Hartini: Walau Terinfeksi HIV Jangan Pernah Menyerah

Siswanto | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2016 | 19:05 WIB
Hartini: Walau Terinfeksi HIV Jangan Pernah Menyerah
Konselor Pencegahan Penularan HIV/AIDS Ibu dan Anak Hartini [suara.com/Meg Phillips]
HIV bisa menjangkiti siapapun. Data menyebutkan orang yang terinfeksi virus ini bukan hanya pekerja seks komersial, tapi kalangan pekerja dan ibu rumah tangga yang tidak punya aktivitas berisiko pun bisa kena.

Ibu rumah tangga yang terinfeksi virus tersebut, antara lain Hartini. Di salah satu acara yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, Hartini mengungkapkan dia terjangkit HIV dari suaminya.

Hartini berhasil keluar dari masa sulit setelah tahu kena HIV. Hartini tidak mau ada orang yang terkena virus lagi. Dia sekarang menjadi konselor VCT dan membagikan pengalamannya kepada masyarakat.

Saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/1/2016), Hartini mengungkapkan bahwa jumlah kasus Orang Dengan HIV/AIDS yang ditemukan di Indonesia, khususnya Jakarta, terus meningkat. Kasus HIV/AIDS ibarat gunung es. Hanya sedikit kasus yang ketahuan, padahal sebenarnya sangat banyak.

Angka kasus ibu rumah tangga yang terjangkit HIV dan kemudian berkembang menjadi AIDS tergolong banyak. Dan yang mencengangkan, lebih dari 90 persen kasus HIV pada anak terjadi karena tertular dari ibu mereka.

Hartini punya pengalaman. Tidak semua anak yang dilahirkan oleh ibu positif HIV tertular. Hartini telah membuktikannya. Anak yang dia lahirkan tidak terjangkit virus. Semua tergantung pada pemahaman ibu hamil.

Hartini melahirkan anak melalui program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak. PPIA memiliki empat pilar. Pertama, pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduksi (15-49 tahun). Kedua, pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan pada perempuan HIV positif. Ketiga, pencegahan penularan HIV dari ibu hamil ke bayi yang dikandungnya. Keempat, dukungan psikologis, sosial, dan perawatan kesehatan selanjutnya kepada ibu yang terinfeksi HIV dan bayi serta keluarganya.

Bagaimana cerita dia sampai terjangkit HIV dan bagaimana bangkit sampai dia memberdayakan diri bagi orang-orang dengan HIV/AIDS, berikut petikan hasil wawancara Suara.com dengan Hartini.

Bagaimana Anda bisa terinfeksi HIV?

Ini sih yang sebenarnya tidak boleh ditiru. Saya lima kali bersuami. Sekarang yang kelima. Tapi suamiku yang kesatu, kedua, ketiga bukan dari kalangan yang berisiko, bukan yang pecandu narkoba. Mereka biasa bekerja di kantor, tapi, bagaimana virus itu dari siapa, aku juga tidak pernah menyalahkan siapapun. Suamiku yang pertama yang jelas masih ada sampai sekarang. Suamiku kedua meninggal bukan karena sakit, tapi karena kecelakaan.

Suamiku yang ketiga, begitu aku berpisah, dia memang punya fakta berisiko, jadi ternyata, ada beberapa temannya yang bilang “kamu bisa ya sama dia?” – saya bilang, loh kenapa? lalu dia bilang “Oh iya lah, di kan nggak cuma sama perempuan,” gitu. Jadi, aku tidak berusaha menyalahkan, karena perpisahannya memang karena kasus kekerasan yang aku hadapi. Jadi, aku terdeteksi terkena HIV disuami ketiga.

Tapi, sekali lagi, semua suamiku adalah pernikahan resmi, bukan dibawah tangan, bercerainya pun resmi. Jadi aku masih tetap bertanya, salahkah seorang istri meladeni suaminya, kalau memang dianggap salah, begitu. Jadi virusnya memang bukan dari hubungan risiko yang dilakukan oleh aku, tapi oleh pasangan.

