Orangtua Korban Salah Tangkap Johar Baru Berharap Anaknya Bebas

Arsito Hidayatullah, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 07 Januari 2016 | 13:36 WIB
Orangtua Korban Salah Tangkap Johar Baru Berharap Anaknya Bebas
Sidang eksepsi di PN Jakpus, Rabu (6/1/2016), terkait dugaan salah tangkap usai tawuran warga di Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada 24 September 2015 lalu. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Orangtua korban dugaan salah tangkap yang dilakukan anggota Polres Jakarta Pusat, berharap aparat bisa segera membebaskan anak-anak mereka dari jerat hukum. Kasus ini bermula ketika ada tawuran warga yang terjadi di wilayah Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada 24 September 2015.

Kedelapan warga yang diduga salah tangkap masing-masing bernama Julio, Afriyanto, Lucky Iriandy, Andi, Fredi, Indra, Robby, serta Topan. Mereka saat ini statusnya sudah menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

"Saya nggak mau lagi ada korban. Saya minta ada keadilan. Yang diproses jangan warga sini saja. Anak-anak yang di dalam dibebasin, (karena) padahal mereka nggak pada salah. Udah hampir 4 bulan dia ditahan. Kasihan orangtuanya jadi susah," ujar Fatimah, orangtua dari Andi, ketika berbincang dengan Suara.com di bilangan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2016).

 
Fatimah bercerita, dalam kejadian itu, awalnya kawasan tempat tinggalnya diserang oleh sekelompok warga yang berasal dari Geng Abapon (Anak Bawah Pohon) yang berada di RW 10. Saat itu menurutnya, warga di kawasan Velbak tidak terima ada pos warga dibakar, sehingga warga serentak keluar dan membela kampungya.

"Padahal anak-anak sini nggak pernah ikutan tawuran. Pas ada pos dibakar, kita membela kampungnya. Intinya ini diserang terus daerah sini," katanya.

"Pokoknya kita tuntut keadilan. Kenyataan faktanya gitu, anak-anak sini nggak bersalah. Mohon semua dibebaskan, karena cukup menderita orangtuanya. Takutnya kelamaan (dipenjara), anak-anak yang tadinya baik-baik jadi keras," tutur Fatimah menambahkan.

Selain Fatimah, Anan, orangtua dari Afriyanto, mengaku heran dengan sikap pihak kepolisian. Pasalnya menurutnya, ketika warga daerahnya melaporkan kasus tawuran dan pengrusakan yang dilakukan Geng Abapon, justru tidak pernah ditanggapi.

"Anehnya, orang situ (Abapon) nggak ditangkap. Yang banyak yang di sini, malah kita jadi korban. Anak-anak yang ditangkep itu yang nggak pada salah," katanya.

Diceritakan lagi bahwa saat itu, polisi menangkap delapan warga Velbak berdasarkan adanya laporan dari seorang warga bernama Abu Bakar yang tak terima warungnya dirusak warga. Namun menurut warga, saat itu Abu Bakar melaporkan Wahid, dan bukan kedelapan nama yang saat ini jadi terdakwa.

"Iya, pas itu polisi cari si Wahid, yang kebetulan dia ngontrak di sini memang, pas cari Wahid nggak ketemu, nah ada anak-anak tuh lagi pada nongkrong mau bakar sate, dan ditangkepin dia. Sempet dipukulin, suruh ngaku," jelas Barnas, orangtua dari Lucky.

"Yang dibawa polisi saat itu 11 orang. Karena tiga (di antara)-nya masih di bawah umur, (ketiganya) dibebasin," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PP Ganti Rugi Korban Salah Tangkap Perlu Masukan Masyarakat

PP Ganti Rugi Korban Salah Tangkap Perlu Masukan Masyarakat

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 03:02 WIB

Alasan Polisi Lepas 2 Ibu yang Sembunyikan Senpi Pelaku Tawuran

Alasan Polisi Lepas 2 Ibu yang Sembunyikan Senpi Pelaku Tawuran

News | Senin, 30 November 2015 | 17:49 WIB

Polisi Masih Buru Pelaku Utama 'Tawuran Maut' Johar Baru

Polisi Masih Buru Pelaku Utama 'Tawuran Maut' Johar Baru

News | Senin, 30 November 2015 | 17:15 WIB

Belasan Orang Jadi Tersangka 'Tawuran Maut' di Johar Baru

Belasan Orang Jadi Tersangka 'Tawuran Maut' di Johar Baru

News | Senin, 30 November 2015 | 15:57 WIB

Terkini

DPR dan Mendikdasmen Sepakat PPPK Guru Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes!

DPR dan Mendikdasmen Sepakat PPPK Guru Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes!

News | Senin, 21 September 2026 | 17:49 WIB

Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru

Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru

Riau | Senin, 21 September 2026 | 17:48 WIB

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:45 WIB

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 17:42 WIB

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

News | Senin, 21 September 2026 | 17:36 WIB

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

News | Senin, 21 September 2026 | 17:30 WIB

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

News | Senin, 21 September 2026 | 17:22 WIB

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

×