Suara.com - Tidak mudah pekerjaan petugas kebersihan DKI Jakarta yang membersihkan sampah pascaperayaan malam tahun baru 2016 tadi malam. Selain harus betugas keras pada dinihari, mereka juga harus melawan hujan yang turun di sejumlah wilayah.
Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana mengatakan hujan tadi malam diakuinya sebagai pekerjaan tambahan untuk aparatnya. Sebab, banyak sampah yang harus terbawa arus hujan dan masuk ke selokan dan kali-kali.
"Kita memang siagakan petugas pukul 01.00 WIB. Meski sejumlah titik tadi malam hujan, mereka tetap bertugas. Kami berikan jas hujan untuk mereka bekerja," kata Ali dihubungi, Jakarta, Jumat (1/1/2016).
Apalagi banyak warga yang kurang sadar sehingga membuang sampah bekas perayaan malam tahun baru, baik sampah petasan atau lainnya, ke kali atau selokan. Sehingga, para petugas kebersihan harus turun ke kali dan secara manual memungutinya.
"Jadi itu kan tidak bisa dibersihkan pakai alat, jadi harus manual memungut sampah pakai tangan. Ini juga yang memperlambat untuk membersihkan sampah," tambahnya.
Dia memang menargetkan pembersihan sampah pascaperayaan malam tahun baru tadi malam untuk menyelesaikan tugasnya pukul 03.00 WIB. Sehingga, petugas kebersihan rutin di pagi hari jadi lebih mudah bertugas.
"Pukul 03.00 WIB sudah selesai semua. Nah, pukul 06.00 WIB petugas rutin diturunkan, jadi saat pagi sudah bersih semua," kata dia.
Dia menambahkan, 1.555 petugas disebar ke seluruh wilayah. Personel yang paling banyak disebar di Jakarta Timur, yaitu 605 orang. Kemudian, Jakarta Selatan 273 orang, Jakarta Pusat 230 orang, Jakarta Utara 138 orang, Jakarta Barat 120 orang, dan kepulauan seribu 189 orang.
Sampah pascaperayaan pergantian tahun 2016 di Jakarta mencapai 700 ton. Dibandingkan tahun lalu, jumlah ini berkurang. Pada tahun lalu, Ali mengatakan jumlah sampah mencapai 1000 ton.