Jelang Hari AIDS Sedunia, Dunia Kerja Harus Pahami HIV/AIDS

Siswanto

Rabu, 18 November 2015 | 10:46 WIB
Jelang Hari AIDS Sedunia, Dunia Kerja Harus Pahami HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS. (Shutterstock)

Suara.com - Data Kementerian Kesehatan menyebutkan kelompok tertinggi terinfeksi HIV pada usia produktif, dari 25 tahun sampai 49 tahun.

Indonesian Business Coalition on AIDS prihatin dengan kondisi tersebut. IBCA merupakan lembaga yang bertujuan untuk membantu perusahaan di Indonesia menciptakan lingkungan kerja yang cerdas dalam merespon epidemi HIV sehingga perusahaan dapat menghindari dampak dari HIV dan AIDS di dunia kerja, seperti menurunnya produktifitas, kehilangan aset perusahaan yang sangat berharga dan meningkatnya pengeluaran untuk pengobatan karyawan dan keluarganya.

Itu sebabnya, menjelang momentum Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Direktur Eksekutif IBCA Ramdani Sirait mengajak masyarakat, khususnya karyawan perusahaan, untuk hidup sehat dan menghindari resiko HIV/AIDS.

"Mereka ini kan tenaga kerja nasional yang diharapkan produktif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ramdani kepada Suara.com, Rabu (18/11/2015). "Berangkat dari kenyataan itu, program HIV di tempat kerja kita lakukan. Kita menyebutnya program cerdas HIV di tempat kerja."

Mengapa disebut program cerdas HIV di tempat kerja, Ramdani menjelaskan karena ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, untuk mengedukasi semua orang, terutama di dunia kerja, agar menjauhi resiko terjangkit HIV dengan cara hidup sehat, tidak melakukan hal berisiko seperti melakukan hubungan seks tidak aman, berganti-ganti pasangan, atau membeli jasa seks dengan tidak pakai kondom, kemudian tidak mengonsumsi narkoba dengan jarum suntik secara bergantian.

"Jarum suntik kan bisa jadi media penularan," kata Ramdani.

Kedua, kata Ramdani, jika sudah terlanjur tertular HIV, diupayakan untuk mendapatkan perawatan yang baik agar virus tidak berubah menjadi AIDS.

"Kenapa? kalau dia tetap HIV dan tetap terawat dengan baik, dia bisa tetap produktif," kata Ramdani.

Ketiga, untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terkena HIV/AIDS di dunia kerja.

"Agar orang yang kena HIV tidak dipecat. kemudian tidak boleh ada diskriminasi dalam perekrutan karyawan. Kewajiban perusahaan untuk memberikan perawatan dan dukungan yang baik kepada mereka," kata Ramdani.

Ramdani mengatakan HIV merupakan virus yang terkontrol, bukan virus yang mematikan.

"Sebab yang membuat orang meninggal karena HIV itu ada tiga hal, yaitu ketidaktahuan, ketidakpedulian , dan ketidaksetiaan. Jadi saya ingin mengimbau, mengajak kita seluruh elemen untuk lebih mempelajari HIV/AIDS," kata dia.

Ramdani menambahkan lembaganya mendorong seluruh anggota untuk beri berkontribusi mengedukasi masyarakat secara luas.

"Mengingat makin banyak ibu rumah tangga infeksi karena suami. Jumlah kasus pada remaja juga makin banyak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok akan Wajibkan Tes HIV, DPRD: Jangan Malu-malu Berobat

Ahok akan Wajibkan Tes HIV, DPRD: Jangan Malu-malu Berobat

News | Rabu, 11 November 2015 | 14:14 WIB

Bila Ahok Wajibkan Warga Tes HIV, Jakarta Bisa Jadi Barometer

Bila Ahok Wajibkan Warga Tes HIV, Jakarta Bisa Jadi Barometer

News | Rabu, 11 November 2015 | 13:58 WIB

Anggota DPRD DKI Dukung Usul Ahok Warga DKI Wajib Ikut Tes HIV

Anggota DPRD DKI Dukung Usul Ahok Warga DKI Wajib Ikut Tes HIV

News | Rabu, 11 November 2015 | 13:35 WIB

Ahok Mau Semua Warga Jakarta Tes HIV

Ahok Mau Semua Warga Jakarta Tes HIV

News | Selasa, 10 November 2015 | 18:46 WIB

Terkini

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:20 WIB

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

×