Empat Warga Kosovo Mengancam Paus Fransiskus Ditangkap

Tomi Tresnady

Selasa, 01 Desember 2015 | 23:00 WIB
Empat Warga Kosovo Mengancam Paus Fransiskus Ditangkap
Paus Fransiskus saat menemui umat Katolik di New York City, 25 September 2015 [shutterstock]

Suara.com - Kepolisian Italia dan Kosovo menangkap empat warga Kosovo, yang diduga menjadi bagian jaringan garis keras, yang menyebarkan propaganda dan mengancam Paus Fransiskus, kata pejabat pengadilan, Selasa.

Keempat tersangka itu, tiga di antaranya ditangkap di Italia, sementara seorang lagi di Kosovo. Mereka diduga "membenarkan terorisme" dan "menghasut kebencian rasial", kata kepolisian Italia dalam pernyataan.

Pejabat polisi mengatakan keempat tersangka itu sangat giat di Internet dalam menggalakkan alasan mendukung gerakan mereka, tetapi tampaknya tidak terlibat dalam komplotan tertentu.

"Mereka mengancam Paus dan merayakan serangan baru-baru ini di Paris serta mengancam mantan duta besar Amerika Serikat untuk Kosovo," kata Carmine Esposito, Kepala Polisi di Kota Brescia, Italia utara, tempat penyelidikan itu dilakukan.

Salah satu pesan mereka tertulis, "Ingatlah tidak akan ada Paus lainnya setelah Paus yang ini. Paus Fransiskus ini adalah yang terakhir." Dua orang dari mereka yang ditangkap di Italia akan diusir dari negara secepatnya, sementara satu orang diizinkan untuk tinggal di negara asalnya namun ditempatkan di bawah pengawasan khusus seiring penyelidikan terus dilanjutkan.

Tersangka keempat bernama Samet Imishti, yang dikatakan sebagai pemimpin kelompok dan memiliki pengalaman perang di luar Kosovo, ditangkap di sebuah desa terletak di Kosovo timur.

Italia telah meningkatkan penjagaan pada tersangka jihadis Islam setelah serangan 13 November di Paris yang menewaskan 130 orang. Pekan lalu, Italia telah mengusir empat orang warga Maroko yang diduga juga menggalakkan jihad. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Dalam Masjid Bangui, Paus Fransiskus Merunduk ke Arah Kiblat

Di Dalam Masjid Bangui, Paus Fransiskus Merunduk ke Arah Kiblat

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 13:43 WIB

Paus Fransiskus: Kristen dan Muslim adalah Saudara

Paus Fransiskus: Kristen dan Muslim adalah Saudara

News | Senin, 30 November 2015 | 23:25 WIB

Paus Fransiskus Diberitakan Derita Tumor Otak, Vatikan Menjawab

Paus Fransiskus Diberitakan Derita Tumor Otak, Vatikan Menjawab

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 15:12 WIB

Paus Fransiskus Minta Maaf atas Skandal di Vatikan

Paus Fransiskus Minta Maaf atas Skandal di Vatikan

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 06:20 WIB

Paus Fransiskus Terima Gay Asal Indonesia di Washington

Paus Fransiskus Terima Gay Asal Indonesia di Washington

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 16:16 WIB

Berkat Paus Fransiskus, Mobil Imut Fiat Populer di AS

Berkat Paus Fransiskus, Mobil Imut Fiat Populer di AS

Otomotif | Senin, 28 September 2015 | 18:33 WIB

Paus Fransiskus: Mereka Melarikan Diri dari Kematian

Paus Fransiskus: Mereka Melarikan Diri dari Kematian

News | Minggu, 20 September 2015 | 08:12 WIB

Paus Fransiskus Setuju Pendeta Bisa Maafkan Pelaku Aborsi

Paus Fransiskus Setuju Pendeta Bisa Maafkan Pelaku Aborsi

News | Selasa, 01 September 2015 | 20:11 WIB

Jeep Wrangler, Mobil yang Digunakan Paus Fransiskus di AS

Jeep Wrangler, Mobil yang Digunakan Paus Fransiskus di AS

Otomotif | Rabu, 26 Agustus 2015 | 06:58 WIB

Uskup Agung Senang Pemerintah Mengundang Paus Fransiskus

Uskup Agung Senang Pemerintah Mengundang Paus Fransiskus

News | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 05:54 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×