Mantan Ketum Gafatar: Itu Semua Opini Buat Hantam Kami

Siswanto, Welly Hidayat

Selasa, 26 Januari 2016 | 18:02 WIB
Mantan Ketum Gafatar: Itu Semua Opini Buat Hantam Kami
Warga mantan pengikut Gafatar diberangkatkan dari Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (22/1). [Antara]

Suara.com - Mantan Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara Mahful M. Tumanurung mengakui Gafatar telah keluar dari pemahaman keagamaan di Indonesia. Organisasi ini, katanya, telah dibubarkan secara nasional sejak 13 Agustus 2015.

"Kami Gafatar telah keluar dari keyakinan atau paham Islam mainstream. Mereka mengakui berpegang teguh pada paham Millah Abraham dan berpedoman kepada kitab Taurat, Injil dan Al- Qur'an," kata Mahful dalam konferensi pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).

Mahful menjelaskan keyakinan merupakan hak asasi setiap manusia setiap warga negara Indonesia yang dilindungi dan dijamin UUD 1945.

"Inilah sikap kami telah keluar dari keyakinan atau paham keagamaan Islam mainstream dan tetap berpegang teguh pada paham Millah Abaraham sebagai jalan kebenaran Tuhan seperti diajarkan oleh para Nabi dan Rasul Allah," kata Mahful.

Tapi, Mahful membantah menyebarkan paham tersebut melalui pemaksaan. Mahful juga membantah menjadikan Kalimantan Barat sebagai basis dakwah dan membuat negara baru.

"Kami tidak memaksa, kalau ada yang ingin mendalami ajaran tersebut kami ajarkan, kami di sana (Kalimantan Barat) juga tidak berdakwah, itu semua opini. Itu dijadikan dasar untuk menghantam kami," ujar Mahful.

Mahful pun mempertanyakan fatwa sesat terhadap Gafatar dari Majelis Ulama Indonesia.

Gafatar, katanya, bergerak di bidang sosial dan selama berkegiatan tidak pernah memaksakan kehendak kepada seseorang.

"Toh keyakinan itu hak asasi setiap warga negara, mari kita buktikan. Apapun agama anda mari kita berlomba-lomba jangan saling menjegal, sesama ormas tidak boleh saling menyesatkan," ujar Mahful.

Lebih dari seribu mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar dipulangkan pemerintah dari daerah Mempawah, Kalimantan Barat, ke tempat masing-masing.

Mengapa selama ini mereka tertarik ke Kalimantan Barat? Mahful menjelaskan karena daerah tersebut memberikan penghidupan yang baik.

"Kami hanya lakukan program kedaulatan pangan, kami sepakat dalam kongres luar biasa itu fokus pada membangun bangsa lewat kedaulatan pangan tidak ada pemaksaan sama sekali," kata Mahful.

Meski Gafatar sudah dibubarkan, program kerja Gafatar yakni kedaulatan pangan tetap berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pimpinan DPRD DKI Tolak Eks Gafatar Tinggal di Rusun

Pimpinan DPRD DKI Tolak Eks Gafatar Tinggal di Rusun

News | Selasa, 26 Januari 2016 | 17:58 WIB

Mantan Ketua Umum Gafatar Jelaskan Kenapa Pilih Kalbar

Mantan Ketua Umum Gafatar Jelaskan Kenapa Pilih Kalbar

News | Selasa, 26 Januari 2016 | 17:19 WIB

Gafatar: Kami Menolak Disebut Ingin Bangun Negara Baru

Gafatar: Kami Menolak Disebut Ingin Bangun Negara Baru

News | Selasa, 26 Januari 2016 | 17:05 WIB

Polri Kaji Dugaan Tindak Pidana Gafatar

Polri Kaji Dugaan Tindak Pidana Gafatar

News | Selasa, 26 Januari 2016 | 16:42 WIB

Ahok Beri Rumah Susun untuk Eks Gafatar

Ahok Beri Rumah Susun untuk Eks Gafatar

News | Selasa, 26 Januari 2016 | 10:11 WIB

Terkini

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:33 WIB

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:24 WIB

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 10:21 WIB

Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'

Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:20 WIB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:18 WIB

Gus Ipul Dukung Usulan IJTI Jadikan Udin Bernas sebagai Pahlawan Nasional

Gus Ipul Dukung Usulan IJTI Jadikan Udin Bernas sebagai Pahlawan Nasional

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:17 WIB

5 Serum Viva untuk Kulit Kering dan Kusam, Bantu Wajah Lebih Cerah sesuai Review

5 Serum Viva untuk Kulit Kering dan Kusam, Bantu Wajah Lebih Cerah sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:14 WIB

Listyo Sigit Sadap Telepon Prabowo, Jejak Senjata Intai Pegasus dari Israel

Listyo Sigit Sadap Telepon Prabowo, Jejak Senjata Intai Pegasus dari Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:13 WIB

×