Array

KPAI: Awasi Anak dari Pengaruh Gafatar

Kamis, 21 Januari 2016 | 14:43 WIB
KPAI: Awasi Anak dari Pengaruh Gafatar
Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda, saat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/5/2015). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Ribuan orang anggota eks organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Mempawah, Kalimantan Barat‎ diungsikan ke tempat aman setelah terjadi penolakan oleh warga setempat. Rencananya mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Beberapa di antaranya dari kelompok itu terdapat anak-anak.

‎Atas hal itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta ‎semua pihak baik itu instansi terkait maupun elemen masyarakat untuk mengawasi mereka.

‎"Ribuan pengungsi Gafatar pada akhirnya nanti setelah kembali pulang ke daerah asalnya perlu diawasi. Jangan sampai warga terpengaruh aliran itu lagi, khususnya anak-anak dan remaja," kata Sekjen KPAI Erlinda di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2016).

Menurut Erlinda aliran organisasi Gafatar ini cukup berbahaya untuk kehidupan sosial masyarakat. Gerekannya sangat masif dalam merekrut anggota dengan mendatangi satu-persatu, bahkan datang ke rumah-rumah warga dengan berbagai modus dan iming-iming.

"Bahkan cara mereka mendatangi rumah-rumah warga, mengikuti arisan ibu-ibu untuk dipengaruhi ikut Gafatar. Mereka mengiming-imingi bahwa aliran iniah nanti yang akan diterima diakhirat. Jadi tidak perlu ibadah syariat, seperti salat, puasa, termasuk naik haji," ungkapnya.

Erlinda mengaku keluarganya bahkan sempat diajak oleh kelompok aliran tersebut untuk gabung‎. Bahkan aliran Gafatar ini mendekati kelompok gerakan radikal.

"Bahkan mereka mencari pengikut dari kalangan mahasiswa pada saat ajaran baru," ujar dia.

Maka dari itu ia mengimbau semua pihak untuk mengantisipasi dan mencegah berkembangnya gerakan tersebut di lingkungan masyarakat.

"Kami berpendapat RT/RW bertanggung jawab atas hal ini, kepolisian termasuk aparat pemerintah daerah. Aliran ini harus dicegah bersama-sama," kata dia.

"Kami minta kepada pemerintah agar tidak memandang remeh kelompok ini. Aliran ini dekat sekali dengan aliran radikalisme. Aliran ini sudah ada di pedesaan yang tak terjangkau transportasi".

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan saat ini anggota Gafatar yang ada di Kalimantan Barat sudah mencapai ribuan orang.

"Sudah ada 2816 orang yang gabung Gafatar di Kalbar," kata Anton di kantornya Kamis Siang.

Berdasarkan laporan masyarakat ke Kepolisian anak-anak yang hilang di Jogja ada 15 orang, namun belum diketahui apakah mengikuti kelompok Gafatar tersebut ke Kalbar atau tidak. Masyarakat mencurigai anak-anak yang hilang itu mengikuti aliran Gafatar tersebut.

"Dari Jogja ada 15 anak yang hilang, dua anak diketahui ikut langsung dengan organisasi Gafatar, sedangkan yang lain belum ditemukan. Bahkan ada laporan dari orang tuanya di Jogja, anaknya ke Kalimantan, ketika kembali dari sana menggunakan kaos Gafatar," ujar dia.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI