Jangan Anggap Semua Pesantren Radikal

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 03 Februari 2016 | 14:09 WIB
Jangan Anggap Semua Pesantren Radikal
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Antara).

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, mengenai adanya anggapan bahwa ada beberapa pondok pesantren di Indonesia terindikasi paham radikalisme. Sebenarnya itu sifatnya hanya kasuistik.

Hal itu dikatakan Lukman disela-sela memberikan kuliah umum tentang keselamatan dan kesejahteraan jamaah haji di Universitas Muhammadiayah Surakarta (UMS), Rabu (3/2/2016). Dia meminta masyarakat dan semua pihak untuk tidak menggeneralisasi pandangan tersebut

"Saya ingin mengajak masyarakat dan semua pihak jangan menggeneralisasi itu. Jika ada satu, dua pondok pesantren yang mengajarkan paham radikalisme, perlu dipertanyakan apa benar itu pondok pesantren atau hanya sebagai kedok saja," katanya.

Lukman mengatakan, pondok pesantren di Indonesia jika benar-benar pesantren tidak akan mengajarkan ajaran-ajaran yang bertolak belakang dengan esensi atau substansi Islam sendiri. Islam, kata dia, sesuai namanya harus membawa dan menebarkan keselamatan.

"Kalau ada pesantren yang mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan agama Islam, maka harus dipertanyakan, apakah benar itu pesantren. Karena pesantren di Indonesia itu mempunyai ciri khas tersendiri, sejak ratusan tahun lalu. Ada pengasuhnya, ada kurikulumnya yang baku, ada metodenya pengajarannya yang khas," katanya.

Menag mengatakan jika ada indikasi tersebut benar, pemerintah harus serius menangani hal ini. Yakni dengan melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), MUI dan instansi serta lembaga lainnya yang terkait.

Lukman mengatakan hal tersebut tidak bisa digeneralisasi bahwa dalam pesatren seolah-olah diajarkan menebarkan teror di tengah masyarakat, perakitan bom dan sebagainya.

Ia mengaku sudah dan selalu berkoordinasi dengan BNPT dan berbagai pihak untuk mengantisipasi berkembangnya paham radikalisme di tanah air. Apalagi potensi gerakan terorisme di Indonesia dan dunia semakin menigkat.

"Tapi kembali, isu adanya ponpes radikal ini harus dicermati, apa benar itu pesantren atau hanya mengatasnamakan pesantren saja," kata Menag. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di Bandarlampung

Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di Bandarlampung

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 23:37 WIB

Operasi Densus 88 di Bandarlampung Diduga Sasar Edi Santoso

Operasi Densus 88 di Bandarlampung Diduga Sasar Edi Santoso

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 23:40 WIB

BNPT: Ada 19 Pondok Pesantren Terindikasi Pro Terorisme

BNPT: Ada 19 Pondok Pesantren Terindikasi Pro Terorisme

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 21:53 WIB

Pemerintah Libatkan 7 Kementerian untuk Deradikalisasi Terorisme

Pemerintah Libatkan 7 Kementerian untuk Deradikalisasi Terorisme

News | Senin, 01 Februari 2016 | 23:36 WIB

Dua Pelaku Bom Thamrin Dimakamkan di Jabar

Dua Pelaku Bom Thamrin Dimakamkan di Jabar

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 22:36 WIB

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

Foto | Kamis, 28 Januari 2016 | 10:10 WIB

Kepolisian Luncurkan Game Tumpas Teroris

Kepolisian Luncurkan Game Tumpas Teroris

Tekno | Kamis, 28 Januari 2016 | 06:14 WIB

Tumpas Terorisme, Pemerintah akan Tambah Anggaran

Tumpas Terorisme, Pemerintah akan Tambah Anggaran

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 05:47 WIB

Terduga Teroris Dipindah ke Jakarta

Terduga Teroris Dipindah ke Jakarta

Foto | Rabu, 27 Januari 2016 | 10:40 WIB

Pelaku Bom Thamrin Telepon Nomor Malaysia Jelang Beraksi

Pelaku Bom Thamrin Telepon Nomor Malaysia Jelang Beraksi

News | Rabu, 27 Januari 2016 | 06:41 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB