Partai Suu Kyi Akhirnya Kuasai Parlemen Myanmar

Adhitya Himawan

Selasa, 02 Februari 2016 | 03:08 WIB
Partai Suu Kyi Akhirnya Kuasai Parlemen Myanmar
Pemimpin baru Myanmar Aung San Suu Kyi [Shutterstock]

Suara.com - Ratusan kader partai Liga Nasional Demokrasi (NLD), yang dibentuk oleh pemenang nobel perdamaian Aung San Suu Kyi, resmi menjadi anggota parlemen Myanmar pada Senin (1/2/2016).

NLD berhasil memenangi 80 persen kursi parlemen dalam pemilihan umum pada November lalu, dan dengan demikian mampu membentuk pemerintahan demokratis pertama sejak 1962 saat militer menguasai negara tersebut.

Meskipun demikian konstitusi di Myanmar mengharuskan NLD berbagi kekuasaan dengan pihak militer, yang dahulunya sering melanggar hak politik Suu Kyi dan pejuang demokrasi lainnya.

Pemerintahan bentukan NLD akan mulai bekerja pada April setelah parlemen memilih presiden.

"Ini adalah parlemen Myanmar pertama yang dipilih oleh rakyat," kata Pyon Cho, seorang anggota dewan terpilih yang sempat menghabiskan 20 tahun di penjara karena terlibat dalam kelompok anti-junta Mahasiswa Generasi 88.

"Kami mempunyai kursi mayoritas. Kami mempunyai tanggung jawab memenuhi janji dan mengubah hidup orang banyak di negara ini," kata dia.

Proses nominasi presiden akan dimulai pada akhir bulan ini.

Dalam konstitusi 2008, Suu Kyi tidak bisa menjadi presiden karena mempunyai anak yang bukan warga negara Myanmar. Sampai sejauh ini dia tidak mengungkapkan siapa yang akan dicalonkan dari partainya.

Suu Kyi menegaskan bahwa dia akan berada "di atas presiden" dan mengontrol penuh pemerintahan. NLD belum menjelaskan bagaimana dia akan melakukannya.

Masing-masing parlemen dalam sistem bikameral Myanmar akan memilih satu kandidat presiden. Di sisi lain, pihak militer yang menguasai seperempat kursi juga akan mengajukan nominasinya sendiri.

Rapat paripurna yang diikuti oleh tiga kamar parlemen itu kemudian akan menjadi penentu siapa yang akan menjadi presiden dari tiga kandidat melalui voting. Dua calon yang kalah akan menjadi wakil presiden.

Harapan masyarakat Myanmar sangat tinggi bagi Suu Kyi, seorang tokoh yang pernah menjalani tahanan rumah selama 15 tahun setelah NLD memenangi pemilu tahun 1990. Junta tidak pernah mengakui hasil tersebut.

Sebanyak 51,5 juta penduduk Myanmar berhadap NLD dapat mengatasi semua persoalan, dari transformasi ekonomi yang terhambat akibat isolasi puluhan tahun sampai perdamaian bagi beberapa negara bagian dari konflik etnis.

"Mereka (rakyat) berhadap semua persoalan akan secara otomatis selesai setelah NLD membentuk pemerintahan," kata Shwe Mann, mantan ketua parlemen Myanmar, yang dekat dengan Suu Kyi meski juga merupakan mantan pemimpin Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan bentukan junta militer.

"Untuk berhasil, mereka harus memilih orang yang tepat dan menempatkannya di posisi yang pas. Ini juga merupakan kekhawatiran saya karena akan menentukan prestasi pemerintah Suu Kyi," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:27 WIB

Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja

Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:04 WIB

Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta

Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:07 WIB

Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19

Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:17 WIB

Timnas Indonesia U-19 Menang Besar, Nova Arianto Belum Puas dengan Performa Pemain

Timnas Indonesia U-19 Menang Besar, Nova Arianto Belum Puas dengan Performa Pemain

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:17 WIB

Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar

Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 22:12 WIB

Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?

Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB

Jam Berapa Kick Off Timnas Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026 Malam Ini?

Jam Berapa Kick Off Timnas Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026 Malam Ini?

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 10:58 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×