Mengungkap Sisi Lain Peristiwa 10 November 1945 (3)

Adhitya Himawan

Senin, 23 November 2015 | 07:43 WIB
Mengungkap Sisi Lain Peristiwa 10 November 1945 (3)
Museum Tugu Pahlawan di Kota Surabaya [Antara/Risyal Hidayat]

Suara.com - Para pemuda Surabaya mereaksi leaflet Hawthorn dengan meringkus serdadu-serdadu Inggris yang menduduki Nyamplungan dan Bubutan. Sejumlah prajurit Inggris dan India yang sedang pesiar di kota juga diculik dan dibunuh.

Sebaliknya, 28 Oktober, Inggris melakukan perampasan senjata dan mobil-mobil pemuda. Pada 28 Oktober sore harinya, pimpinan TKR memutuskan untuk melakukan serangan umum terhadap semua posisi Inggris di Surabaya.

Stasiun radio di Simpang berulang-ulang mengumandangkan panggilan pada rakyat untuk mengangkat senjata dan menyerang secara serentak kedudukan pasukan Inggris. Sore dan malam hari itu juga pecah pertempuran sporadis di berbagai tempat di kota.

Akhirnya, pertempuran besar meletus pada pagi 29 Oktober. Serangan fajar TKR dibuka pukul 05.00 WIB. Tembakan pistol, senapan, senapan mesin berat dan ringan sampai mortir saling bersahutan. Asap membumbung di atas Kota Surabaya. Para tawanan perang dan kaum interniran kembali ciut hatinya.

Pasukan Inggris terjepit, bahkan seluruh prajurit Brigade 49 terancam musnah. Kesalahan mereka adalah menganggap enteng perlawanan rakyat dan TKR, lalu menghadapinya dengan satuan-satuan kecil yang terpecah-pecah di berbagai tempat. Perbekalan peluru juga hanya untuk pertempuran garis pertama.

Namun, begitu terdesak, mereka pun sulit mendatangkan bala bantuan, karena pasukan besar Inggris lainnya paling dekat berjarak 200 mil, yakni brigade yang berada di Semarang. Amunisi dan logistik tambahan yang didrop dari udara malah jatuh ke pihak RI.

Salah satu pertempuran dramatis berlangsung selama lima jam di Jembatan Wonokromo, sebelum akhirnya pasukan Inggris kehabisan peluru. Dua peleton yang kebanyakan orang India terisolasi dan terkepung di situ. Mereka nyaris dihabisi oleh massa rakyat yang tidak tahu hukum perang.

"Sejumlah serdadu India berteriak-teriak 'Muslim, muslim..!', memohon jangan dibunuh. Personel TKR sekuat tenaga mencegah pembantaian tersebut. Sisa-sisa pasukan Inggris-India itu dilarikan ke Tanjung Perak dengan truk TKR yang mengibarkan bendera putih," kata Roesdhy Hoesein.

Kekalahan di Wonokromo ini membuat kekuatan Inggris terpotong dua. Satu kekuatan bertahan di kota dan lainnya di sekeliling markasnya di Tanjung Perak. Kalimas yang membelah kota menjadi saksi keganasan perang ini. Di sungai yang keruh itu mengambang mayat-mayat tentara asing tersebut.

Menurut sumber Inggris, korban di pihak mereka 200 orang tewas atau hilang, dan 80 luka-luka. Yang memilukan adalah nasib ratusan interniran yang terdiri dari perempuan dan anak-anak. Konvoi truk yang mengangkut mereka dari kamp Darmo terjebak di daerah pertempuran, dan menjadi sasaran amukan laskar rakyat.

Panglima Tentara Sekutu di Indonesia (AFNEI - Allied Forces Netherlands East Indies), Letjen Sir Philip Christison, berusaha menyelamatkan pasukannya di Surabaya dengan meminta pemimpin RI di Jakarta turun tangan.