Kebanyakan orang kurang memahami HIV, menurut Anda kenapa?

Iya itu intinya karena mereka tidak tahu, dan mereka itu biasanya mencari informasi itu dari Google, jadi mereka suka Googling. Begitu Googling HIV yang keluar adalah orang yang kurus kering. Jadi mereka berpikiran bahwa HIV itu orang yang menyusahkan dan benar-benar orang-orang yang udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi.

Jadi itu sih sebenarnya pengertian dari mereka yang masih perlu banyak dibenahi, tapi kalau dilihat dari tahun 2011 sampai sekarang ini ada peningkatan yang cukup luar biasa. Dulu di tahun 2011, begitu aku bilang bahwa aku adalah penderita, ada banyak orang yang memicingkan mata yang berpikiran kalau aku aneh. Kok pakai jilbab, HIV gitu. Apakah kamu dulu pekerja seks, apakah kamu dulu pecandu narkoba, begitu.

Beda dengan sekarang, karena memang beritanya sudah dimana-mana, kalau HIV positif itu banyak di ibu rumah tangga. Karena aku sering melakukan sosialisasi di kelurahan dan di tingkat RW, dan penerimaan mereka cukup baik sih kalau sekarang, nggak seperti dulu lagi. Jadi sebenarnya sih karena mereka tidak paham.

Bagaimana cara mendukung atau memperhatikan Orang Dengan HIV/AIDS dengan baik?

Mereka (suami dan anak) suka mengganti kata-kata. Misalnya, kalau minum ARV (antiretroviral) itu jam sembilan pagi dan jam sembilan malam. Mereka nggak pernah bilang, 'umi minum obat ya,' karena mereka pikir orang yang minum obat itu orang sakit. Jadi mereka bilangnya, 'umi vitaminnya,' gitu. Karena supaya saya selalu sehat, selalu diberi vitamin.

Sebenarnya, untuk memberikan perhatian kepada mereka tidak harus mencolok. ‘Jei Hartini’ atau yang gimana, nggak begitu. Jadi bentuk yang kecil aja, memperlakukan saya seperti orang-orang lain yang tidak HIV. Diterima seperti orang-orang yang lain tanpa HIV gitu. Kan toh, HIV tidak harus ditularkan melalui interaksi sosial. Tidak bisa lewat berjabat tangan, berciuman, berpelukan, berenang di kolam renang, tidak mengeluarkan gitu. Jadi, itu sih aja sih bentuk dukungan aja. 

Bagaimana cara menghilangkan stigma dan deskriminasi terhadap ODHA?

Kalau sekarang sih, saya lebih memulai dari diri sendiri dan dari lingkungan, karena memang suami saya selalu mendukung dengan seperti yang sudah saya katakan tadi. Selagi saya melakukan hal yang positif, saya nggak usah takut akan dilabel sebagai HIV positif. Suamiku bilang, kamu akan dinilai orang karena perbuatan positif kamu. Memang saya sering beberapakali di media, jadi sepertinya tetangga dan keluarga besar suamiku sudah tahu saya HIV positif

Suamiku ternyata tidak tertular sampai sekarang. Begitu juga anak. Virusnya hanya tetap di saya dan saya tetap konsisten minum ARV. Intinya sih menunjukkan dari diri sendiri saja, dimulai dari diri sendiri.

Apa nasihat Anda bagi perempuan lain yang baru didiagnosa HIV?

Sekarang saya mandiri. Dan dulu saya pernah bekerja ke Puskesmas Sawah Besar. Nah, sekarang ini masih sedikit-sedikit suka membantu teman-teman, walaupun via telepon dan dari luar kota, saya selalu mendampingi teman-teman. Tapi tidak melulu perempuan, hanya kebetulan memang karena sekarang ada PITC ibu hamil, kebanyakan yang saya dampingi adalah ibu-ibu hamil yang HIV positif.

Aku dampingi sampai mereka betul-betul minum ARV. Jadi, secara independen saja sih, karena memang dari dulu aku suka cari informasi sebanyak-banyaknya, nanti aku selalu suka dekat-dekatin teman. Biasanya setiap kita ngambil obat, kita tahu mana yang baru, tahu status gitu. Mereka suka menyendiri, nggak mau berkumpul bareng orang yang lain

Dia tidak tahu bahwa di satu ruang tersebut, ada orang lain yang mungkin sama dengan dia. Jadi, saya suka didekatin, Saya kasih tahu bahwa saya juga sama seperti kalian, gitu. Jadi, rata-rata sebenarnya peningkatan itu dulu atau sekarang mereka melihatnya nggak percaya HIV positif karena gendut dan gemuk. Jadi mereka nggak percaya. Gitu sih, lebih ke mendampingi teman-teman aja walau pun via telepon. [Meg Phillips]

Suara.com -  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apa Ciri-ciri HIV? Penyakit Berbahaya, Dituding Diderita Paula Verhoeven Jelang Jadi Istri Baim Wong

Apa Ciri-ciri HIV? Penyakit Berbahaya, Dituding Diderita Paula Verhoeven Jelang Jadi Istri Baim Wong

Lifestyle | Rabu, 23 April 2025 | 15:06 WIB

Jarang Diajarkan di Sekolah, Edukasi Seks Ini Penting Diketahui Remaja

Jarang Diajarkan di Sekolah, Edukasi Seks Ini Penting Diketahui Remaja

Lifestyle | Selasa, 17 Desember 2024 | 21:34 WIB

Hati-hati! HIV Bisa Menular Lewat Cairan Tubuh, Ini Cara Mencegahnya

Hati-hati! HIV Bisa Menular Lewat Cairan Tubuh, Ini Cara Mencegahnya

Health | Rabu, 30 Oktober 2024 | 19:57 WIB

Emiten Ini Munculkan Tayangan Tentang HIV/AIDS di 924 Layar Televisi KRL, Apa Tujuannya?

Emiten Ini Munculkan Tayangan Tentang HIV/AIDS di 924 Layar Televisi KRL, Apa Tujuannya?

Bisnis | Selasa, 12 Desember 2023 | 17:20 WIB

Kemnaker Ingatkan Rumah Sakit tentang Penerapan K3 di Tempat Kerja

Kemnaker Ingatkan Rumah Sakit tentang Penerapan K3 di Tempat Kerja

Bisnis | Selasa, 19 September 2023 | 20:19 WIB

6 Faktor Utama Penularan HIV yang Jarang Disadari, Kuncinya Jaga Perilaku

6 Faktor Utama Penularan HIV yang Jarang Disadari, Kuncinya Jaga Perilaku

Your Say | Senin, 24 Juli 2023 | 07:42 WIB

Perilaku Seks Sesama Jenis dan Ibu Hamil Jadi Kelompok Tertinggi Penularan HIV, Kok Bisa?

Perilaku Seks Sesama Jenis dan Ibu Hamil Jadi Kelompok Tertinggi Penularan HIV, Kok Bisa?

Health | Selasa, 27 Desember 2022 | 17:10 WIB

Waduh! Denise Chariesta Dituduh Pernah Jadi Simpanan Pengacara Inisial S, Kabarnya Kini Idap HIV AIDS

Waduh! Denise Chariesta Dituduh Pernah Jadi Simpanan Pengacara Inisial S, Kabarnya Kini Idap HIV AIDS

Entertainment | Senin, 14 November 2022 | 06:15 WIB

Melonjak! Kasus HIV AIDS di NTT Bertambah Sebanyak 285 Kasus

Melonjak! Kasus HIV AIDS di NTT Bertambah Sebanyak 285 Kasus

News | Rabu, 14 September 2022 | 17:12 WIB

5 Cara Penularan HIV Aids, Jangan Asal Gaya Berhubungan Seks

5 Cara Penularan HIV Aids, Jangan Asal Gaya Berhubungan Seks

News | Selasa, 13 September 2022 | 14:29 WIB

Terkini

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:08 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:06 WIB

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB