Datangi Polda Metro, Keluarga Minta Kasus Awal Bros Dipercepat

Arsito Hidayatullah, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 12 Januari 2016 | 19:04 WIB
Datangi Polda Metro, Keluarga Minta Kasus Awal Bros Dipercepat
Pengacara keluarga Falya Raafani Blegur (15 bulan), M. Ihsan, di DPRD Kota Bekasi, Selasa (24/11/2015). Falya diduga korban malpraktik RS Awal Bros [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Pihak keluarga Falya Raafani Blegur (15 bulan), korban dugaan malapraktik RS Awal Bros, Bekasi, mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (12/1/2016).

Kuasa hukum keluarga Falya, M Ihsan, mengatakan bahwa kedatangan pihak keluarga tersebut guna mencari tahu perkembangan kasus kematian Falya yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"Jadi hari ini saya menemani klien saya dalam rangka menegakkan perkembangan penyelidikan. Dari awal kita sudah tahu laporan diterima, kemudian dilakukan gelar perkara pembongkaran makam dan pemeriksaan saksi-saksi. (Tapi) Sampai saat ini kami belum dapat informasi kapan kasus ini dibawa ke pengadilan," kata Ihsan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/1/2016).

 
Menurut Ihsan, hingga saat ini pihak keluarga belum pernah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan dan prosedur penanganan kasus tersebut.

"Nah, kami mungkin ingin tahu dari penyidik, apakah proses pemeriksaan saksi dan bukti dianggap cukup, sehingga nanti kita bisa melihat bagaimana kasus ini segera dibawa ke pengadilan," katanya.

Pihak keluarga, kata Ihsan, menyayangkan tidak adanya informasi dari polisi usai dilakukan pembongkaran makam Falya untuk kepentingan otopsi.

"Kalau otopsi itu kan artinya salah satu alat bukti ya, dan hasilnya untuk kepentingan penyidik. Bisa diberitahu ke kami, bisa tidak. Tapi yang penting buat kita persoalan bukan sekadar otopsinya, tapi bagaimana prosedur ini berjalan," kata dia.

Dikatakan Ihsan, bahwa pihak keluarga sangat berharap proses penyelidikan kasus dugaan malapraktik tersebut cepat naik ke tahap penuntutan, sehingga bisa segera disidangkan.

"Ya, kalau kita hanya minta kepastian proses. Kalau bisa segera dinaikkan, sehingga kita sama-sama lihat prosesnya di pengadilan," kata Ihsan.

Sebelumnya diberitakan, keluarga almarhumah Falya Raafani Blegur (15 bulan) melaporkan dokter berinisial YWA yang berpraktik di RS Awal Bros, Kota Bekasi, Jawa Barat, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya.

Keluarga menduga Falya menjadi korban malapraktik setelah dirawat di rumah sakit yang terletak di Jalan KH Noer Ali itu. Falya dirawat di rumah sakit itu mulai Rabu (28/10/2015).

Dia lantas meninggal di RS Awal Bros pada Minggu (1/11/2015). Keluarga mengatakan bahwa sebelum diberi antibiotik oleh dokter, Falya sudah mulai sehat. Keluarga Falya menduga pemberian antibiotik tersebut tidak sesuai prosedur.

Dokter YWA dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 359 KUHP dan UU Kesehatan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Kasus ini dilaporlan dengan nomor laporan Polda Metro Jaya LP/4829/X/2015/PMJ/Ditreskrimsus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluarga Publikasikan Dokumen Dugaan Malpraktik RS Awal Bros

Keluarga Publikasikan Dokumen Dugaan Malpraktik RS Awal Bros

News | Selasa, 15 Desember 2015 | 19:50 WIB

Dugaan Malpraktik, Dinkes Kota Bekasi Konpres Pekan Depan

Dugaan Malpraktik, Dinkes Kota Bekasi Konpres Pekan Depan

News | Jum'at, 27 November 2015 | 20:23 WIB

Keluarga Korban Dugaan Malpraktik RS Awal Bros Tuntut Keadilan

Keluarga Korban Dugaan Malpraktik RS Awal Bros Tuntut Keadilan

News | Jum'at, 27 November 2015 | 17:35 WIB

Bongkar Makam, Polisi Teliti Zat di Tubuh Korban Malpraktik

Bongkar Makam, Polisi Teliti Zat di Tubuh Korban Malpraktik

News | Jum'at, 27 November 2015 | 13:48 WIB

Terkini

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:32 WIB

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:29 WIB

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:27 WIB

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26 WIB

Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan

Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB

Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB

Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan

Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:21 WIB

Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya

Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:20 WIB

×