Atas permintaan Christison, 29 Oktober petang, Presiden Soekarno pun terbang ke Surabaya, didampingi Wakil Presiden Hatta dan Menteri Pertahanan Amir Sjarifudin.

Pagi 30 Oktober, Bung Karno bersama Mayjen Hawthorn dan Brigadir Mallaby mengadakan perundingan damai dengan para pemimpin pejuang di Kantor Gubernuran Surabaya.

Mallaby Tewas Dalam buku biografi Himawan Soetanto berjudul "Menjadi TNI" itu, kehancuran total brigade Inggris tertolong oleh gencatan senjata yang disepakati Presiden Soekarno dan Mayjen Hawthorn, 30 Oktober siang.

Pelajaran keras itu memaksa Inggris mengakui status TKR dan membatalkan perintah penyerahan senjata laskar dan pemuda. Inggris harus menarik semua pasukannya untuk hanya dipusatkan di Tanjung Perak, lapangan terbang dan kamp tawanan jalan Darmo.

Tapi, "truce" itu tidak berjalan mulus, karena para pemuda pejuang menerimanya dengan pemahaman yang berbeda. Kesalahpahaman ini menyebabkan insiden di Jembatan Merah yang menewaskan Brigadir Mallaby dan membawa akibat pada tindakan balasan Inggris.

Mallaby ditembak pada saat bersama anggota-anggota Contact Committee dari Indonesia akan menangani masalah di Gedung Internatio (Internationale Crediten Handel Vereeniging).

Dalam gedung itu bertahan satu kompi dari batalyon India, sementara di luar, ratusan pejuang Indonesia mengepung dan menyerukan komandan kompi tersebut, Mayor Venugopal, dan seluruh anak-buahnya keluar untuk menyerah.

Pemuda-pemuda nampaknya menafsirkan gencatan senjata bahwa pasukan Inggris, yang memang sudah tersudut, harus mengaku kalah dengan cara meletakkan senjata. Tapi tentara pemenang Perang Dunia ini tidak sudi menyerah, apalagi kepada rakyat biasa.

Di ujung jembatan yang tepat di muka Gedung Internatio, Mallaby keluar dari mobilnya dengan memegang bendera putih. Ia tidak diperbolehkan lewat untuk menemui pasukannya di dalam gedung itu.

Massa hanya membolehkan anggota Kontak Biro dari Indonesia, Mayjen TKR Mohammad Mangoendiprodjo, dan perwira Inggris yang lebih yunior, Captain H. Shaw, untuk menemui pasukannya.

"Tidak jelas siapa yang memulai membuka tembakan. Tapi Mayor Venugopal memerintahkan untuk menembak. Segera saja pecah baku tembak yang gegap gempita," katanya.

Pasukan Inggris melontarkan sejumlah granat untuk menghalau massa yang mengepung Mallaby. Diperkirakan 150 orang tewas akibat ledakan granat itu. Massa menyingkir. Sementara Mallaby bersama dua kapten dan seorang letnan tiarap di dalam mobil.

Setelah baku tembak mereda, Mallaby mendongakkan kepalanya untuk melihat situasi. Beberapa pemuda mendekati dan melepaskan tembakan-tembakan ke arahnya. Perwira itu tewas seketika, sedangkan ketiga perwira yang luka-luka, menyelamatkan diri dengan terjun ke sungai.

Pernyataan resmi dari pihak Indonesia mengatakan Mallaby mati akibat ledakan granat di dalam mobilnya sendiri, sedangkan pihak penyidik Inggris yang memeriksa di tempat kejadian mendapatkan mobilnya masih utuh, tidak ada tanda-tanda bekas ledakan.

