Pengikut ISIS dari Indonesia Paling Sedikit

Ardi Mandiri

Minggu, 20 Desember 2015 | 06:36 WIB
Pengikut ISIS dari Indonesia Paling Sedikit
Militan ISIS Ancam Serang Washington

Suara.com - Mantan Wakil Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar mengatakan warga Indonesia yang menjadi anggota kelompok bersenjata ISIS tercatat paling sedikit dibanding negara lain, meski penduduk Muslim di negeri ini paling besar di dunia.

"Itu tidak lepas dari keberadaan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) yang tidak pernah lelah menjalankan program pencegahan terorisme," katanya dikutip dalam siaran pers diterima di Jakarta, Sabtu (19/12/2015)

Menurut Nasaruddin, fakta bahwa warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS tercatat paling sedikit itu terungkap ketika ia diundang dalam World Summit di Gedung Putih dan mendapat kesempatan berbicara setelah Presiden Barack Obama.

"Karena fakta itu, banyak negara-negara Islam datang untuk belajar bagaimana hidup damai seperti di Indonesia," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

 Saat mengikuti acara di Liberia, Afrika, Nasaruddin mendengarkan khutbah berbahasa Inggris di mana khatib menyatakan bangga memiliki saudara seperti Indonesia yang sudah bisa mengekspor pesawat dan bisa hidup berdampingan dengan berbagai suku bangsa dan agama.

"Fakta inilah yang seharusnya membuat bangsa Indonesia bangga. Saat orang-orang luar negeri melihat Indonesia, mereka pasti menjadi tahu apa sebenarnya Islam Indonesia itu," kata dia.

Intinya, lanjut Nasaruddin, Islam Indonesia tidak identik dengan terorisme karena Islam Indonesia adalah Islam rahmatan lil alamin, Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

"Tanpa embel-embel negara Islam, banyak yang kagum dengan Pancasila. Kita perlu belajar dari Piagam Hudaibiyah dan Piagam Jakarta. Ternyata Islam yang damai ya Islam yang diajarkan founding fathers kita, Soekarno dan Hatta," katanya.

Mengutip kitab suci Al Quran, Nasaruddin mengatakan bahwa pertumpahan darah tidak akan berakhir selama manusia itu ada. Yang bisa dilakukan adalah memperkecil kemungkinan terjadinya pertumpahan darah tersebut.

"Mustahil manusia bisa kompak bersatu seperti yang diimajinasikan. Kini tugas kita adalah melatih hidup di tengah perbedaan, bukan menyatukan perbedaan itu, demi untuk menciptakan perdamaian untuk meminimalisir aksi kekerasan ataupun terorisme," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Nasaruddin, sudah menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia untuk bersama membantu dan mendukung BNPT dalam menjalankan program penanggulangan terorisme di negara ini.

"Tugas ini sangat mulia dalam menciptakan perdamaian dan ketenteraman di Bumi Nusantara," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prancis Desak Assad Mundur dari Jabatan Presiden Suriah

Prancis Desak Assad Mundur dari Jabatan Presiden Suriah

News | Sabtu, 19 Desember 2015 | 19:49 WIB

Obama Serukan Dunia Tingkatkan Melawan ISIS

Obama Serukan Dunia Tingkatkan Melawan ISIS

News | Selasa, 15 Desember 2015 | 06:05 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×