamkan dulu. Karena sarana terbatas. Misal ada helicopter, dia tidak bisa terbang. Karena ada batasan jarak pandang terbang. Helikopter kalau di kebakaran hutan, nggak bisa terbang," jelas dia.

Luas lahan rawa gambut di Indonesia diperkirakan 20,6 juta hektar atau sekitar 10,8 persen dari luas daratan Indonesia. Dari luasan tersebut sekitar 7,2 jutahektar atau 35 persen terdapat di Pulau Sumatera. Tahun 2015 ini ada 2 juta hektar lahan yang terbakar.

Lahan rawa gambut merupakan bagian dari sumberdaya alam yang mempunyai fungsi untuk pelestarian sumberdaya air, peredam banjir, pencegah intrusi air laut, pendukung berbagai kehidupan, keanekaragaman hayati, dan pengendali iklim melalui penyerapan dan menyimpan karbon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sasar Duit Asuransi Jadi Modus Baru Pembakaran Lahan

Sasar Duit Asuransi Jadi Modus Baru Pembakaran Lahan

News | Selasa, 03 November 2015 | 14:10 WIB

Anggota Komisi IX DPR Dirikan Rumah Evakuasi Balita

Anggota Komisi IX DPR Dirikan Rumah Evakuasi Balita

DPR | Selasa, 03 November 2015 | 13:35 WIB

8000 Ha Lahan Terbakar Dikeluarkan Dari HGU Pada Perusahaan

8000 Ha Lahan Terbakar Dikeluarkan Dari HGU Pada Perusahaan

Bisnis | Selasa, 03 November 2015 | 13:20 WIB

Kemarau Panjang, Bank Muamalat Gelar Salat Istisqa di 83 Lokasi

Kemarau Panjang, Bank Muamalat Gelar Salat Istisqa di 83 Lokasi

Press Release | Selasa, 03 November 2015 | 12:30 WIB

Kabut Asap Menghilang, Dinkes Riau Hentikan Operasi Pos Kesehatan

Kabut Asap Menghilang, Dinkes Riau Hentikan Operasi Pos Kesehatan

News | Selasa, 03 November 2015 | 01:05 WIB

Korupsi Duit Bencana Asap, KPK: Pelaku Bakal Dihukum Mati

Korupsi Duit Bencana Asap, KPK: Pelaku Bakal Dihukum Mati

News | Senin, 02 November 2015 | 19:08 WIB

Dirut PT Dyera Hutan Lestari Jadi Tersangka Pembakar Hutan

Dirut PT Dyera Hutan Lestari Jadi Tersangka Pembakar Hutan

News | Senin, 02 November 2015 | 13:25 WIB

Penumpang Pesawat Turun 90 Persen Akibat Asap

Penumpang Pesawat Turun 90 Persen Akibat Asap

News | Minggu, 01 November 2015 | 23:11 WIB

Pemerintah dan Aparat Lembek, Pengusaha Santai Saja Bakar Hutan

Pemerintah dan Aparat Lembek, Pengusaha Santai Saja Bakar Hutan

News | Minggu, 01 November 2015 | 19:26 WIB

Izin Terbang Helikopter Bom Air Rusia di Riau Diperpanjang

Izin Terbang Helikopter Bom Air Rusia di Riau Diperpanjang

News | Minggu, 01 November 2015 | 18:07 WIB

Terkini

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

×