Pesawat Ditembak, Rusia Ancam Balas Turki dengan Sanksi Ekonomi

Ruben Setiawan Suara.Com
Jum'at, 27 November 2015 | 06:16 WIB
Pesawat Ditembak, Rusia Ancam Balas Turki dengan Sanksi Ekonomi
Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow. (Reuters)

Suara.com - Rusia mengancam akan melakukan aksi balasan menyusul jatuhnya pesawat tempur mereka oleh Turki. Balasan tersebut, dalam bentuk sanksi ekonomi, belum akan dijatuhkan sampai Turki memberikan penjelasan masuk akal soal keputusan mereka menembak jatuh pesawat Sukhoi SU-24 milik Rusia.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev meminta jajarannya untuk merancang beberapa kebijakan, di mana salah satunya adalah pembekuan sebagian proyek kerja sama investasi, serta pembatasan impor makanan dari Turki.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Rusia, Alexei Ulyukayev mengatakan, Rusia bisa pula membatasi penerbangan dari dan menuju Turki, menghentikan persiapan zona perdagangan bebas, serta membatasi proyek-proyek kerja sama bernilai tinggi seperti pembangunan saluran pipa gas TurkStream, juga proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir bernilai 20 miliar Dolar AS di Turki.

Di saat bersamaan, Kementerian Pertahanan Rusia malah sudah menghentikan seluruh kerja sama dengan militer Turki, termasuk pertukaran informasi soal serangan udara Rusia di Suriah.

Namun, Rusia, seperti disampaikan juru bicara istana Kremlin, Dmitry Peskov, masih menunggu penjelasan masuk akal dari Turki soal mengapa mereka menembak jatuh jet tempur Rusia. Rusia bersikeras, pesawat mereka tidak terbang di atas wilayah udara Turki, namun, Turki berulang kali menyebut bahwa pesawat nahas itu tetap menerobos perbatasan kendati sudah berkali-kali diperingatkan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Rusia terlalu emosional. Menurutnya, keputusan mereka memutus kerja sama amat tidak tepat.

"Kita ini mitra strategis... 'Proyek kerja sama kemungkinan dihentikan, hubungan akan diputus'? Apakah pendekatan tersebut pantas bagi para politisi?" kata Erdogan dalam sebuah pidato di Ankara, Turki.

"Pertama-tama para politisi dan militer kita harus duduk bersama dan berbicara mengenai kesalahan yang kita perbuat dan fokus pada upaya menyelesaikan kesalahan pada kedua belah pihak. Namun, jika kita membuat pernyataan emosional seperti ini, itu tidak akan baik," tutupnya. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI