Keluarga Publikasikan Dokumen Dugaan Malpraktik RS Awal Bros

Siswanto

Selasa, 15 Desember 2015 | 19:50 WIB
Keluarga Publikasikan Dokumen Dugaan Malpraktik RS Awal Bros
Rumah Sakit Awal Bros di Jalan KH. Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi, Jawa Barat.[suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Keluarga memublikasikan dokumen yang diklaim otentik terkait dugaan malpraktik dokter RS Awal Bros, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang mengakibatkan pasien bayi Falya Raafani (15 bulan) meninggal dunia.

"Kami memiliki bukti hasil laporan laboratorium rumah sakit yang menerangkan adanya perubahan kondisi biologis Falya pascapemberian antibiotik," kata ayah kandung pasien, Ibrahim Blegur, di Bekasi, Selasa (15/12/2015).

Dalam hasil laboratorium patologi klinik oleh Dr. Regina Meilinda dengan nomor transaksi LAB1510280098 dan nomor medrec 00194534 menerangkan kondisi leukosit atau sel darah putih yang diproduksi jaringan hemopoetik untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi pasien pada 28 Oktober 2015 pukul 13.37 WIB dalam kondisi normal.

"Leukosit anak saya 9.690 dari nilai rujukan 6.000-17.000/uL. Hasil konsultasi saya dengan pakar medis, kondisi itu normal," katanya.

Menurut Blegur usai diberi cairan infus, kondisi pasien sempat menunjukkan gejala perubahan lebih baik karena asupan makanan dari rumah sakit dikonsumsi pasien secara baik.

"Bubur dari rumah sakit dikonsumsi anak saya sampai habis, artinya nafsu makannya bertambah. Bahkan Falya sempat bermain dan bercanda dengan kami," katanya.

Namun pada 29 Oktober 2015, kata dia, dokter atas nama Yenny Wiarni Abbas merekomendasikan pemberian antibiotik jenis Tricefin 1 gram yang dicampur dalam cairan infus 100 ml tanpa melalui izin pihak keluarga.

Pascapemberian antibiotik tersebut, kata dia, terjadi perubahan kondisi kesehatan terhadap pasien.

Pada hari yang sama, kata dia, bayi Falya kembali dicek laboratorium pada pukul 21.51 WIB yang hasilnya terjadi lonjakan kadar leukosit pada tubuh pasien menjadi 23.270/uL.

"Kondisi itu dibarengi gejala pembengkakan pada tubuh anak saya dan mulutnya mengeluarkan busa. Bahkan trombositnya turun dari 397.000/uL menjadi 259.000/uL," katanya.

Pada Minggu (1/11), tim medis RS Awal Bros menyatakan pasien meninggal dunia pukul 06.00 WIB dengan keterangan penyebab kematian adalah kegagalan organ berganda.

"Sampai saat ini kami masih mempertanyakan kebenaran dari meninggalnya anak kami kepada pihak rumah sakit, namun tidak ada jawaban sampai sekarang," katanya.

Manajemen RS Awal Bros membantah ada malpraktik pada kasus itu, dan telah membeberkan hal-ihwal itu kepada publik. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dugaan Malpraktik, Dinkes Kota Bekasi Konpres Pekan Depan

Dugaan Malpraktik, Dinkes Kota Bekasi Konpres Pekan Depan

News | Jum'at, 27 November 2015 | 20:23 WIB

Hasil Autopsi Korban Dugaan Malpraktik Makan Waktu 12 Hari

Hasil Autopsi Korban Dugaan Malpraktik Makan Waktu 12 Hari

News | Jum'at, 27 November 2015 | 14:43 WIB

Terkini

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

×