Pelabuhan Cirebon Larang Bongkar Muat Batu Bara

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 09 Januari 2016 | 04:15 WIB
Pelabuhan Cirebon Larang Bongkar Muat Batu Bara
Ilustrasi batu bara (shutterstock)

Suara.com - Pelabuhan Cirebon menutup aktivitasnya untuk bongkar muat batu bara. Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, Nasrudin Azis mengatakan ini dalam rangka mencari solusi.

"Penutupan Pelabuhan dari aktivitas bongkar muat batu bara dari tanggal 7 Januari itu merupakan salah satu upaya untuk mencari solusi pihak yang terkait," kata Azis di Cirebon, Jumat (8/1/2016).

Penutupan itu sebagai langkah pemerintah Kota Cirebon dan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Cirebon (KSOP) untuk meminimalisir kegaduhan yang ada selama ini. Untuk aktivitas tersebut sekarang ditutup untuk sementara waktu dan belum bisa ditentukan, apakah besok dibuka atau sebulan kemudian baru dibuka bahkan bisa ditutup secara permanen.

"Penutupan Pelabuhan Cirebon dari aktivitas bongkar muat batu bara itu, sementara waktu sampai ada kesepakatan dari pihak yang terkait," jelasnya.

Pihaknya juga akan segera memusyawarahkan kepada semua yang terkait untuk mencari jalan yang terbaik untuk semua pihak. Bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon memang mempunyai dampak yang besar bagi industri. Khususnya di wilayah Bamdung. Di mana di sana 70 persen batu bara yang ada di Cirebon itu dikirim ke daerah tersebut.

"Kami juga masih mepertimbangkan nasib karyawan di Industri yang menggunakan batu bara, di mana jika batu bara tidak ada di Cirebon, maka jelas ribuan orang akan kehilangan pekerjaan," tuturnya.

Sementara itu Asisten Menejer Pengendalian Kinerja dan Port Facility Security Officier Iman Wahyu menambahkan perusahaan yang tergantung dari kiriman batu bara Pelabuhan Cirebon itu ada sekitar 10 perusahaan dan juga ada dari PLTU yang menggunakan batu bara dan jika ditutup, maka akan sangat berdampak.

"Sampai dua pekan saja aktivitas bongkar muat batu bara ditutup, maka akan banyak menimbulkan masalah di perindustrian dan yang lainnya," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gubernur Kaltim Tutup 10 Perusahaan Tambang Batu Bara

Gubernur Kaltim Tutup 10 Perusahaan Tambang Batu Bara

News | Jum'at, 18 Desember 2015 | 01:54 WIB

Harga Batu Bara Kembali Lesu

Harga Batu Bara Kembali Lesu

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2015 | 03:00 WIB

Kecelakaan di Tambang Batu Bara, 22 Pekerja Tewas

Kecelakaan di Tambang Batu Bara, 22 Pekerja Tewas

News | Rabu, 04 Juni 2014 | 07:57 WIB

Kasus Ledakan Tambang, Polisi Tangkap 18 Orang

Kasus Ledakan Tambang, Polisi Tangkap 18 Orang

News | Minggu, 18 Mei 2014 | 19:45 WIB

Ratusan Tewas dalam Ledakan Tambang, PM Turki Batalkan Perjalanan

Ratusan Tewas dalam Ledakan Tambang, PM Turki Batalkan Perjalanan

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 12:12 WIB

Pejabat: 157 Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara

Pejabat: 157 Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 05:17 WIB

Tambang Batu Bara Meledak, 17 Pekerja Tewas

Tambang Batu Bara Meledak, 17 Pekerja Tewas

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 03:20 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×