Mallaby tewas hanya lima jam setelah perundingan damai di Kantor Gubernuran yang dihadirinya. Drama Jembatan Merah itu berakhir setelah Venugopal bersedia menyerah kepada TKR. Namun Mayjen Mohamad yang sempat dijadikan sandera baru dilepas satu jam setelah seluruh tentara Inggris meninggalkan gedung Internatio. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada 100 Lebih Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan

Ada 100 Lebih Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:57 WIB

Sempat Dianggap Tokoh Mitos, Ini Alasan Ratu Kalinyamat Justru Ditakuti Penjajah Portugis

Sempat Dianggap Tokoh Mitos, Ini Alasan Ratu Kalinyamat Justru Ditakuti Penjajah Portugis

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Review Vigilante: Ketika Batas Antara Pahlawan dan Penjahat Mulai Kabur

Review Vigilante: Ketika Batas Antara Pahlawan dan Penjahat Mulai Kabur

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Pahlawan Tanpa Tanda Tangan: Menertawakan Hal-Hal Kecil di Sekitar Kita

Pahlawan Tanpa Tanda Tangan: Menertawakan Hal-Hal Kecil di Sekitar Kita

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?

Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih

Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!

Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Spider-Man: Brand New Day, Pendewasaan Sang Pahlawan di Tengah Kesepian

Spider-Man: Brand New Day, Pendewasaan Sang Pahlawan di Tengah Kesepian

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Puisi Pahlawan dan Tikus: Menyelami Kritik Sosial yang Sarat Spiritualitas

Puisi Pahlawan dan Tikus: Menyelami Kritik Sosial yang Sarat Spiritualitas

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:30 WIB

Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:41 WIB

Terkini

Daftar Makanan Pembawa Keberuntungan dan Penyeimbang Energi Sesuai Shio

Daftar Makanan Pembawa Keberuntungan dan Penyeimbang Energi Sesuai Shio

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 12:21 WIB

Sayonara no Iikata Karya Penulis Sagrada Reset Resmi Diadaptasi Jadi Manga

Sayonara no Iikata Karya Penulis Sagrada Reset Resmi Diadaptasi Jadi Manga

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:20 WIB

Mabes TNI Terjunkan 442 Prajurit Udara untuk Padamkan Karhutla

Mabes TNI Terjunkan 442 Prajurit Udara untuk Padamkan Karhutla

Riau | Kamis, 03 September 2026 | 12:16 WIB

Java United FC Siap Tancap Gas di Laga Perdana, Fabio Lefundes Soroti Semangat Pemain

Java United FC Siap Tancap Gas di Laga Perdana, Fabio Lefundes Soroti Semangat Pemain

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 12:12 WIB

Tayang 7 Oktober, Ji Chang Wook Jadi Petani Stroberi di Merry Berry Love

Tayang 7 Oktober, Ji Chang Wook Jadi Petani Stroberi di Merry Berry Love

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:11 WIB

Warga Polandia Tewas Mengenaskan di Pantai Yeh Kuning Bali, Sebelumnya Hilang 3 Hari

Warga Polandia Tewas Mengenaskan di Pantai Yeh Kuning Bali, Sebelumnya Hilang 3 Hari

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:11 WIB

Jadi Rekan Setim Calvin Verdonk, Mimpi Buruk Timnas Indonesia Dapat Beban Berat

Jadi Rekan Setim Calvin Verdonk, Mimpi Buruk Timnas Indonesia Dapat Beban Berat

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 12:09 WIB

Pengguna Kartu Debit BRI Bisa Dapat Diskon 10% di Goers, Cek Caranya!

Pengguna Kartu Debit BRI Bisa Dapat Diskon 10% di Goers, Cek Caranya!

Bri | Kamis, 03 September 2026 | 12:05 WIB

Kemenkop Minta Anggaran Podcast Rp103 Miliar, Mufti Anam Beri Kritik Menohok

Kemenkop Minta Anggaran Podcast Rp103 Miliar, Mufti Anam Beri Kritik Menohok

Video | Kamis, 03 September 2026 | 12:05 WIB

Merapah Renjana: Menyusuri Jejak Rasa dalam Puisi-puisi Penuh Keresahan

Merapah Renjana: Menyusuri Jejak Rasa dalam Puisi-puisi Penuh Keresahan

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:00 WIB

×