Mata Air Ditimbun, Warga dan Ulama Pandeglang Yasinan Tiap Malam

Laban Laisila, Erick Tanjung

Kamis, 26 November 2015 | 19:06 WIB
Mata Air Ditimbun, Warga dan Ulama Pandeglang Yasinan Tiap Malam
Mata air di Desa Cadasari, Pandeglang, Banten. [suara.com/Erik Tanjung]

Suara.com - Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat dan ulama untuk menolak aktifitas penimbunan sejumlah mata air dan makam keramat para Auliya atau ulama di Desa Cadasari, Pandeglang, Banten.

Di lokasi yang berbatasan dengan Kecamatan Baros, Kabupaten Serang Banten itu juga terjadi alih fungsi sawah produktif menjadi pabrik produksi air minum ringan oleh PT Tirta Fresindo Jaya‎.

Akibatnya masyarakat kesulitan air untuk kebutuhan kehidupan dan pertanian. Salah satu gerakan warga adalah menggelar istighosah atau doa bersama setiap bulan di kampung Keramat, Desa Cadasari, Pandeglang, Banten. Disebut kampung keramat karena banyak makam ulama dan petilasan di wilayah itu.

"‎Istighosah dan yasinan kami lakukan setiap malam Selasa di awal bulan. Kami selalu berikhtiar kepada yang maha kuasa agar sumber mata air di kampung kami tidak dirusak dan ditimbun oleh pihak pabrik," kata Ustad Uci, pimpinan pondok pesantren Keramat kepada Suara.com di kantor WALHI Jakarta, Kamis (24/11/2015).

‎Dia menjelaskan, istighosah itu diikuti oleh para santri pondok pesantren, ulama bersama masyarakat. Rata-rata masyarakat yang mengikuti istighosah sekitar 200-300 orang.

"Istghosah itu kami gelar sejak protes atas penutupan sumber mata air. Kami yasinan tujuh kali, dari pukul 20.00 Wib sampaai jam 00.00 Wib malam," terangnya.

Dia menambahkan, sebanyak enam sumber mata air yang besar telah ditimbun oleh pihak pabrik menggunakan alat berat. Saat ini hanya beberapa sumber mata air yang kecil yang tersisa.

"Warga kami sekarang sudah mengalami kesulitan air untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sawah kekeringan karena sudah tidak terairi," ungkapnya.

Sebelumnya, ‎Manager Penanganan Bencana WALHI, Mukri Fritana mengatakan aktifitas penimbunan mata air dan alih fungsi sawah itu dilakukan oleh PT Tirta Fresindo Jaya yang mendapatkan izin lokasi untuk mendirikan pabrik dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Pandeglang pada 30 Januari 2014.

‎Dia menjelaskan, mata air yang ditimbun itu merupakan sumber kehidupan warga di lima Kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan Serang. Sehingga sawah seluas 180 hektar terancam tidak bisa terairi.

"Biasanya sawah-sawah di sana mampu berproduksi dua sampai tiga kali dalam setahun, sekarang jadi kesulitan air dan mengalami kekeringan. Kecuali musim hujan," ungkapnya.

Selain itu, atas penimbunan sumber mata air dan alih fungsi sawah itu sekarang terancam banjir dan tanah longsor, karena posisi penimbunan mata air lebih tinggi yakni sekitar 2 meter dari lokasi pemukiman penduduk dan pesantren.

"Sekarang di pemukiman warga terancam banjir dan longsor," terangnya.

Ketua Nahdatul Ulama Kabupaten Serang, KH Matin Syarkowi dalam kesempatan yang sama menuturkan, di sekeliling sumber mata air terdapat lima pondok pesantren yang juga merasakan kesulitan air.

‎"Sawah produktif ada sekitar 4 sampai 5 hektar yang ditimbun. Sumber mata air yang besar ada enam dan yang kecil banyak ditimbun oleh pihak perusahaan," kata dia.

Atas kasus itu, lanjutnya, masyarakat dan ulama setempat menolak aktivitas pabrik di sana. Warga juga menuntut Pemerintah daerah setempat untuk mencabut izin lokasi perusahaan PT. Tirta Fresindo Jaya.

"Perusahaan itu telah melanggar hukum karena belum punya izin untuk produksi, baru izin lokasi tetapi sudah melakukan eksplorasi dan pengeboran sumber mata air. Maka kami menuntut aktifitas perusahaan itu dihentikan dan sumber mata air yang ditimbun dikembalikan seperti semula," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ulama Protes, Pabrik Air Mineral Urug Mata Air dan Makam Keramat

Ulama Protes, Pabrik Air Mineral Urug Mata Air dan Makam Keramat

News | Kamis, 26 November 2015 | 13:34 WIB

Terkini

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:14 WIB

Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend

Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:06 WIB

Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital

Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:57 WIB

Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang

Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:56 WIB

HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan

HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:48 WIB

Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:56 WIB

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

×