Warga Velbak Merasa Dianaktirikan Polres Jakpus, Mereka Kecewa

Siswanto | Suara.com

Kamis, 07 Januari 2016 | 17:42 WIB
Warga Velbak Merasa Dianaktirikan Polres Jakpus, Mereka Kecewa
Ilustrasi anggota polisi (suara.com/Tri Setyo)

Suara.com - Warga RW 10, Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, merasa dianaktirikan Kepolisian Resor Jakarta Pusat. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai Velbak. Di sana sering terjadi kasus tawuran.

Mengapa mereka merasa dicueki polisi? Menurut cerita warga Jalan Keramat Pulo Gundul, RT 8, RW 10, Oki Irawan (35), setiap ada warga yang melaporkan kasus tawuran, respon petugas kepolisian sangat mengecewakan.

"Setiap warga sini buat laporin perusakan yang dilakukan anak-anakan Abapon (anak bawah pohon) nggak ditangan-tanganin (tidak ditangani dengan cepat)," kata Oki kepada Suara.com di kawasan Tanah Tinggi, Kamis (7/1/2016).

Abapon merupakan sebutan buat sebagian kelompok anak di RW 10. Abapon dan Velbak hanya dipisahkan RT.

Oki menyontohkan laporan warga yang sampai sekarang tidak ditindaklanjuti dengan tuntas oleh pihak berwajib ialah kasus pembakaran sepeda motor yang diduga perbuatan anak-anak kawasan Abapon. Ketika itu, kata Oki, polisi hanya tanya soal apakah kenal dengan pelaku atau tidak dan alasan pembakaran.

"Lebih dari tiga kali lapor ke Polres Jakarta Pusat, tapi nggak ditanggapi. Pembakaran motor itu empat bulan lalu, kasus nggak berjalan, ini kan namanya polisi tidak melayani masyarakat," katanya.

"Sama pas Abapon nyerang warga sini, kita cuma diem nggak melawan dan hanya melihat mereka, setelah itu lapor ke polisi juga nggak ditanggapi," katanya.

Menurut Oki berbeda halnya kalau yang lapor warga kawasan Abapon. Menurut dia, laporan mereka cepat ditangani polisi. Oki menyontohkan kasus tawuran pada 24 September 2015 antara anak Abapon dan Velbak.

Lima warga yang ditemui Suara.com salah satu pos mengaku bingung kenapa polisi mengecewakan saat menerima laporan warga Velbak. Di situ mereka curiga, ada apa dengan polisi.

"Sering terjadi transaksi narkoba di sana (Abapon). Salah seorang warga yang ngontrak (berinisal YS) warga RT 1, RW 13, tapi ngontraknya di RT 1, RW 10, pernah ditangkap polisi pada sekitar 19 September 2015, kasus narkoba, tapi nggak lama kelihatan lagi, tuh orangnya," kata dia.

Warga semakin kecewa dengan polisi ketika terjadi kasus tawuran warga di Johar Baru pada hari Idul Adha tahun 2015.

Polisi menangkap delapan warga Velbak dengan tuduhan merusak warung saat terjadi tawuran. Padahal, menurut warga, kedelapan orang yang ditangkap tidak terlibat.

Kedelapan warga yang diduga salah tangkap dan kasusnya sekarang masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ialah Julio, Afriyanto, Lucky Iriandy, Andi, Fredi, Indra, Robby, dan Topan.

Kedelapan terdakwa sekarang didampingi pengacara Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Kasus Dugaan Salah Tangkap Remaja saat Tawuran

Cerita Kasus Dugaan Salah Tangkap Remaja saat Tawuran

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 14:32 WIB

Alasan Polisi Lepas 2 Ibu yang Sembunyikan Senpi Pelaku Tawuran

Alasan Polisi Lepas 2 Ibu yang Sembunyikan Senpi Pelaku Tawuran

News | Senin, 30 November 2015 | 17:49 WIB

Terkini

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB