Belum Ditemukan Kerusakan Akibat Gempa Yogyakarta

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 November 2015 | 21:38 WIB
Belum Ditemukan Kerusakan Akibat Gempa Yogyakarta
Ilustrasi gempa bumi (Shutterstock).

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan hingga pukul 19.30 WIB belum ada laporan kerusakan akibat gempa dengan kekuatan 5,6 skala richter yang mengguncang wilayah itu.

"Dari teman-teman di lapangan yang langsung melakukan identifikasi, belum ada info kerusakan apapun," kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Wahyu Pristiawan di Yogyakarta, Rabu (11/11/2015) malam.

BPBD DIY bersama BPBD Kabupaten/kota akan terus melakukan pemantauan dampak dari gempa tersebut sebab dirasakan cukup kencang. 

"Guncangannya cukup kencang dengan durasi lebih lama, berbeda dengan gempa tektonik bulan lalu (29 Oktober 2015)," kata dia.

Hingga saat ini, menurut dia, identifikasi lebih digencarkan secara khusus di Kabupaten Bantul sebagai kabupaten yang paling dekat dengan episentrum gempa.

"Sekarang di Bantul, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, dan Kulon Progo masih melakukan pendataan, tapi secara khusus kami fokuskan Bantul," kata dia.

Sebelumnya, Gempa tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang Yogyakarta, Rabu, pukul 18.45 WIB, dengan pusat gempa di laut yang berada 120 kilometer barat daya Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Tony Agus Wijaya mengatakan posisi pusat gempa berada di 8.97 Lintang Selatan (LS) dan 110.19 Bujur Timur (BT), pada kedalaman 93 kilometer.

"Cukup kencang, namun gempa itu tidak menimbulkan tsunami," kata dia.

Menurut dia, pemicu peristiwa gempa yang terjadi dengan durasi hampir 10-15 detik itu tidak jauh berbeda dengan gempa tektonik pada 29 Oktober dengan kekuatan 5,2 SR yang disebabkan subduksi dua lempeng benua di DIY. "Sama-sama disebabkan subduksi," kata dia.

Getaran gempa tersebut, menurut Tony, dirasakan di DIY dengan skala goncangan sedang antara IV-V (Modified Mercalli Intensity).

"Goncangannya memang cukup mampu memicu keretakan pada bangunan-bangunan yang sudah tua atau tidak kokoh," kata Tony. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Yogya Terasa Sampai Bandung dan Garut

Gempa Yogya Terasa Sampai Bandung dan Garut

News | Rabu, 11 November 2015 | 20:18 WIB

Kerusakan Akibat Gempa Alor Capai Rp49,8 Miliar

Kerusakan Akibat Gempa Alor Capai Rp49,8 Miliar

News | Minggu, 08 November 2015 | 15:23 WIB

Gempa 5,2 SR Guncang Pandeglang, Guncangan Terasa Hingga Jakarta

Gempa 5,2 SR Guncang Pandeglang, Guncangan Terasa Hingga Jakarta

News | Rabu, 04 November 2015 | 13:39 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB