Rangkuman Kasus 'Kopi Maut' Mirna (2)

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 31 Januari 2016 | 06:13 WIB
Rangkuman Kasus 'Kopi Maut' Mirna (2)
Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar prarekontruksi kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Senin (11/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Lima hari setelah kematian Wayan Mirna Salihin, Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) baru menemukan kejanggalan. Dugaannya perempuan keturunan Tionghoa itu tewas diracun.

Tahunya, setelah polisi melakukan autopsi yang sebelumnya ditolak oleh keluarga. Dari hasil itu, polisi menemukan banyak kejanggalan kematian Mirna. Proses autopsi semalam dilakukan dari pukul 00.00 sampai dengan pukul 01.00 dinihari.

 10 Januari 2015

Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya menyimpulkan kematian tak wajar. Ada pendarahan di lambung Mirna. Sementara dugaan Mirna tewas karena serangan jantung terbantahkan. Pengantin baru itu tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Polisi menduga, pendarahan pada lambung bisa terjadi karena ada zat yang masuk ke sana.

Polisi juga membongkar dari hasil pemeriksaan saksi. Kata saksi ada seseorang yang menaburkan sesuatu ke dalam gelas kopi Mirna.

Di hari yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan polisi telah mengambil lima sampel kopi, termasuk yang sisa minuman Mirna. Selain itu, polisi juga menelaah sampel cairan yang diambil dari lambung Mirna. Dari lima kopi itu mengandung sianida.

11 Januari 2016

Polda Metro Jaya melakukan di Kafe Olivier, tempat Mirna menyeruput es kopi Vietnam dan akhirnya tewas. Prarekonstruksi di kafe tersebut ditutup untuk umum. Dari luar kaca terlihat meja yang terakhir kali ditempati Mirna dan dua teman perempuannya, Jessica dan Hani. Kawasan itu diberi garis polisi.

Staf kafe terlihat menyaksikan proses tersebut. Prarekonstruksi berlangsung sejak sekitar jam 08.30 WIB. Belasan anggota polisi mengamankan pra rekonstruksi. Prarekonstruksi dipimpin oleh Kepala Sub Direktorat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan.

Suara.com datang di prarekontruksi itu. Jessica memakai baju berwarna putih agak abu-abu, sedangkan Hani mengenakan baju warna pink.

 Prarekonstruksi untuk menyusun fakta-fakta kejadian sebelum Mirna meninggal dunia. Jessica dan Hani duduk di meja nomor 54. Kedua perempuan itu duduk di samping kiri dan kanan Mirna.

Dalam pertemuan tersebut, mereka berbincang-bincang. Sampai kemudian Mirna minum es kopi. Tak lama setelah minum es kopi, Mirna merasa mual. Lalu, dia meminta Hani untuk mencium minumannya.

"Oh my god. It's awfull, it's so bad," kata Mirna kepada Hani. Itu adalah kalimat Mirna untuk terakhir kali sebelum tewas.

Dari rekontruksi itu. ada 7 saksi yang dicocokkan dengan timeline yang dimiliki mengacu pada CCTV kafe.

12 Januari 2016

Polda Metro Jaya menggeledah rumah Jessica. Polisi mencari barang bukti di sana. Jessica di sebut saksi penting dalam kasus Mirna. Mulai saat itu sosok Jessica menjadi sorotan. Sebab dia yang datang paling awal saat pertemuannya dengan Mirna dan Hani. Jessica pula yang memesan es kopi Vietnam dan langsung membayarnya. Dia memesan es kopi 1 jam sebelum Mirna dan Hani datang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saat Ditangkap Dua Polwan, Jessica Bersama Ayah di Kamar Hotel

Saat Ditangkap Dua Polwan, Jessica Bersama Ayah di Kamar Hotel

News | Sabtu, 30 Januari 2016 | 15:08 WIB

Jessica Kena Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

Jessica Kena Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

News | Sabtu, 30 Januari 2016 | 14:44 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×